Sulitnya Mengungkap Perampokan Bersenpi Bos Emas Paramasan Polisi Tetapkan Mantan Pacar Pelaku Investasi Bodong Balikpapan Tersangka Kalsel Banjir, PLN Gerak Cepat Nonaktifkan Ratusan Gardu Listrik Sikapi Putusan MK, Jokowi Tegaskan Revisi UU Cipta Kerja Secepatnya Dilantik Esok, Sederet PR Menanti Sekda Baru Banjarmasin

Gegara Delta BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

- Apahabar.com     Selasa, 19 Oktober 2021 - 17:55 WITA

Gegara Delta BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

Penularan varian Delta menyebabkan kerusakan yang lebih luas dan lebih dalam pada kegiatan ekonomi. Foto ilustrasi: Merdeka.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2021.

Proyeksi turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,8 persen menjadi 5,7 persen.

Ini karena pemulihan ekonomi dunia yang berlanjut namun lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS), China, dan Jepang lebih rendah dari perkiraan sejalan dampak kenaikan kasus varian Delta Covid-19, serta gangguan rantai pasokan dan energi global,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil RDG Bulan Oktober 2021 Cakupan Triwulanan di Jakarta, Selasa (19/11) dilansir Antara.

Di sisi lain ia menilai pemulihan ekonomi Eropa lebih tinggi sehingga menahan perlambatan ekonomi global.

Kinerja sejumlah indikator dini seperti Purchasing Managers’ Index (PMI), penjualan eceran, dan keyakinan konsumen secara umum melambat pada September 2021.

Namun ia menjelaskan kenaikan volume perdagangan dunia dan harga komoditas terus berlanjut, sehingga menopang prospek ekspor negara berkembang.

“Pemulihan ekonomi dunia diperkirakan akan tetap berlanjut pada 2022 meskipun dampak dari gangguan rantai pasokan dan keterbatasan energi perlu tetap diwaspadai,” ujarnya.

Meski begitu, dirinya menuturkan ketidakpastian pasar keuangan global sedikit menurun di tengah kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter global yang lebih cepat, sejalan kenaikan inflasi yang terus berlangsung.

Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tetap berlanjutnya aliran portofolio global ke negara berkembang, khususnya di negara-negara yang mempunyai imbal hasil aset keuangan yang menarik dan kondisi ekonomi yang membaik.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Bersamaan Pengumuman Hasil Rapat Bank Sentral, IHSG Diperkirakan Melemah
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pendapatan Huawei Malah Naik
Alat Berat

Ekbis

Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M
apahabar.com

Ekbis

Gubernur Minta PT KMJ Prioritaskan TK Lokal
DP 0 Persen

Ekbis

Halo Warga Kalsel: Ingin Kredit Rumah? Mulai Besok KPR DP 0 Persen
IHSG Diprediksi Bergerak Datar

Ekbis

Pertemuan The Fed Dimulai, IHSG Diprediksi Bergerak Datar
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Berpeluang Menguat Imbas Pelonggaran Lockdown di Sejumlah Negara
apahabar.com

Ekbis

Memasuki Kemarau, Petani Limau Keprok Terancam Gagal Panen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com