Dikira Orang Mabuk, Ternyata Api Mengamuk di Komet Banjarbaru Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya

Jalan Tambang Sisakan Lumpur di Tapin, Warga Ngadu ke DPRD Kalsel

- Apahabar.com     Kamis, 28 Oktober 2021 - 22:01 WITA

Jalan Tambang Sisakan Lumpur di Tapin, Warga Ngadu ke DPRD Kalsel

Debu angkutan tambang ikut mengalir ke irigasi hingga menggenangi sepetak lahan milik warga yang rencananya dibangun tempat usaha di Desa Pantai Walang, Tapin. apahabar.com/Rizal

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) buka suara mengenai dampak lingkungan sebuah perusahaan tambang pemegang izin PKP2B di Desa Pantai Walang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Sebelum sampai ke telinga wakil rakyat, warga sudah pernah menyampaikan keresahan mereka soal pencemaran lingkungan akibat limbah batu bara ke pemilik perusahaan. Tapi sayang upaya musyawarah tak membuahkan hasil.

Perusahaan kukuh beroperasi tanpa menghiraukan permintaan warga desa. Salah seorang warga setempat bernama H Suriani bilang keinginan warga ialah perusahaan bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang disebabkan angkutan batu bara.

Ia mengeluh jika hujan, debu angkutan tambang ikut mengalir ke irigasi hingga menggenangi sepetak lahan milik warga yang rencananya dibangun tempat usaha.

“Tanah seluas 300 meter persegi milik saya di samping jalan houling perusahaan tercemar limbah batu bara. Sudah sejak beberapa tahun yang lalu,” ujar Suriani.

Suriani berujar hal itu terjadi sudah bertahun-tahun. Perusahaan belum sekalipun merespons.

Puncaknya, para petani memblokir jalan tambang dengan menutup jalan angkutan batu bara pada Selasa (5/10) lalu.

Aksi halau angkutan tambang pun berhasil menarik perhatian perusahaan. Warga pun kembali bertemu dan menggelar mediasi di Polsek Bungur.

“Waktu itu kita tutup selama tiga jam. Kemacetan sepanjang lima kilometer, setelah itu kita ke Polsek Bungur dan mediasi bersama pihak perusahaan. Namun tidak ada kesepakatan,” ujarnya.

Kapolsek Bungur Iptu Tatang Supriadi membenarkan permasalahan yang sempat berujung pada aksi penutupan jalan angkutan itu.

“Pernah ada aksi penutupan di jalan itu. Sudah tiga kali mediasi di Polsek Bungur, kita sebagai penengah,” ujarnya.

Merespons itu Anggota DPRD Kalsel Wahyudi Rahman angkat bicara. Ia mendesak supaya perusahaan lebih lebar membuka mata dan bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai ada konflik. Masalah ini jangan sampai berlarut, harus segera diselesaikan. Terkait pencemaran pihak perusahaan dan pemerintah daerah harus melakukan monitoring langsung baik ke lahan warga atau sungai,” ujar legislator asal Tapin ini.

Wahyudi mengatakan akan menindaklanjuti permasalahan itu, ke tingkat kabupaten hingga provinsi agar masalah itu dapat terselesaikan.

“Kita juga akan turun ke lapangan untuk me-monitoring jalan angkutan itu,” ujarnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Gali Informasi Publikasi di Dinas Komunikasi

DPRD Kalsel

Sekretariat Dewan Kalsel Gali Informasi Publikasi di Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kalteng
Penghargaan Ketua DPRD Kalsel

DPRD Kalsel

Dua Kapolres dan Wadir Polairud Polda Kalsel Terima Penghargaan Ketua DPRD Kalsel
Dhin

DPRD Kalsel

Bang Dhin Pinta Hibah Jembatan Selilau Mantewe-Rehab Jembatan Nibung Angsana Cepat Diproses
APBD

DPRD Kalsel

Tok! Perda APBD Kalsel 2021 Disepakati
apahabar.com

DPRD Kalsel

Antisipasi Covid-19, Ruang Kerja Ketua DPRD Kalsel pun Disterilkan

DPRD Kalsel

Soal OTT KPK di HSU, Ketua DPRD Kalsel No Comment

DPRD Kalsel

Evaluasi Pendapatan Daerah, Paman Yani Soroti Pajak Air Permukaan Kalsel
Raperda

DPRD Kalsel

Raperda SOPD Rampung, Tunggu Evaluasi Kemendagri!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com