Banjir di Kalteng, Bupati Kapuas Ungkap Penyebabnya Tepat di Hari Menanam Pohon Indonesia, HST Dilanda Musibah Banjir Siaga 1! 10 Desa di 3 Kecamatan HST Banjir, Tagana Kalsel Terjun ke Lokasi Banjir Meluas ke Pusat Kota HST, Diprediksi Puncak Air Naik Tengah Malam Pascabanjir Palangka Raya, Warga Tumbang Tahai Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Cegah Rivalitas di Kawasan Indo-Pasifik, Presiden Jokowi Dorong Kemitraan ASEAN-Rusia

- Apahabar.com     Kamis, 28 Oktober 2021 - 22:08 WITA

Cegah Rivalitas di Kawasan Indo-Pasifik, Presiden Jokowi Dorong Kemitraan ASEAN-Rusia

Presiden Jokowi menyampaikan pidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Rusia secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10/2021). Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mendorong kemitraan ASEAN-Rusia untuk mencegah terjadinya dinamika di kawasan Indo-Pasifik yang mengarah pada perebutan pengaruh dan rivalitas yang makin tajam.

Presiden Jokowi meyakini ASEAN-Rusia memiliki kesamaan kepentingan dan aspirasi dalam melihat kawasan yang aman dan makmur.

“Ini harus kita cegah dan hindari, tidak ada di antara kita yang ingin melihat situasi ini terus berkepanjangan. Saya percaya kemitraan strategis ASEAN-Rusia dapat mencegah tren ini,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-4 ASEAN-Rusia secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10) dilansir Antara.

Presiden Jokowi menyebutkan kemitraan ASEAN-Rusia yang telah terjalin lama ini menjadi penyangga stabilitas keamanan dan perdamaian. Namun, rivalitas di kawasan tersebut justru makin menajam.

“Yang lebih mengkhawatirkan bahkan mengarah pada arms race dan power projection. Jika tren ini dibiarkan, peluang terjadinya proxy sangat besar,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi merasa bahwa komitmen dan dukungan Rusia terhadap sentralitas ASEAN dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific sangat tepat waktu.

Oleh karena itu, Presiden mengajak ASEAN-Rusia untuk mengimplementasikan kerja sama praktis dan konkret dalam sektor ekonomi, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), maritim, dan konektivitas.

“ASEAN-Rusia harus terus menjadi positive force dan penyangga stabilitas, dan perdamaian di kawasan,” kata Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, kerja sama konkret tersebut akan menumbuhkan kebiasaan kerja sama dan dapat menghilangkan budaya persaingan.

“Kerja sama konkret ini juga akan mempertebal strategic trust, dan menghilangkan trust deficit. Ini akan menjadi kontribusi besar Rusia dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik,” tutur Presiden.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemerintah Segera Lakukan Tes Cepat dan Siapkan Jutaan Obat
apahabar.com

Nasional

Jokowi-Ma’ruf Kalah di Kandang Nahdatul Ulama, Pengamat: Politik Identitas Keagamaan Nihil
Ilustrasi, kedatangan vaksin sinovac di Indonesia. Foto-Net

Nasional

Lagi, 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Kemenag Bantah Sekjen Ditangkap KPK
apahabar.com

Nasional

Artis Tampan Jerry Lawalata Diciduk karena Dugaan Kasus Narkoba
Pasien Covid-19 Wisma Atlet

Nasional

Puluhan Ribu Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Sembuh
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Alat PCR Covid-19 Kemenristek Diproduksi Massal
apahabar.com

Nasional

Desertir TNI, Begal Sapi Tumbang Diterjang Timah Panas Sulit Dilumpuhkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com