Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Ekspor Meningkat, Sektor Perikanan Kalsel Cukup Menjanjikan

- Apahabar.com     Selasa, 12 Oktober 2021 - 08:44 WITA

Ekspor Meningkat, Sektor Perikanan Kalsel Cukup Menjanjikan

FOTO: Ilustrasi bongkar muat ikan siap ekspor. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Ekspor sektor perikanan Kalsel mulai mulai menunjukkan. Ini ditandai dengan bertambahnya permintaan berbagai jenis ikan dari berbagai negara.

Terdapat sembilan negara tujuan ekspor perikanan, baik dari Eropa, Amerika dan Asia.

Kepala Dinas Perdagangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani di Banjarmasin Senin mengatakan, selama 2021 permintaan ekspor perikanan terus mengalami kenaikan.

Seperti permintaan Agustus yang naik signifikan menjadi sebanyak 418.106 kilogram. Kendati demikian pada September hanya 186.908 kilogram.

Begitu juga dengan nilai ekspor perikanan sebelumnya hanya 3,2 juta dolar AS lebih menjadi 7,7 juta dilar AS.

Meski nilainya masih jauh dibanding produk unggulan lainnya, seperti sektor pertambangan dan perkebunan, namun Birhasani yakin ke depan ekspor perikanan Kalsel akan terus meningkat.

Ia juga optimistis sektor perikanan jadi peluang pertumbuhan ekonomi baru Kalsel yang menjanjikan.

“Tujuan negara ekspor berbagai jenis ikan kita terus bertambah, rata-rata negara tersebut meminta kepeting, udang, serta produk hasil laut lainnya,” katanya.

Secara keseluruhan komoditas ekspor Kalsel pada Agustus mengalami peningkatan sebesar 23,21 persen dengan nilai mencapai 880,3 juta dolar AS lebih dibanding Juli sebesar 714,4 juta dolar AS.

Ekspor terbesar masih didominasi oleh sektor pertambangan sebesar 635,3 juta dolar AS naik dibanding Juli sebesar 519,9 dolar AS lebih dan sawit 189,2 juta dolar AS naik dibanding Juli sebesar 134,6 juta dolar AS.

Sedangkan produk karet, tambah Birhasani ke sedikit mengalami penurunan dari sebelumnya. 16,3 juta dolar AS menjadi 13,6 dolar AS.

“Kalau karet memang cenderung berfluktuatif, karena sangat ditentukan oleh musim, biasanya kalau musim penghujan produksi akan turun,” katanya.

Begitu juga produk kayu juga turun pada Juli sebesar 29,1 juta dolar menjadi 26,8 dolar AS.

“Beberapa produk lain, seperti produk-produk UMKM juga cenderung mengalami penurunan,” katanya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Resmi, Pekapuran Raya-Pemurus Dalam Zona Hitam Covid-19!
PDIP Kalsel

Kalsel

Berbagi Kebahagiaan, PDIP Kalsel Gotong Royong Potong 35 Hewan Kurban
apahabar.com

Kalsel

Limbuhang Haliau, Wisata Gua di Bawah Tanah yang Kini Memesona
apahabar.com

Ekbis

Makin ‘Pedas’, Harga Lombok di Pangkalan Bun Tembus Ratusan Ribu
Rumah bupati HSU

Kalsel

BREAKING! KPK Geledah Rumah Bupati HSU, Spanduk Panjang Membentang
bencana

Kalsel

Antisipasi Bencana, Ini Titik Evakuasi di Kecamatan Jaro Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Di Balangan Serentak Semprot Disinfektan Tiga Hari
apahabar.com

Kalsel

Sertifikasi Ratusan Guru Macet, DPRD Kalsel Panggil Dinas Pendidikan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com