Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Harga Sawit Kotabaru Moncer Hari Ini, Petani Ngeluh

- Apahabar.com     Rabu, 20 Oktober 2021 - 12:48 WITA

Harga Sawit Kotabaru Moncer Hari Ini, Petani Ngeluh

Harga tbs sawit di Kotabaru dilaporkan pecah rekor hari ini. Foto ilustrasi: JPNN.com

apahabar.com, KOTABARU – Tren positif harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kotabaru berlanjut pada Rabu (20/10).

Harga TBS hari ini dilaporkan naik Rp60 per kilogram dari Rp2.500 menjadi Rp2.560 per kilogram.

Mulai 17 Oktober 2021 harga TBS sudah naik sebesar Rp60/kg menjadi Rp2.560 per kilogram.

Menariknya, harga tersebut termasuk yang tertinggi dalam satu dekade hampir empat tahun terakhir.

Kendati begitu, perolehan hasil panen berupa TBS hampir empat bulan terakhir terus berkurang.

“Kali ini, tanaman kelapa sawit mengalami “trek” buah berkurang, meski harga TBS tergolong tinggi, namun pendapatan petani masih relatif rata-rata,” ujar seorang pengusaha perkebunan kelapa sawit, Abu Bakar, dikutip apahabar.com dari Antara.

Wakil Ketua Koperasi Unit Desa Gajah Mada Kotabaru, Narso, menjelaskan adalah hal lumrah selama satu tahun tanaman kelapa sawit mengalami trek buah berkurang.

“Biasa dalam satu tahun itu ada waktunya panen raya, dan ada waktunya buah berkurang,” uajrnya.

Sekarang, tinggal petani saja yang menjaga pendapatannya di kala buah sedang trek, agar tidak terlalu pusing mengatur keuangan.

Harga TBS dari tanaman swadaya berbeda dengan harga TBS yang dihasilkan dari tanaman plasma atau inti perusahaan.

Meski tak sama, harga TBS secara umum dalam satu wilayah relatif sama.

“Jika ada selisih maka selisihnya tidak signifikan,” ujarnya.

Hingga saat ini, KUD Gajah Mada telah mengelola sekitar 7.100 hektare perkebunan kelapa sawit milik anggota yang berjumlah kisaran 5.000 orang.

Perkebunan kelapa sawit milik anggota tersebut dikelompokkan menjadi dua bagian, tahap pertama dan tahap kedua.

Masing-masing tahap dan desa akan berbeda, tergantung kesuburan lahan, jarak kebun dengan pabrik kelapa sawit (PKS) dan faktor yang lainnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bjb

Ekbis

Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat, Respon Positif Atas Membaiknya Data Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Jelang Ramadan, Harga Bawang di Kalsel Kompak Naik
apahabar.com

Ekbis

Bergerak Variatif, IHSG Diprediksi Cenderung Menguat Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Inflasi Awal Februari Meningkat, Ini Catatan BI
apahabar.com

Ekbis

Masih Menanti Investor, Kereta Api Tabalong-Banjarmasin Dijamin Tak Terabas Hutan
apahabar.com

Ekbis

BI Kalsel Buka Kas Keliling, Cek Jadwal dan Lokasinya
apahabar.com

Ekbis

November, Bandara Syamsudin Noor Jadi Bandara Internasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com