Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Detik-detik Penyelamatan Orangutan di Kebun Warga Kotim

- Apahabar.com     Sabtu, 9 Oktober 2021 - 22:32 WITA

Detik-detik Penyelamatan Orangutan di Kebun Warga Kotim

Penyelamatan induk dan anak orangutan di Kotim. Foto-Antara

apahabar.com, SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng berhasil menyelamatan induk betina dan anak orangutan di Kotawaringin Timur (Kotim).

Induk dan anak orang utan itu diselamatkan setelah tiga bulan belakangan masuk ke kebun warga Desa Bapanggang Raya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim, Kalteng.

Penyelamatan dua individu satwa langka dengan nama latin pongo pygmaeus itu dilakukan BKSDA bersama Orangutan Foundation International (OFI).

Tim BKSDA yang ditugaskan berasal dari Kantor Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalteng di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Sehari sebelumnya, tim BKSDA Kalteng Pos Sampit sudah ke lokasi memantau keberadaan dua orang utan tersebut.

Hasil pantauan tersebut kemudian dilaporkan ke Pangkalan Bun sehingga kemudian dikirim tim untuk melakukan penyelamatan.

Saat tim datang, keberadaan ibu dan anak orang utan tersebut tidak jauh dari lokasi yang sama. Petugas sempat kesulitan menembakkan peluru bius karena posisi kedua orangutan di pohon yang banyak dahan dan ranting.

Petugas menembakkan tiga kali obat bius ke induk orangutan. Setelah menunggu sekitar tiga jam, baru orang utan tersebut pingsan dan jatuh sehingga bisa dievakuasi. Anak orangutan yang memeluk induknya juga dalam kondisi baik.

Induk orangutan diperkirakan berusia sekitar 15 tahun dengan berat 48 kilogram, sedangkan anaknya yang berjenis kelamin jantan diperkirakan berusia dua tahun dengan berat delapan kilogram. Hasil pemeriksaan awal dokter, tidak ditemukan bekas luka di tubuh orangutan.

Pada Sabtu (9/10) sore, induk dan anak orangutan dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun. Dokter sudah mengambil sampel darah serta melakukan pemeriksaan luar sebagai bahan evaluasi.

“Nanti dari hasil pemeriksaan menyeluruh itulah baru akan diketahui apakah kedua orangutan tersebut bisa langsung dilepasliarkan di hutan, atau perlu direhabilitasi terlebih dahulu hingga benar-benar siap untuk dilepasliarkan,” kata Komandan Jaga BKSDA Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah seperti dilansir Antara.

Jika kondisinya dianggap sudah siap, maka orangutan akan dilepasliarkan di hutan habitat asli satwa dilindungi tersebut.

Ada dua lokasi yang biasanya digunakan untuk pelepasliaran yaitu Taman Nasional Tanjung Puting dan Suaka Margasatwa Lamandau.

Masyarakat berterima kasih kepada BKSDA yang telah melakukan penyelamatan dan merelokasi orang utan tersebut. Penyelamatan ini dinilai menjadi opsi terbaik bagi orang utan dan masyarakat setempat.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Susur Sungai Masih Bisa Meski Siring Piere Tendean Ditutup
apahabar.com

Tak Berkategori

Di Tengah Kesibukan, Ketua DPRD Kotabaru Sempatkan Gelar Kegiatan Religius
banjir kalsel

Tak Berkategori

Penampakan Jembatan Angsau Tala yang Putus, Bak Sebuah Pulau
Sule

Tak Berkategori

Sule Urus Surat Nikah, Serius Jadikan Nathalie Holscher Istri, Ini Harapan Rizky Febian dan Putri Delina
apahabar.com

Tak Berkategori

LIA dan Pemprov NTB Upayakan Peningkatan Wisata Pasca Gempa Lombok
apahabar.com

Tak Berkategori

Arab Saudi Buka Umrah, Apa Kabar Jemaah Kalsel?
apahabar.com

Tak Berkategori

Sejarah Islam di Eropa Jadi Daya Tarik Wisatawan Muslim Indonesia
apahabar.com

Tak Berkategori

Pemkab Balangan Apresiasi Keberhasilan Desa Bihara Hilir Sebagai Kampung Proklim Utama 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com