Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan Duduk Perkara Viral Wanita Kurau Dibegal hingga Pingsan Depan Basarnas Banjarbaru Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang

Cerai dengan Pama, Setoran Pajak Adaro Menurun untuk Kalsel

- Apahabar.com     Rabu, 6 Oktober 2021 - 17:11 WITA

Cerai dengan Pama, Setoran Pajak Adaro Menurun untuk Kalsel

UPPD Tanjung menyampaikan laporan ke Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel). Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tak lagi beroperasi mulai 31 Juli 2021, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memberi dampak pada setoran pajak yang dibayarkan PT Adaro Indonesia ke daerah.

Terakhir, persaudaraan tambang pemegang izin PKP2B terbesar di Tabalong itu menyetorkan pajak air permukaannya sebanyak Rp25 jutaan. Hal tersebut berbeda jauh saat PT Adaro belum bercerai dengan salah satu kontraktornya.

“April adaro masih setoran Rp84 juta lebih ke kas daerah untuk air permukaan,” kata Kasi Pendapatan, UPPD Tanjung, Dwi Wahyu Joko Purnomo saat menyampaikan laporannya ke Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (6/10).

Joko mengatakan, Adaro beralasan pengurangan setoran pajak karena sudah tak bermitra lagi dengan Pama. Hal itu menyebabkan jumlah pengunaan air yang dipakai ikut berkurang.

Di Tabalong, Adaro punya 9 lokasi yang jadi tempat pemanfaatan air seperti di Desa Maburai, Desa Padang Panjang, Desa Lok Batu, Desa Kasiau, Desa Bilas dan Desa Kasiau.

Merespon itu, Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suparstowo mengatakan, Adaro tak bisa mengurangi jumlah setoran pajaknya karena tak bersama Pama. Menurutnya, selain Pama masih ada Subkontrator lain yang masih ada di Adaro selain itu

“Dilihat dari jumlah Produksi, kalau jumlah produksinya tetap pengurangan air permukaan juga tetap,” kata Imam.

Tabalong jadi daerah penghasil PAD dari air permukaan tertinggi ke dua setelah Martapura.

Terakhir, daerah tersebut menyetorkan 1,2 miliar pajak Air Permukaan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalsel.

Jumlah tersebut disumbangkan oleh beberapa perusahan besar yang berdiri di Tabalog, seperti misalnya PDAM, PT Adaro Indonesia, PT Makmur Sejahtera Wisesa, PT Conch South, PT Astra Argo Lestari, PT Alam Tri Abadi, PT Bumi Jaya, dan PT Tanjung Power Indonesia.

Hingga September 2021 delapan perusahaan itu sudah membayar setoran pajak merek sebesar Rp788 juta ke Kas daerah.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sabu

Kalsel

Kurir Sabu 84 Kg asal Sungai Lulut Tak Tahu Dibuntuti Sejak dari Banjarmasin
PPKM Level IV Banjarmasin

Kalsel

Menakar Efektivitas Kebijakan PPKM Level IV Banjarmasin di Mata Pakar Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Pilar Jembatan HKSN Banjarmasin Ambruk, Komisi III DPRD Segera Panggil PUPR dan Kontraktor
apahabar.com

Kalsel

Sampel Swab Banjarmasin Masuk Daftar Tunggu, Ibnu Usulkan Beli Sendiri
apahabar.com

Kalsel

Siap-siap, PDAM Intan Banjar Akan Stop Distribusi Air
apahabar.com

Kalsel

Rapat Pleno KPU Kalsel Berakhir, Kapolda: Tetap Jaga Situasi Kamtibmas
apahabar.com

Kalsel

Pembangunan Jembatan Pulau Laut Bakal Digarap Bersama
apahabar.com

Kalsel

Balap Liar di Banjarmasin, Meresahkan, Berpotensi Judi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com