Akhirnya, Buronan Pelaku Penggelapan Motor Scoopy di HST Diringkus Tim Resmob Grand Launching RSI Sultan Agung Banjarbaru, Terapkan Layanan Bersyariat Islam Via Jamela, KPK Dalami Keperluan Pribadi Bupati HSU 5 Kali HST Diterjang Banjir, Mitigasi Mestinya Dicermati Pemkab Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch!

Indonesia-Malaysia Khawatirkan Potensi Perlombaan Senjata di Kawasan Indo-Pasifik

Indonesia dan Malaysia berbagi kekhawatiran yang sama atas meningkatnya rivalitas kekuatan besar dan potensi perlombaan senjata di kawasan
- Apahabar.com     Senin, 18 Oktober 2021 - 21:42 WITA

Indonesia-Malaysia Khawatirkan Potensi Perlombaan Senjata di Kawasan Indo-Pasifik

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyambut kedatangan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah yang melakukan kunjungan kerja ke Jakarta, Senin (18/10/2021). Foto-Antara/Ho-Kemlu RI

apahabar.com, JAKARTA – Indonesia dan Malaysia berbagi kekhawatiran yang sama atas meningkatnya rivalitas kekuatan besar dan potensi perlombaan senjata di kawasan Indo-Pasifik.

“Kita tidak menghendaki dinamika saat ini mengakibatkan tensi arms race [perlombaan senjata—red] dan juga power projection [unjuk kekuatan—red]. Situasi ini tidak akan menguntungkan siapa pun,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi ketika menyampaikan pernyataan pers secara virtual usai pertemuan bilateral dengan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah di Jakarta, Senin (18/10) dilansir Antara.

Tanpa menyebut negara atau kelompok tertentu, Menlu Retno menyatakan bahwa Indonesia dan Malaysia sepakat untuk meningkatkan upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Salah satu upaya yang akan terus dilakukan adalah dengan terus memperkuat kesatuan dan sentralitas ASEAN.

“Di saat yang sama (kami) meminta seluruh mitra ASEAN berkontribusi bagi stabilitas, keamanan, perdamaian, dan kesejahteraan kawasan dengan tetap menghormati hukum internasional,” ujar Menlu Retno.

Sementara itu, Menlu Malaysia menyinggung rencana Australia untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir, dengan bantuan kerja sama dari Inggris dan Amerika Serikat.

Kerja sama pertahanan yang dikenal dengan sebutan AUKUS itu disebut banyak pihak bertujuan untuk menandingi meluasnya pengaruh China di kawasan, khususnya terkait isu sengketa Laut China Selatan yang melibatkan sejumlah negara.

“Walaupun negara tersebut coba mengatakan bahwa ini adalah kapal selam yang bertenaga nuklir tetapi tidak bersenjata nuklir, tetapi kami telah menyatakan kerisauan dan kegusaran karena ini bisa memicu keterlibatan kekuatan lain di kawasan ASEAN dan di Laut China Selatan,” tutur Saifuddin, tanpa menyebut Australia.

Khusus mengenai Laut China Selatan, Indonesia dan Malaysia yang sama-sama memiliki kepentingan ekonomi di wilayah perairan tersebut sepakat untuk saling bertukar pandangan dan bekerja sama lebih erat untuk menyelesaikan isu yang dihadapi bersama.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Kasus Infeksi Covid-19 di India Capai 6,63 Juta Kasus

Internasional

Di PBB, Jokowi Ungkap Janji RI saat Jadi Presiden G20
apahabar.com

Internasional

Mulai 1 Juli, Mesir Buka Semua Bandara dan Penerbangan Internasional
apahabar.com

Internasional

Rusia Enggan Tiru Prancis, Terbitkan Karikatur Hina Islam
apahabar.com

Internasional

PBB Kritik Penerapan Hukum Syariah di Brunei
apahabar.com

Internasional

Sampah Elektronik Global Terus Naik dalam 5 Tahun

Internasional

Berkunjung ke Rusia, Orang Asing Ditawarkan Vaksinasi
apahabar.com

Internasional

Penembakan di Masjid Selandia Baru, Tiga WNI Selamat, Tiga Lainnya Belum Ada Kabar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com