Kaltim Raup Rp 19,8 M dari Pisang Kepok Gerecek di Expo Pangan Nusantara Jelang Nataru, Palangka Raya Awasi Potensi Penimbunan Bahan Pokok Kejagung Tetapkan Seorang Pengacara Sebagai Tersangka Kasus LPEI Respons Bupati Barito Timur Soal Warning Mensos Risma Terkait Banjir ‘Banyu’ Naik, Remaja Tewas Tersetrum di Siring Amuntai

Gubernur Pertama Doktor Kehormatan, Paman Birin Bangga Jadi Alumnus ULM

- Apahabar.com     Kamis, 28 Oktober 2021 - 17:55 WITA

Gubernur Pertama Doktor Kehormatan, Paman Birin Bangga Jadi Alumnus ULM

Sejak 1958, baru dua kali Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa. apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Sejak 1958, baru dua kali Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa.

Yang pertama diberikan kepada Nicolaas Josephus Maria “Nico” Roozen pria asal Belanda pada 2019 silam.

Dan kedua, kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang dinilai berkontribusi dalam kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Kalsel. Terutama di bidang pertanian.

“Beliu sangat layak mendapatkan penghargaan ini, beliau adalah gubernur pertama (yang mendapatkan) sepanjang sejarah ULM sejak berdiri 1958,” ujar Rektor ULM Sutarto Hadi, Kamis (28/10) di sela penganugerahan.

Menurutnya, gelar honoris causa tidak bisa diberikan ke sembarangan orang. Dan Paman Birin – sapaan akrab Gubernur Kalsel, sebutnya orang yang istimewa.

“Berita mengenai ini menjadi topik hangat di pemberitaan, ternyata memang beliau itu orang yang istimewa, bisa dilihat saat menyampaikan orasi ilmiahnya,” jelas rektor.

Penguasaan ilmu yang dimiliki Paman Birin, juga kebijakan yang diambilnya dinilai telah memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan di bidang pertanian Kalsel.

Sahbirin dianggap mampu mempertahankan swasembada beras bahkan surplus, hingga mampu menyumbang produksi beras untuk memenuhi kebutuhan pangan ke provinsi tetangga.

Sementara itu, Paman Birin mengaku memang bidang pertanian menjadi prioritas pemerintahannya.

Pemprov Kalsel, kata dia, tengah fokus dan konsen membangun pertanian. Karena menurutnya, perkembangan pertanian sebagai pengimbang sumber daya alam tak terbarukan seperti batu bara.

“Kita tahu batu bara dari fosil, fosil itu ada saatnya akan habis, kalau habis kita mau apa jadi kita harus sedia payung sebelum hujan,” katanya.

Yang mana, maksudnya bertransformasi dari sumber daya tak terbarukan menjadi sumber daya terbarukan seperti pertanian, perkebunan dan pariwisata.

“Sekali lagi terima kasih kepada ULM, saya bangga menjadi alumnus ULM,” tuntasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: 20 Sembuh, Bumi Bersujud Juga Tambah Kasus Positif
apahabar.com

Kalsel

Lama ‘Puasa’, Dewan Kalsel Kunker Berjemaah Hari Ini
PAMA

Kalsel

Eks PAMA Dapat Prioritas, Nasib Subkon Belum Jelas

Kalsel

Belanda Pulangkan Keris Diponegoro, Tengkorak Demang Lehman Kapan?
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Masyarakat Meriahkan HUT PDIP
Banyak Perpus di Kalsel Tak Penuhi Standar, Intip Siasat Dispersip

Kalsel

Banyak Perpus di Kalsel Tak Penuhi Standar, Intip Siasat Dispersip
Kotabaru

Kalsel

Di Balik Pembuangan Bayi di Kotabaru, Ternyata Hasil Hubungan Gelap Sekebun
apahabar.com

Kalsel

Sembuh dari Covid-19, Asisten Barito Putera Akhirnya Pulang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com