Dikira Orang Mabuk, Ternyata Api Mengamuk di Komet Banjarbaru Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya

Cemas, Amerika Curigai Satelit yang Baru Diluncurkan China

- Apahabar.com     Jumat, 29 Oktober 2021 - 11:53 WITA

Cemas, Amerika Curigai Satelit yang Baru Diluncurkan China

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – China baru saja menerbangkan satelit bernama Shijian 21. Satelit tersebut bertujuan mengontrol sampah antariksa, namun Amerika menduga satelit ini bisa pula digunakan untuk menghancurkan satelit lain.

Perusahaan milik negara, China Aerospace Science and Technology Corp menyatakan satelit itu bukan senjata. “Ia ditugaskan untuk mendemonstrasikan teknologi untuk mengurangi dan menetralisir sampah luar angkasa,” sebut mereka seperti dikutip detikINET dari Asia Times.

Data dari militer AS menyebut Shijian 21 berada di ketinggian 35 ribu di atas Bumi. Komandan US Space Command, Jenderal James Dickinson, pada April silam mencurigai bahwa satelit tersebut sebenarnya adalah upaya China untuk mencapai superioritas di angkasa dan bisa digunakan untuk menghancurkan satelit lain.

“Salah satu obyek yang menonjol adalah satelit China dengan lengan robotika ini, Shijian. Teknologi lengan robotika di angkasa ini bisa dipakai dalam sistem masa depan untuk menangkap satelit lain,” sebutnya ketika itu.

Satelit tersebut cikal bakalnya sudah ada di tahun 2013. Memang ia berbeda dari satelit pada umumnya, karena dapat menjepit obyek lain dengan lengan robotnya tersebut.

“Teknologi lengan robotika ini punya dua kegunaan memang, dan pasti kebanyakan akan dimanfaatkan sebagai senjata untuk menangkap atau menghancurkan satelit musuh. Ini dengan kuat mengindikasikan bahwa China berniat untuk memiliterisasi antariksa,” kata Vinayak Bhat, pakar dari India.

Berbagai macam perkembangan itu membuat AS semakin waspada, terutama soal rudal hipersonik. Jenderal top militer Amerika Serikat (AS), Jenderal Mark Milley, memberikan konfirmasi resmi pertama dari AS soal uji coba senjata hipersonik China. Milley juga menyebut uji coba itu ‘sangat mengkhawatirkan’.

“Apa yang kita lihat adalah peristiwa yang sangat signifikan dari uji coba sebuah sistem senjata hipersonik. Dan itu sangat mengkhawatirkan,” ucap Milley yang menjabat Kepala Staf Gabungan AS kepada televisi Bloomberg.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Wajar Bawaslu Periksa Rekaman Habib Rizieq Reuni 212
apahabar.com

Global

Pencipta Spongebob Squarepants Meninggal Dunia
Ilustrasi. Foto-Net

Global

Setelah 20 Bulan, AS Kembali Buka Pintu untuk Warga Asing
Ilustrasi. Foto-Net

Global

Restoran di Uganda Meledak; 1 Tewas, 7 Luka-luka
Djoko Tjandra

Global

Kasus Surat Palsu, Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara

Global

3 Warga Palestina Kembali Jadi Korban Serangan Israel, Total 136 Korban
Ilmuan

Global

Tulisan Tangan Albert Einstein Terjual Rp 17 Miliar
WhatsApp

Global

Cetak Rekor! 1,4 Miliar Panggilan WhatsApp Selama Malam Tahun Baru 2021
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com