Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini Truk Conch Disweeping di Amuntai, Kapolres HSU Buka-bukaan Akhirnya, Buronan Pelaku Penggelapan Motor Scoopy di HST Diringkus Tim Resmob Grand Launching RSI Sultan Agung Banjarbaru, Terapkan Layanan Bersyariat Islam

Hindari Hari Kejepit, Libur Maulid Nabi 2021 Digeser ke 20 Oktober

Pemerintah menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dari 19 Oktober 2021 menjadi 20 Oktober.Menteri Koordinator Bidang
- Apahabar.com     Minggu, 17 Oktober 2021 - 10:49 WITA

Hindari Hari Kejepit, Libur Maulid Nabi 2021 Digeser ke 20 Oktober

Hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dari 19 Oktober 2021 menjadi 20 Oktober. Foto-Ilustrasi/Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dari 19 Oktober 2021 menjadi 20 Oktober.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan penggeseran hari libur Maulid Nabi tersebut dilakukan untuk menghindari libur panjang.

“Mengenai penggeseran libur hari besar keagamaan itu pertimbangan semata-mata untuk menghindari masa libur yang panjang, karena celah antara libur reguler itu ada hari kejepit yaitu hari Senin,” kata Muhadjir usai olahraga bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Pangkalan Utama TNI AL, Kupang, kutip Liputan6.com, Minggu (17/10).

“Sehingga kalau libur hari Selasa itu bakal dimanfaatkan hari Senin itu untuk bolos atau izin, tapi sebenarnya niatnya untuk memperpanjang liburnya,” lanjut dia.

Muhadjir menjelaskan, jika pemerintah tidak menggeser hari libur Maulid Nabi, dikhawatirkan mobilitas masyarakat tidak terkendali. Hal tersebut juga terlihat pada pengalaman sebelumnya, saat libur panjang.

“Kita sudah sangat pengalaman setiap terjadi libur panjang, pergerakan orang besar-besaran dari tempat ke tempat lain itu bisa menaikkan Covid-19,” beber Muhadjir.

Antisipasi

Walaupun lonjakan kasus sudah melandai, lanjut Muhadjir, masyarakat perlu mewaspadai dan mengantisipasi lonjakan kasus. Hal tersebut untuk mencegah lonjakan kasus seperti yang terjadi usai Idul Fitri lalu.

“Tentu saja memang banyak ini sudah mulai turun, ya justru ini sudah mulai turun kita tidak mau main-main lagi, karena kita sudah membiarkan libur panjang tanpa ada interversi kebijakan itu akan ada kenaikan kasus,” pungkas Muhadjir.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Di Wilayah Lain Menurun, Kasus Baru Corona di Hubei Malah Meningkat

Nasional

Survei SMRC: Dukungan Publik kepada Prabowo Turun, Ganjar dan Anies Meningkat
apahabar.com

Nasional

KPK Sebut Tak Perlu Sampai 1.000 Hari Temukan Pelaku Kasus Novel
apahabar.com

Nasional

Rp 143 Miliar Dari Korsel Untuk Palu
covid-19 indonesia

Nasional

Bertambah 13.094, Covid-19 Indonesia Tembus 1 Juta Kasus

Nasional

Database Dibobol Hacker, KPAI Angkat Bicara
apahabar.com

Nasional

Jokowi – Ma’ruf Amin Luncurkan Gerakan Rabu Putih
apahabar.com

Nasional

I2 Ungkap 10 Pilkada yang Ramai Disorot Media Online
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com