Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung Advokat Jurkani Dibacok OTK di Angsana Menguji Klaim Jembatan Sei Alalak Antigempa hingga Tahan Seabad Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

Emas Merangkak Naik Ditopang Pelemahan Dolar-Kekhawatiran Inflasi

- Apahabar.com     Sabtu, 2 Oktober 2021 - 06:46 WITA

Emas Merangkak Naik Ditopang Pelemahan Dolar-Kekhawatiran Inflasi

FOTO: Ilustrasi emas naik ditopang pelemahan dolar AS hingga kekhawatiran inflasi. Foto-Antara

apahabar.com, CHICAGO – Emas merangkak naik atau sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan, Sabtu (2/10) WITA.

Emas naik ditopang oleh dolar yang lebih lemah dan kekhawatiran tentang kenaikan inflasi.

Disamping itu dipengaruhi juga risiko terhadap pertumbuhan, melawan spekulasi kenaikan suku bunga Fed lebih awal dari perkiraan.

Kantor berita Antara, Sabtu, melaporkan kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, naik moderat 1,4 dolar AS atau 0,08 persen, menjadi ditutup pada 1.758,40 dolar AS per ounce.

Untuk pekan ini, emas berhasil menguat 0,4 persen, meskipun sempat melonjak 1,98 persen pada Kamis (30/9) emas mencatat kerugian tajam 3,4 persen untuk September.

Sehari sebelumnya, Kamis (30/9), emas berjangka melambung 34,1 dolar AS atau 1,98 persen menjadi 1.757 dolar AS, setelah merosot 14,6 dolar AS atau 0,84 persen menjadi 1.722,90 dolar AS pada Rabu (29/9). Kemudian jatuh 14,5 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.737,50 dolar AS pada Selasa (28/9).​​​​​​​

“Penurunan dolar dan imbal hasil obligasi yang lebih rendah mendukung emas. Sementara para investor memposisikan ulang investasi mereka untuk kuartal keempat,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Membantu daya tarik emas, saham Eropa dan Asia jatuh di tengah kekhawatiran tentang inflasi dan kemungkinan perlambatan pertumbuhan.

“Siapa pun yang mencoba meyakinkan pelaku pasar bahwa inflasi tidak ada di sini, itu permainan bodoh,” kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

Ia menambahkan bahwa melonjaknya harga-harga energi karena krisis di China dan Eropa kemungkinan akan memukul pertumbuhan dan pendapatan serta menyebabkan volatilitas Oktober, yang akan mendukung emas.

Tidak Pasti

Prospek bahwa Fed AS mungkin tetap mengurangi dukungan ekonomi tahun ini menekan emas.

Beberapa analis mengatakan, karena pengurangan stimulus dan suku bunga yang lebih tinggi cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas.

“Kami mungkin melihat emas menikmati beberapa aliran safe-haven karena prospek menjadi semakin tidak pasti,” kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Menurut dia, akan menarik untuk melihat apakah emas dapat mempertahankan kenaikan ini jika penghindaran risiko berlanjut dalam beberapa minggu mendatang.

“Banyak rintangan tetap ada yang akan membuat pendakian menjadi sangat menantang. Yang pertama adalah 1.760 dolar AS, di mana emas mengalami resistensi kemarin, diikuti oleh 1.780 dolar AS.”

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat (1/10) bahwa harga-harga pengeluaran konsumsi pribadi naik 0,4 persen pada Agustus dan 4,3 persen tahun ke tahun, tertinggi sejak Januari 1991 memberikan dukungan terhadap emas,

Emas juga mendapat dukungan ketika indeks manajer pembelian (PMI) Manufaktur AS yang dirilis IHS Markit direvisi lebih tinggi menjadi 60,7 pada September dari semula 60,5, masih di bawah 61,1 pada Agustus.

Namun, indeks sentimen konsumen Universitas Michigan (UM) berada di angka 72,8 pada September, naik dari 70,3 pada Agustus, membatasi pertumbuhan emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 48,9 sen atau 2,22 persen, menjadi ditutup pada 22,536 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Januari naik 11,2 dolar AS atau 1,16 persen, menjadi ditutup pada 973,6 dolar per ounce.

 

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Cabai di Banjarbaru Naik, Ternyata Ini Penyebabnya
apahabar.com

Ekbis

Libur Panjang, Rupiah Menguat Tajam
apahabar.com

Ekbis

Bahan Pokok di Pasar Marabahan Diprediksi Aman Sebulan ke Depan
apahabar.com

Ekbis

Cenderung Terkoreksi, IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar
laporan keuangan

Ekbis

Cara Membuat Laporan Keuangan dengan BukuWarung
Asia Awards 2021

Ekbis

Konsisten Kembangkan Energi Bersih, PLN Raih REM TM Asia Awards 2021
apahabar.com

Ekbis

Kunjungan Wisata di Kalsel Naik, Ini Faktanya
apahabar.com

Ekbis

Dampingi Jokowi, Bahlil Bahas Peluang Investasi Australia di Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com