Kaltim Raup Rp 19,8 M dari Pisang Kepok Gerecek di Expo Pangan Nusantara Jelang Nataru, Palangka Raya Awasi Potensi Penimbunan Bahan Pokok Kejagung Tetapkan Seorang Pengacara Sebagai Tersangka Kasus LPEI Respons Bupati Barito Timur Soal Warning Mensos Risma Terkait Banjir ‘Banyu’ Naik, Remaja Tewas Tersetrum di Siring Amuntai

Diduga Melawan Hukum, Polemik Plasma Sawit di Batola Masuk Penyelidikan Pidsus

- Apahabar.com     Jumat, 22 Oktober 2021 - 22:13 WITA

Diduga Melawan Hukum, Polemik Plasma Sawit di Batola Masuk Penyelidikan Pidsus

Sejumlah petani plasma sawit naungan KUD Jaya Utama yang bermitra dengan PT ABS, mengadukan persoalan mereka ke Kejaksaan Negeri Barito Kuala beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Polemik plasma kelapa sawit masyarakat Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya, KUD Jaya Utama dengan mitra PT Agri Bumi Sentosa (ABS), memasuki babak baru.

Kasus yang sudah ditangani Kejaksaan Negeri Barito Kuala ini, segera memasuki tahap penyelidikan Pidana Khusus (Pidsus).

“Berdasarkan hasil penyelidikan Intel, ditemukan perbuatan melawan hukum dan diduga menyebabkan kerugian negara,” beber Kajari Batola, Eben Neser Silalahi, melalui Kasi Intel Hamidun Noor, Jumat (22/10).

“Selanjutnya penyelidikan akan dilakukan melalui Pidsus guna memperjelas perbuatan hukum dan nilai kerugian,” imbuhnya.

Diperkirakan kerugian yang dialami negara akibat kasus tersebut mencapai ratusan juta. Namun jumlah kerugian dan tersangka, akan diketahui setelah penyelidikan selesai dalam 30 hari kedepan.

“Kami berharap masyarakat bisa lebih bersabar dan penanganan dapat lebih cepat dari perkiraan waktu,” jelas Hamidun.

“Tidak kalah penting adalah pihak-pihak yang sudah diminta klarifikasi dan belum berhadir, agar lebih koperatif dalam penyelidikan Pidsus,” sambungnya.

Sebelum dinaikkan menjadi penyelidikan Pidsus, Kejari Batola telah memeriksa setidaknya 14 saksi.

Mereka terdiri dari petani plasma, pengurus KUD Jaya Utama, PT ABS, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Batola.

Kasus ini bermula dari ketidakpercayaan warga terhadap KUD Jaya Utama dalam pengelolaan lahan sawit mereka selama kurang lebih 11 tahun.

Selanjutnya ketiga belah pihak duduk bersama melakukan mediasi, tetapi tidak kunjung mendapatkan titik terang.

Di sisi lain, sebagian besar kelapa sawit yang ditanam sejak 2009, justru kurang terawat. Kemudian 30 hektar dari total 2.000 hektar lahan plasma, hingga sekarang tidak ditanami.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Masih Pandemi, Ratusan PNS Barito Kuala Disumpah Secara Virtual

Batola

SDN Sungai Tunjang di Batola Dilalap Api, Tiga Ruangan Membara
apahabar.com

Batola

Selesai Direkap, Hasil Pilgub Kalsel di Batola Langsung Diantar
Banjir di Batola

Batola

Imbas Banjir di Batola, Muncul Lubang di Jembatan Simpang Jejangkit

Batola

Distribusi Air PDAM Batola Macet, Ratusan Warga Kolam Kanan Barambai Terdampak
Batola

Batola

Hari Perdana Pembelajaran Tatap Muka di Batola, Kehadiran Tidak 100 Persen

Batola

Sempat Menanjak, Kasus Aktif Covid-19 di Batola Mulai Menyusut
apahabar.com

Batola

Tangani Masalah Perdata, Pemkab Batola dan Kejari Jalin Kerja Sama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com