IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung? Mimpi Ibnu Sina, Masyarakat Banjarmasin Lepas Masker Awal Tahun 2022 Bocah 8 Tahun Hilang di Samarinda, Pencarian Selami Selokan Genangan Banjir Target Vaksinasi di Tanah Laut Terkendala Stok Vaksin

Janji Presiden Jokowi, Kartu Prakerja Bakal Jawab Isu Ketenagakerjaan

- Apahabar.com     Selasa, 5 Oktober 2021 - 21:58 WITA

Janji Presiden Jokowi, Kartu Prakerja Bakal Jawab Isu Ketenagakerjaan

Tangkapan layar Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari (panel atas) di acara KBFP Angkatan 9, Jakarta, Selasa (5/10). Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kehadiran Program Kartu Prakerja diyakini dapat menjawab dua isu utama ketenagakerjaan di Indonesia. Yaitu permasalahan lowongan pekerjaan dan rendahnya kemampuan angkatan kerja.

“Kartu Prakerja menghadirkan solusi dengan berbagai reformasi berkelanjutan kepada publik. Di antaranya dengan menekankan diri pada end to end digital, customer centric product, tim yang solid, serta good governance yang diakui BPK, BPKP dan KPK,” ujar Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari, Selasa (5/10), dilansir Antara.

Menjadi narasumber Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) Angkatan 9, Denni mengatakan program janji kampanye periode kedua Presiden Joko Widodo itu berjalan tidak dengan pendekatan menghabiskan anggaran pemerintah.

“Kami hadir untuk merespons amanat penderitaan rakyat dengan melihat konteks sosial di masyarakat. Karena itu, situs web prakerja.go.id pun sangat berbeda bila dibandingkan portal institusi milik pemerintah lainnya. Kami berusaha dekat dengan konsumen, termasuk dengan menggunakan bahasa kekinian,” jelas deputi Ekonomi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2020 ini.

Dia menggarisbawahi bahwa sebagai beasiswa pelatihan yang disertai insentif pascapelatihan di masa pandemi, narasi yang diberikan Kartu Prakerja bukan pada belas kasihan pada penerima manfaat tapi lebih kepada memandirikan peserta.

Hal itu dibuktikan dengan calon penerima harus mendaftarkan diri sendiri jika ingin mengikuti program tersebut.

Sejak mulai bergulir pada April 2020, Kartu Prakerja telah berjalan hingga 21 gelombang dan menjangkau peserta dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Denni mengatakan apa yang coba dibangun dengan Kartu Prakerja adalah sesuatu yang tidak terlihat dan membutuhkan proses panjang, berbeda dengan infrastruktur yang fisiknya terlihat dengan waktu pengerjaan yang terbilang pendek.

“Membangun manusia, seperti dilakukan dalam Program Kartu Prakerja, merupakan pembangunan yang tak kelihatan barangnya. Prosesnya panjang, harus telaten. Kita tak boleh putus asa untuk membawa masyarakat kita pada perbaikan dan pengembangan sumber daya manusia,” demikian Denni.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

sinabung

Nasional

Sinabung 2 Kali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran 3.000 Meter
Habib Banua

Nasional

Din Syamsuddin Dituding Radikal, Habib Banua Minta GAR ITB Cabut Laporan
apahabar.com

Nasional

KTT ASEAN Sepakati 7 Hal Penanganan Covid-19
FPI

Nasional

Semua Wajib Tahu! Maklumat Baru Kapolri Soal Larangan FPI
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tinjau Pesantren Terdampak Banjir di Lebak
pilkada

Nasional

Tito Karnavian Ajak Listyo Sigit Kerja Sama Kawal Sidang Pilkada di MK
apahabar.com

Nasional

Renovasi Istiqlal Tekankan Ramah Jamaah Disabilitas
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Ada Bank Wakaf Mikro, UMKM Bisa Hindari Rentenir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com