Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Ditopang Kenaikan Harga komoditas, IHSG Diprediksi Hari Ini Menguat

- Apahabar.com     Rabu, 6 Oktober 2021 - 12:31 WITA

Ditopang Kenaikan Harga komoditas, IHSG Diprediksi Hari Ini Menguat

Ilustrasi - Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto-Antara/Dhemas Reviyanto

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu (6/10) diprediksi menguat.

Penguatan IHSG diprediksi ditopang kenaikan harga komoditas.

IHSG dibuka menguat 25,6 poin atau 0,41 persen ke posisi 6.313,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 6,21 poin atau 0,69 persen ke posisi 908,39.

“Secara sentimen pergerakan indeks hari ini diproyeksikan menguat, meskipun investor masih terus memantau ketahanan pemulihan ekonomi dan kenaikan komoditas energi berpotensi menopang pergerakan IHSG hari ini,” kata Kepala Riset Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi dalam kajiannya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu.

Mayoritas saham AS rebound pada Selasa (5/10) karena saham teknologi menutup beberapa kerugian dari hari sebelumnya.

Saham teknologi Facebook (FB) pulih dan naik 2,1 persen pada hari terbaiknya dalam lima minggu. Saham telah turun hampir 5 persen pada awal pekan karena penghentian platform selama berjam-jam menambah serangkaian liputan negatif yang meningkatkan pengawasan lebih lanjut terhadap raksasa media sosial itu.

Sementara itu imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak menjadi 1,53 persen . Selanjutnya investor akan menanti perubahan tenaga kerja non pertanian AS bulan September.

Meski demikian pedagang masih terus mempertimbangkan ketahanan pemulihan ekonomi terhadap inflasi yang meningkat yang dipicu oleh melonjaknya biaya energi.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS 10 tahun kini menuju 1,55 persen dan imbal hasil 30 tahun mencapai tertinggi sejak Juni.

Aktivitas sektor jasa AS yang lebih cepat dari perkiraan dan risiko inflasi dari melonjaknya biaya minyak mentah dan gas alam, menambah kasus untuk pengurangan pembelian obligasi oleh Federal Reserve (Fed).

Pedagang sedang menunggu data pasar tenaga kerja AS akhir pekan ini untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek tapering.

Dari komoditas, harga minyak WTI memperpanjang reli dari tertinggi tujuh tahun. Sementara harga batu bara naik sangat signifikan. Harga batu bara di pasar ICE Newcastle naik 12,29 persen menjadi 269,5 dolar AS per ton.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 294,46 poin atau 1,06 persen ke 27.527,66, Indeks Hang Seng turun 238,99 atau 0,99 persen ke 23.865,16, dan Indeks Straits Times meningkat 6,86 poin atau 0,22 persen ke 3.074,98.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Masih Lanjut Menguat
IHSG

Ekbis

Ikuti Penguatan Bursa Saham Global, IHSG Ikut Naik
Rupiah Tertekan

Ekbis

Rupiah Tak Berdaya di Hadapan Semua Mata Uang
apahabar.com

Ekbis

BPS: Kupang Paling Tinggi Inflasi, Banda Aceh Terendah

Ekbis

Jadi Pemimpin yang Mahir Komunikasi Bisnis, Yuk Ikutan Webinarnya Bank Bjb
apahabar.com

Ekbis

Hasil Rapat Fed Diumumkan, Rupiah Menguat
Bjb

Ekbis

Digital Banking Bank Bjb Tumbuh Berlipat di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Pajak Kuliner dan Hotel Jadi Penyumbang Terbesar PAD Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com