Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Banjir di Pusat Kota HST Meluas, Ratusan Jiwa Mengungsi

Harga Batu Bara Meroket, Saham Raksasa Alibaba Terperosok

- Apahabar.com     Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:30 WITA

Harga Batu Bara Meroket, Saham Raksasa Alibaba Terperosok

Logo Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. (HKEX) terlihat di distrik Pusat keuangan di Hong Kong, Cina, Senin (14/9). Foto: Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Saham-saham Hong Kong ditutup lebih rendah imbas perusahaan teknologi dan perawatan kesehatan pada perdagangan Rabu (27/10) sore.

Sementara peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah jangka pendek disebut berpotensi menguras likuiditas dari pasar.

Indikator utama Bursa Efek Hong Kong, Indeks Hang Seng (HSI) anjlok 1,57 persen atau 409,53 poin berakhir di 25.628,74 poin.

Sedang Indeks China Enterprises merosot 1,79 persen atau 165,63 poin menjadi menetap di 9.093,80 poin.

Indeks Teknologi Hang Seng dan Indeks Kesehatan Hang Seng masing-masing merosot sekitar 3,0 persen.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun melonjak ke level tertinggi 19 bulan, berpotensi menguras likuiditas dari pasar negara berkembang.

Para analis, seperti dilansir Antara, mengatakan pengumuman tapering Federal Reserve AS minggu depan adalah kesepakatan yang hampir selesai.

Pasar telah bergerak melewati pembicaraan pengurangan pembelian aset dan sekarang fokus pada pengetatan.

Secara terpisah, China akan meminta pengguna di bawah umur untuk mengirimkan rincian pribadi wali mereka karena tampaknya akan merombak aturan untuk mendaftarkan akun daring dengan nama asli, dan menuntut lebih banyak pemeriksaan verifikasi oleh platform.

Raksasa teknologi Alibaba Group, Meituan, Tencent Holdings terperosok antara 3,0 persen dan 5,0 persen.

Sub-indeks energi turun lebih dari 2,0 persen karena saham penambang batu bara merosot.

China mengatakan akan melakukan pekerjaan, “pembersihan dan perbaikan” di lokasi penyimpanan batu bara di beberapa daerah penghasil batu bara dan melarang lokasi penyimpanan tanpa persetujuan dalam langkah terbarunya untuk mengatasi harga batu bara yang meroket.

Jaringan hot pot Haidilao International Holding anjlok 7,5 persen ke level terendah sejak Maret 2019, persentase penurunan terbesar pada indeks acuan Hang Seng.

Goldman Sachs memangkas estimasi perolehan laba Haidilao di tengah wabah Covid-19 di beberapa provinsi baru-baru ini di China.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekbis

Masih Tertekan Efek Pengumuman Tapering, Rupiah Akhir Pekan Melemah

Ekbis

Permintaan Turun, Harga Minyak Stagnan
Dolar AS Melemah

Ekbis

Terimbas Data Ekonomi, Dolar AS Ikut Melemah
apahabar.com

Ekbis

Update Harga Bawang di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Banjarmasin Alami Inflasi 0,12 Persen, Intip Penyebabnya
apahabar.com

Ekbis

Tensi AS-Iran Turun, Rupiah Diprediksi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Melemah, Rupiah Tertekan Perbaikan Ekonomi AS
SMELTER ISAM

Ekbis

Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com