Duduk Perkara Viral Wanita Kurau Dibegal hingga Pingsan Depan Basarnas Banjarbaru Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya

Dokter: Pasien Kanker Boleh Divaksin Covid-19

- Apahabar.com     Minggu, 3 Oktober 2021 - 09:01 WITA

Dokter: Pasien Kanker Boleh Divaksin Covid-19

Dokter Jeffry Beta Tenggara mengungkapkan penderita kanker, termasuk kanker payudara tak dilarang untuk menerima suntikan vaksin Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi dari Universitas Indonesia dan bagian dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI, Jeffry Beta Tenggara, mengungkapkan bahwa penderita kanker, termasuk kanker payudara, tak dilarang untuk menerima suntikan vaksin Covid-19.

“Sebetulnya, saat ini pasien kanker tidak dilarang untuk divaksin,” kata Jeffry dikutip dari Antara.

Hanya saja, sebelum mendapatkan vaksin, penderita kanker diharapkan berkonsultasi dengan dokter demi mencegah hal yang tak diinginkan.

PAPDI sebelumnya memberikan rekomendasi soal vaksin covid pada penderita kanker, terutama mereka yang berusia 18-59 tahun dengan kanker solid pada dasarnya layak mendapatkan vaksin, namun perlu ditentukan dokter ahli. Pasien berusia di atas 60 tahun juga layak diberi vaksin COVID-19 bila memenuhi rekomendasi umum.

Hal ini dilakukan lantaran kondisi tiap pasien yang berbeda-beda. Oleh karenanya, konsultasi dan rekomendasi dokter sangat diperlukan sebelum menerima vaksin.

Terkait efektivitas vaksin pada pasien kanker, penelitian baru akan dilakukan di Indonesia pada Januari mendatang. Jeffry mengatakan penelitian ini akan berfokus pada efektivitas vaksin pada pasien dengan komorbid, salah satunya pasien kanker yang menjalani kemoterapi.

Sebuah studi di University of Arizona Health Sciences menemukan, pasien yang menjalani kemoterapi memiliki respons imun yang lebih rendah terhadap dua dosis vaksin COVID-19, hanya saja dosis ketiga meningkatkan respons.

Studi tersebut melibatkan pengamatan terhadap 53 pasien kanker yang menjalani pengobatan seperti kemoterapi untuk membandingkan respons imun setelah dosis pertama dan kedua vaksin Pfizer-BioNTech pada 50 orang dewasa yang sehat.

Dikutip dari Medical Xpress, hasil studi menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker memiliki antibodi untuk SARS-CoV-2 setelah pemberian dua dosis vaksin. Hanya saja respons imunnya lebih rendah dibanding orang sehat. Selain itu beberapa pasien juga tak menunjukkan respons terhadap vaksin covid-19. Ini berarti perlindungan yang lebih kecil terhadap SARS-CoV-2, terutama varian delta.

Setelahnya, sebanyak 20 orang pasien mendapatkan suntikan ketiga dan ini meningkatkan respons kekebalan pada sebagian besar mereka. Tingkat respons imun secara keseluruhan setelah suntikan ketiga sama dengan orang-orang yang tidak menjalani kemoterapi setelah dua dosis.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bulog Siap Bangun Pabrik Pengolahan Beras di Food Estate Kalteng
apahabar.com

Nasional

Resmi, Jadwal Pengumuman SBMPTN Diundur Agustus 2020
Kartu Prakerja

Nasional

Siap-Siap, Kartu Prakerja Gelombang 13 Dibuka Pekan Depan
apahabar.com

Nasional

Jelang Debat Cawapres: Sandiaga Janji Santun, Ma’ruf Amin Menyesuaikan Durasi
Newcastle United

Nasional

Arab Saudi Tangkap 2 Anggota Kerajaan, Termasuk Adik Raja Salman
apahabar.com

Nasional

Polda Jatim kirim 100 Brimob ke Papua

Nasional

Jokowi Ulang Tahun, Netizen Layangkan Doa hingga Minta Sepeda
Gisel

Nasional

Gisel Berharap Kasus Video Syur Tak Ganggu Psikologis Gempita
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com