Setahun 2 Kali Kalsel Darurat Banjir, Jangan Melulu Salahkan Cuaca Sulitnya Mengungkap Perampokan Bersenpi Bos Emas Paramasan Polisi Tetapkan Mantan Pacar Pelaku Investasi Bodong Balikpapan Tersangka Kalsel Banjir, PLN Gerak Cepat Nonaktifkan Ratusan Gardu Listrik Sikapi Putusan MK, Jokowi Tegaskan Revisi UU Cipta Kerja Secepatnya

Jaksa Agung Kaji Kemungkinan Hukuman Mati Bagi Koruptor

- Apahabar.com     Kamis, 28 Oktober 2021 - 20:31 WITA

Jaksa Agung Kaji Kemungkinan Hukuman Mati Bagi Koruptor

Jaksa Agung Berikan Amanat pada Upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke-61. Foto-Merdeka.com

apahabar.com, JAKARTA – Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin, mengkaji dan membuka kemungkinan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Hal itu katakan Jaksa Agung dalam taklimat kepada para pimpinan di lingkungan kejaksaan dalam kunjungan kerja di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah.

“Bapak Jaksa Agung sedang mengkaji kemungkinan hukuman mati bagi koruptor,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Simanjutak, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (28/10).

Ia menjelaskan, peluang hukuman mati bagi koruptor dibuka yang tengah dikaji Burhanuddin yakni untuk kasus seperti Asabri dan Jiwasraya.

Karena, kedua kasus megakorupsi ini tidak hanya menimbulkan kerugian negara tetapi juga berdampak luas kepada masyarakat maupun prajurit.

“Perkara Jiwasraya menyangkut hak-hak orang banyak dan hak-hak pegawai dalam jaminan sosial, demikian pula perkara korupsi di Asabri terkait hak-hak seluruh prajurit di mana ada harapan besar untuk masa pensiun dan untuk masa depan keluarga mereka di hari tua,” kata Simanjuntak.

Kasus korupsi ada PT Jiwasraya menimbulkan kerugian negara sebesar Rp16,8 triliun, sedangkan korupsi PT Asabri (Persero) lebih besar lagi yakni Rp22,78 triliun.

Oleh karena itu, kata dia, Burhanuddin tengah mengkaji kemungkinan penerapan hukuman mati guna memberikan rasa keadilan dalam penuntutan perkara dimaksud. Tentu harus tetap memperhatikan hukum positif yang berlaku serta nilai-nilai HAM.

Selain itu, lanjut Simanjuntak, atasannya itu juga menyampaikan kemungkinan konstruksi lain yang akan dilakukan, yaitu bagaimana mengupayakan agar hasil rampasan juga dapat bermanfaat langsung dan adanya kepastian baik terhadap kepentingan pemerintah maupun masyarakat yang terdampak korban dari kejahatan korupsi.

“Bapak Jaksa Agung menyampaikan kemungkinan bagaimana mengupayakan hasil rampasan para terdakwa juga dapat bermanfaat langsung, dan ada kepastian hukum baik terhadap kepentingan pemerintah maupun masyarakat sebagai korban kejahatan korupsi,” ujar dia.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Rumah Mahfud MD Dikepung Ratusan Orang, Ketum Ansor Instruksikan Banser untuk Berjaga
apahabar.com

Nasional

Garuda Siapkan 110 Penerbangan Tambahan Jelang Libur Natal-Tahun Baru
apahabar.com

Nasional

Persatuan Perawat Minta Kejelasan Status PNS
apahabar.com

Nasional

Cuncung Minta PLN Sosialisasikan Program Listrik Gratis Secara Masif
apahabar.com

Nasional

Polisi Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Kejagung

Nasional

Dunia Sastra Berduka, Umbu Landu Paranggi Meninggal Dunia
situs komik dewasa

Nasional

Buku SMA Muat Link Situs Dewasa, Kemendikbud Klaim Tautan Berubah
Vaksinasi Mandiri

Nasional

Vaksinasi Mandiri, RI Sudah Amankan 22,5 Juta Vaksin Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com