Resmi, Pengurus MUI Kotabaru Dikukuhkan Lagi! Pipa PDAM Bandarmasih Bocor, Off 6 Jam, Sejumlah Wilayah Terdampak Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin

IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok

- Apahabar.com     Sabtu, 23 Oktober 2021 - 17:04 WITA

IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok

Ilustrasi lokasi pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kaltim. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Rencana Ibu Kota Negara (IKN) baru terus berlanjut. Rencananya IKN akan dipimpin oleh Kepala Otorita yang ditunjuk dan diberhentikan oleh presiden.

Hal ini tertuang dalam rancangan atau draf rancangan Undang Undang atau RUU IKN. Kepala Otorita sendiri nanti akan dibantu wakil.

Seperti diketahui RUU IKN telah diserahkan pemerintah ke DPR RI untuk dibahas.

“Pemerintahan Khusus IKN dipimpin oleh Kepala Otorita IKN dan dibantu oleh seorang Wakil Kepala Otorita IKN yang ditunjuk, diangkat, dan diberhentikan langsung oleh Presiden,” bunyi pasal 9 draf RUU IKN dikutip apahabar.com dari cnnindonesia, Sabtu (30/10).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung beberapa nama kandidat Kepala Otorita IKN.

Selain nama Dirut Pertama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ada tiga nama lain dengan latar belakang berbeda. Yakni, Menristek terakhir Bambang Brodjonegoro, pengusaha sapi Tumiyana, hingga Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

“Namanya kandidat memang banyak. Satu, pak Bambang Brodjonegoro, dua pak Ahok, tiga pak Tumiyana, empat pak Azwar Anas. Cukup,” ujar Jokowi, dikutip dari liputan6.com.

Adapun Kepala Otorita IKN dan Wakil Kepala Otorita IKN kelak kan memegang jabatan selama 5 tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan sesudahnya, juga dapat ditunjuk dan diangkat kembali dalam masa jabatan yang sama.

“Kepala Otorita IKN dan/atau Wakil Kepala Otorita IKN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dapat diberhentikan sewaktu-waktu oleh Presiden sebelum masa jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir” tulis Pasal 10 ayat (2).

Masih dalam RUU IKN, rencan pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) akan dilakukan pada semester I 2024.

“Pemindahan status Ibu Kota Negara dari Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta ke IKN dilakukan pada semester I tahun 2024 dan ditetapkan dengan Peraturan Presiden,” bunyi Pasal 3 RUU IKN.

Meski IKN nantinya akan bertempat di Kaltim, namun status DKI Jakarta sebagai ibu kota negara belum akan dicabut sebelum ada Peraturan Presiden (Perpres) yang membawahinya.

“Sejak UU (IKN) ini diundangkan sampai dengan tanggal pengundangan Peraturan Presiden mengenai Pemindahan Status Ibu Kota Negara dari Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta ke IKN, kedudukan, fungsi, dan peran IKN tetap berada di Provinsi DKI Jakarta,” tulis Pasal 28 ayat (1).

Begitu pun kantor pusat kementerian/lembaga dan kedutaan besar perwakilan negara sahabat, yang secara bertahap baru akan berpindah dan bertugas di IKN baru saat Perpres dikeluarkan.

“Pada tanggal diundangkan Peraturan Presiden tentang Pemindahan Status Ibu Kota Negara dari Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta ke IKN, seluruh Lembaga Negara secara resmi berpindah kedudukannya dan mulai menjalankan tugas, fungsi, dan perannya secara bertahap di IKN,” terang Pasal 21 ayat (1).

“IKN menjadi tempat kedudukan bagi Lembaga Negara, perwakilan negara asing dan perwakilan organisasi/lembaga internasional,” bunyi Pasal 4 ayat (3).

Namun, pemindahan IKN dari DKI Jakarta ke Kaltim bukan hanya keputusan Presiden semata. RI 1 perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan DPR untuk proses penetapan ibu kota negara di tempat baru.

“Presiden berkonsultasi dengan DPR dalam kegiatan pemindahan Ibu Kota Negara dari Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta ke wilayah IKN,” bunyi Pasal 20.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kasus Hambalang

Nasional

Ungkit Kasus Hambalang dan Century, Warganet: #TangkapEdhiBaskoro
Nestle

Nasional

60% Produknya Dianggap Tak Sehat, Nestle Beri Penjelasan
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Masyarakat Semakin Khawatir Covid-19
apahabar.com

Nasional

Angin Segar untuk Guru Honorer, Seleksi Honorer Jadi Setara PNS Digelar 2019
PPKM

Nasional

Jokowi: PPKM Darurat Mau Tak Mau Harus Dilakukan
Menlu RI

Nasional

Menlu RI Tolak Nasionalisme dan Politisasi Vaksin
apahabar.com

Nasional

Sejumlah Musisi Iringi Pemakaman Jenazah Bani Seventeen
apahabar.com

Nasional

Di Gunung Sindur, Setya Novanto Tempati Sel Pengamanan Super Maximum Security
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com