Tepat di Hari Anti Korupsi Sedunia, Kades Dadahup Kapuas Ditahan KPK Telisik Keperluan Pribadi Bupati HSU, Jamela Beri Klarifikasi Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini

Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

apahabar.com, KANDANGAN - Aksi seorang ibu 32 tahun asal Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang mencoba mengakhiri..
- Apahabar.com     Jumat, 22 Oktober 2021 - 17:44 WITA

Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

LP (kanan) nekat menyayat pergelangan tanganannya sendiri usai cekcok dengan suaminya. Foto: Ist

apahabar.com, KANDANGAN – Aksi seorang ibu 32 tahun mencoba mengakhiri hidupnya sendiri di Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) begitu menyentak perhatian publik.

Korban LP diketahui nekat menyayat pergelangan tangannya usai bertengkar dengan S suaminya di kediaman mereka pada Kamis (22/10) malam. Musababnya hanya karena S memberi gaji kerja hariannya senilai Rp350 ribu kepada orang tuanya yang sedang sakit tanpa sepengetahuan LP.

Merasa dibohongi, LP lantas menyayat pergelangan tangan kirinya dengan carter. Alhasil luka sayat sepanjang 3 sentimeter dengan lebar 1 sentimeter didapatnya.

Dimintai pendapatnya, Ketua Ikatan Psikolog Kalsel Melinda Bahri menilai beragam faktor bisa memicu prahara rumah tangga. Menjadi penting setiap persoalan harus disikapi dengan akal sehat.

Pemahaman dan keterampilan penyelesaian masalah yang sangat rendah menyebabkan pasangan rumah tangga mudah reaktif terhadap stimulus yang menjadi sumber stres seseorang.

“Seharusnya individu yang matang bisa menahan diri dari reaksi emosi negatif, tidak bertindak tanpa pertimbangan,” terang Melinda Bahri dihubungi apahabar.com, Jumat (22/10) siang.

Bahkan, tak jarang pertengkaran pasangan suami istri berujung kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT. Mengantisipasinya, perlu usaha preventif dan promotif.

“Bisa melibatkan tenaga profesional, dokter, psikolog atau tokoh agama, tokoh penting masyarakat,” kata psikolog RSUD Ansari Saleh ini.

Penting memberikan edukasi kepada masyarakat akan ketahanan keluarga, serta pengetahuan bagaimana membina relasi suami istri dan anggota keluarga sehat dari unit terkecil mulai desa sampai pemerintah daerah.

Melinda menjelaskan bahwa setiap kabupaten kota memiliki Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak untuk membantu penyelesaian masalah rumah tangga.

“Bisa melaporkan, di sana banyak tenaga-tenaga terkait yang bisa membantu, dari ahli hukum, medis, psikolog, sampai pihak kepolisian,” ungkapnya.

Meminjam data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten HSS sejak Januari sampai Oktober 2021 terjadi dua kasus KDRT berupa penelantaran.

Jumlah itu meningkat dari periode Januari hingga Desember 2020 di mana hanya tercatat satu kasus KDRT berupa kekerasan fisik.

Sekretaris Dinas PPKBPPPA HSS Hanti Wahyuningsih menilai peningkatan kasus tersebut kemungkinan karena pemahaman KDRT masyarakat yang mulai meningkat.

“Kemungkinan juga, bisa jadi sebetulnya masalah KDRT ini dianggap hal lumrah dalam rumah tangga sehingga tidak dilaporkan,” jelasnya, dihubungi terpisah,

Dinas PPKBPPPA HSS telah memberikan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait KDRT dengan sosialisasi, penyuluhan hukum bersama pemerintah daerah serta pihak kepolisian secara berkelanjutan.

Selain itu, dilakukan pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di desa atau kelurahan. Sudah terbentuk sebanyak 68 PATBM atau 47,22 persen dari 148 desa.

Kasus percobaan bunuh diri yang dilakukan LP saat ini telah berakhir damai. Kapolsek Kalumpang Iptu Putu bilang bahwa LP sudah dipulangkan setelah menerima perawatan medis di rumah sakit.

“Saat itu kemungkinan emosi sehingga permasalahan kecil berubah besar,” kata Iptu Putu.

Putu amat bersyukur karena insiden tersebut tak sampai merenggut nyawa LP. Ia berharap pengalaman semalam bisa menjadi pelajaran agar tak terulang di kemudian hari.

“Adanya kejadian ini mudahan-mudahan mereka membuka diri khususnya pihak istri,” pungkasnya.

Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sandiaga Uno Bikin Salah Tingkah Peserta Talkshow Literasi Smart City
Covid-19

Kalsel

Sempat Nol Kasus Baru Covid-19, Kini 3 Warga Tabalong Terkonfirmasi Positif
apahabar.com

Kalsel

Pra TMMD, Jalan Penghubung Desa di Karang Intan Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Sempat Hijau, Belitung Utara Kembali Zona Merah Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Jelang Buka Puasa, Kapolda Kalsel Bersama Bhayangkari Bagi Takjil Gratis
apahabar.com

Kalsel

PDP di Tanbu Bertambah Lagi, Totalnya 3 Orang
apahabar.com

Kalsel

Formasi CPNS di HST Segera Keluar, Bupati: Jangan Percaya Calo!

Banjarmasin

Celaka Akibat Jalan Rusak, Pengendara Berhak Klaim Ganti Rugi ke Pemerintah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com