Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022 Kasus Covid-19 di 21 Daerah Naik, Pemerintah Meminta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Petir Berpotensi Melanda Hampir Seluruh Wilayah! Truk Terguling di A Yani Banjarmasin, Satu Orang Tewas

Doktor Kehormatan Paman Birin Ditolak Usai Audiensi, Rektor Sutarto: BEM ULM ‘Maulu-ulu’

- Apahabar.com     Rabu, 27 Oktober 2021 - 21:50 WITA

Doktor Kehormatan Paman Birin Ditolak Usai Audiensi, Rektor Sutarto: BEM ULM ‘Maulu-ulu’

Rektor Prof Sutarto Hadi berkukuh Paman Birin layak diberikan gelar doktor kehormatan. Sutarto sempat geram dalam audiensi dengan BEM, Rabu (27/10). apahabar.com/Riki

apahabar.com, BANJARMASIN – Prof Sutarto Hadi berkukuh Sahbirin Noor layak diberikan gelar doktor kehormatan. Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini tampak geram dalam audiensi dengan BEM, Rabu (27/10).

Sebabnya, seluruh BEM ULM tetap sepakat menyatakan sikap menolak penganugerahan gelar doktor kehormatan untuk Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Sutarto menganggap audiensi bersama perwakilan BEM se-ULM yang berlangsung hampir dua jam itu hanya buang-buang waktu. Dia menilai BEM sudah mengonsepnya sejak awal untuk tetap menolak penganugerahan gelar ke sang gubernur.

“Buat apa tadi ada audiensi kalau kalian (BEM se-ULM) sudah ada konsep sendiri. Buang-buang waktu saja, kalau kata orang Banjar itu maulu-ulu. Perlu diingat, bila ingin dihargai, belajarlah menghargai orang lain,” kesalnya.

Tak berselang lama, audiensi pun ditutup. Sutarto Hadi bersama jajarannya langsung meninggalkan ruangan dengan cepat.

Terpisah, Ketua BEM ULM Ahmad Rinaldi menjelaskan alasan pihaknya tetap menolak pemberian gelar Dr HC untuk gubernur tersebut lantaran selama audiensi tak ada argumen kuat dari rektorat.

“Seandainya pak rektor bisa menguatkan argumen kepada kami, bisa saja BEM ULM juga mendukung penganugerahan itu,” ujarnya.

Rinaldi bilang alasan dasar pejabat kampus untuk memberikan gelar kepada Paman Birin itu tidak relevan.

Mulai dari meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian hingga soal bantuan anggaran untuk kampus ULM.

“Itu sudah jadi kerjaannya gubernur, tanggung jawabnya pejabat daerah untuk menyejahterakan rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, hal itu bisa saja diapresiasi dengan cara lain, bukan seperti pemberian gelar doktor kehormatan ini.

Ke depan, BEM ULM, kata Rinaldi masih merancang rencana terlebih dahulu apa yang akan dilakukan. Yang jelas, pihaknya tetap menolak penganugerahan gelar Dr HC untuk Paman Birin, meski besok bakal dilaksanakan prosesinya.

Alasan Rektor

Polemik Doktor Kehormatan Paman Birin, ULM Dicap Obral Gelar

Anugerah gelar doktor kehormatan untuk Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dipastikan tetap diberikan.

Dalam audiensi tadi, Rektor Prof Sutarto Hadi menilai Sahbirin banyak kontribusi, khususnya bidang pertanian.

Terobosan yang dilakukan oleh sang gubernur selama ini di bidang pertanian sangat besar di samping Kalsel yang masih pada sektor pertambangan.

“Kebijakan Paman Birin di sektor pertanian membuat Kalsel tak lagi bergantung dengan pertambangan, beliau cukup berhasil selama ini,” jelasnya.

Ia pun melanjutkan saat ini kontribusi dari sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sudah lebih dari 14 persen, hampir sama dengan sektor pertambangan sebesar 16 persen.

“Artinya struktur ekonomi Kalsel lebih sehat dan berkelanjutan. Kebijakan dan prestasi beliau selama ini yang harus kita hargai,” tambahnya.

Audiensi yang digelar di aula rektorat lantai 3 kampus ULM Banjarmasin ini, tampak mendampingi Wakil Rektor I Aminuddin Prahatama Putra dan Wakil Rektor III Fauzi Makki.

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor I sempat menyebut bahwa karya ilmiah sang gubernur belum dipublikasi. Kendati begitu, dia bilang gelar Dr HC tetap diberikan.

Aminuddin menjelaskan bahwa publikasi karya ilmiah tersebut perlu waktu sangat lama, bisa sampai setahun.

Lagi pula, kata dia, doktor kehormatan ini hanya sebuah anugerah penghargaan. Bukan gelar yang melekat dalam bidang akademik. Alhasil, doktor kehormatan tetap bisa diberikan untuk Paman Birin.

“Karena membutuhkan waktu yang lama. Bisa sampai setahun. Namun lambat atau cepat karya itu dipublikasikan, gelar itu tetap diberikan,” ujarnya.

Ketua BEM ULM Ahmad Rinaldi menilai pemberian gelar ini terkesan buru-buru. Dia bahkan khawatir jika ada keterkaitan politik soal pemberian gelar ini.

Menurut Rinaldi, jika ada artikel atau karya ilmiah dari sang gubernur dalam mendapat gelar Dr HC mestinya dipublikasi. Kalau seperti ini, bakal memicu pandangan negatif dari masyarakat.

“Kalau karya ilmiahnya sudah dipublis, orang bisa melihat dan membedah sama-sama,” tuntasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

TPS Sungai Andai Ditutup, DLH Banjarmasin Siapkan TPS Alternatif
Banjarmasin

Banjarmasin

Dilimpahkan! Pemutilasi Ibu Muda di Belda Banjarmasin Terancam Hukuman Mati
Mendagri

Banjarmasin

Dear Mendagri! Pejabat Direktur RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Belum Terisi
apahabar.com

Banjarmasin

Imbas Pandemi Corona, PDAM Bandarmasih Rugi Rp 2 Miliar
AnandaMu

Banjarmasin

Tindaklanjuti Pelanggaran PSU, KPU Banjarmasin Rapatkan Sanksi AnandaMu
Tumbang

Banjarmasin

Pohon Tumbang di Pasar Ujung Murung Banjarmasin, Listrik 4 Ruko Padam

Banjarmasin

Dua Maling di Pemurus Baru Banjarmasin Ditangkap Polisi
Menteri Muhadjir

Banjarmasin

Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com