Heboh! Polisi Kotabaru Gerebek Perusahaan Jasa Penagih Hutang Pinjol Setelah DMI Kalsel, Giliran Satgas Soroti Saf Rapat Al-Jihad Status PPKM Kotabaru Naik Level 3, Kadinkes Beberkan Penyebabnya Jelang Peresmian, Penutupan Total Jembatan Sei Alalak Tunggu Instruksi Paspampres Viral! Video Sepasang Muda-Mudi Diduga Berbuat Mesum, Polres HST Turun Tangan

Geramnya Bupati Kotabaru Lihat Ulah Begal Tewaskan Remaja di Gemuruh

- Apahabar.com     Selasa, 12 Oktober 2021 - 10:12 WITA

Geramnya Bupati Kotabaru Lihat Ulah Begal Tewaskan Remaja di Gemuruh

Bupati Sayed Jafar saat menengok kondisi Mahriani. Ia meminta jajarannya tak memungut sepeserpun kepada korban. apahabar.com/Duki

apahabar.com, KOTABARU – Kondisi Mahriani (53) korban begal di Desa Gemuruh, Pulau Laut Barat berangsur membaik.

Belakangan, apa yang menimpa Mahriani membuat geram Bupati Sayed Jafar.

Sayed meminta polisi tak pandang bulu memproses hukum pelaku AT.

Tim medis RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru sudah membolehkan Mahriani pulang pada Senin (11/10).

“Berlanjut ke rawat jalan,” ujar salah seorang perawat di sana, Selasa (12/10).

Didampingi tim medis juga dari Polres Kotabaru, Mahriani beranjak meninggalkan RSUD Pangeran Jaya Sumitra Senin sore.

Perkembangan kesehatan Mahriani akan terus dipantau lewat tim medis Puskesmas di Pulau Laut Barat.

“Untuk ibu kondisinya akan tetap kami pantau. Di sana ada bidan, desa juga Puskesmas,” ujar Plt Direktur RS, Ernawati.

Mahriani jadi korban pembegalan sepulang dari kebun karetnya di Desa Gemuruh, Pulau Laut Barat, Selasa 5 Oktober.

Petang itu, di tengah perjalanan pulang bersama putrinya, nahas ia berpapasan dengan AT.

AT kemudian balik mengejarnya hingga mereka berdua tersungkur ke semak belukar. Tanpa ampun AT kemudian memarang keduanya secara membabi buta.

Akibat serangan itu, sang anak, Aulia Putri yang mencoba melindungi ibunya mengalami luka parah di pelipis hingga bokong.

Tiga hari dirawat, remaja SMP ini mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (8/10). AT sendiri dibekuk kurang dari 2×24 jam. Di kediamannya. Tanpa perlawanan.

Ironisnya, motif penyerangan maut ini hanya karena persoalan buah nangka. Pelaku mengaku kesal dituduh mencuri di kebun korban.

Mendengar kabar pembegalan maut di wilayahnya, Sayed langsung turun ke RSUD Pangeran Jaya Sumitra. Ia mengecek langsung kondisi Mahriani.

Menurutnya, apa yang dilakukan AT tergolong sadis, dan tak logis. Ia meminta warganya tak gampang menyelesaikan masalah dengan kekerasan.

“Selama saya menjabat, ini yang paling sadis. Tentu tidak ada toleransi bagi pelakunya, semoga kejadian tidak terulang lagi,” harap Sayed seusai menjenguk korban.

Sepeninggal Aulia, Sayed terus meminta Mahriani untuk tabah. Di akhir, Sayed meminta agar pihak RS tak memungut biaya sepeserpun kepada Mahriani.

Fakta Mencengangkan Begal Maut di Gemuruh Kotabaru, Ibu Sendiri Dibacok!

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Mess Dit Samapta

Kalsel

Wakapolda Kalsel Tinjau Pembangunan Mess Dit Samapta dan Aula Serba Guna Satbrimob
apahabar.com

Kalsel

Pencuri Burung di Banjarbaru Terciduk Saat Panjat Pagar
BirinMu

Kalsel

Blusukan Hari Pertama Kerja, Kadinkes Kalsel Beberkan Hasil Tinjauan BirinMu
apahabar.com

Kalsel

Beberapa Hari Menghilang, Indah Akhirnya Ditemukan Polsek Martapura Kota
Heboh Virus Corona, Dinkes Banjarmasin Terbitkan Imbauan

Kalsel

Heboh Virus Corona, Dinkes Banjarmasin Terbitkan Imbauan  
Kotabaru

Kalsel

Truk Vs Jupiter di Cantung Kotabaru, Remaja Putri Alami Pendarahan
apahabar.com

Kalsel

VIDEO: Menegangkan, Detik-Detik Warga Kotabaru Rebut Jasad dari Mulut Buaya
apahabar.com

Kalsel

Anggota DPRD Banjarmasin Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru PAUD/TK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com