Tiga Kabupaten-Kota Kalsel Nihil Pasien Covid-19, Tala Terbanyak Kaltim Raup Rp 19,8 M dari Pisang Kepok Gerecek di Expo Pangan Nusantara Jelang Nataru, Palangka Raya Awasi Potensi Penimbunan Bahan Pokok Kejagung Tetapkan Seorang Pengacara Sebagai Tersangka Kasus LPEI Respons Bupati Barito Timur Soal Warning Mensos Risma Terkait Banjir

China Krisis Listrik, Ekspor Batu Bara Naik 168 Persen

- Apahabar.com     Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:22 WITA

China Krisis Listrik, Ekspor Batu Bara Naik 168 Persen

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – China dan India yang mengalami krisis energi dalam beberapa waktu terakhir memicu peningkatan ekspor Batu Bara Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor komoditas batu bara Indonesia melejit hingga 168,39 persen pada September 2021.

“Ekspor batu bara kita secara year-on-year itu naik tinggi sekali 168,89 persen dan month-to-month-nya 9 persen. Negara tujuannya itu China dan India, negara utama tujuan ekspor batu bara,” kata Kepala BPS Margo Yuwono saat konferensi pers virtual, dilansir CNN Indonesia, Jumat (15/10).

Belum ada rincian nilai ekspor komoditas tersebut. Namun, Margo mengatakan peningkatan ekspor batu bara ini memberi sumbangan ke total ekspor sektor pertambangan dan lainnya.

Tercatat, nilai ekspor tambang Indonesia meningkat 3,46 persen secara bulanan dan meroket 183,59 persen secara tahunan menjadi US$3,77 miliar pada September 2021.

“Peningkatan tambang pada September ini secara month-to-month ini itu disebabkan karena ekspor batu bara yang naiknya 9 persen, kemudian diikuti bijih tembaga yang naik 1,03 persen,” jelasnya.

Kendati begitu, ia mencatat kenaikan realisasi ekspor pertambangan dan lainnya sejatinya tidak lebih tinggi dari bulan sebelumnya, meski secara nilai tetap tinggi. Tercatat, realisasi ekspor pertambangan dan lainnya meningkat 27,23 persen menjadi US$3,64 miliar pada Agustus dari Juli 2021.

Di sisi lain, Margo belum bisa memastikan apakah kondisi ini merupakan dampak krisis energi yang tengah terjadi di China dan India.

“Kalau dikaitkan dengan isu krisis energi, mungkin perlu kajian lagi,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sabu Samarinda

Nasional

Iyut Bing Slamet Ditangkap, Polisi Sita Plastik Sabu dan HP
Abu Janda

Nasional

Sebelum Bicara Tentang Islam, Sekjen PP Muhammadiyah Minta Abu Janda Belajar Ngaji
apahabar.com

Nasional

Kominfo Minta Penyelenggara Vaksinasi Covid-19 Jaga Data Pribadi
apahabar.com

Nasional

Lembaga Negara Dibubarkan, PNS Dialihkan ke Instansi Lain atau Pensiun Dini

Nasional

Ribuan Warga Kalsel-Kalteng Nikmati Listrik Gratis Mulai Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Hipmi Siap Lahirkan Konglomerat Baru di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Pukul Kucing Hingga Tewas, Sopir Angkot Bakal Dipolisikan
apahabar.com

Nasional

Trump: AS dan China Segera Mulai Perundingan Dagang Tahap Kedua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com