Resmikan Pabrik Bio Diesel di Tanah Bumbu, Jokowi Bakal Naik Helikopter Sisihkan 20 Peserta, 3 Barista Banjarbaru Sabet Gelar Juara Brewers Cup 2021 Terungkap, Penyebab Kematian Ibu Muda di Hotel Berbintang Banjarmasin Ribuan Gram Sabu hingga Ratusan Butir Ekstasi di Banjarmasin Dimusnahkan BREAKING! Tim Advance Pak Jokowi Tiba di Bandara Syamsudin Noor

Jasad Guru di Komplek Murakata HST Membusuk, Diduga Penyakit Kambuh Usai Makan Rambutan

- Apahabar.com     Sabtu, 9 Oktober 2021 - 09:07 WITA

Jasad Guru di Komplek Murakata HST Membusuk, Diduga Penyakit Kambuh Usai Makan Rambutan

Proses evakuasi jasad guru di dalam rumah di Komplek Murakata HST, Sabtu (9/10). Foto-apahabar.com/Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah (HST) telah memeriksa dua saksi atas penemuan jasad Asvianur (43) yang terbujur kaku di kediamannya di Komplek Murakata Desa Mandingin.

Asvianur diduga meninggal karena penyakit yang dideritanya.

“Diduga penyakit maag,” kata Kasat Reskrim, AKP Antoni Silalahi, Sabtu (9/10) dini hari.

Namun untuk memastikan penyebab sebenarnya, polisi perlu melakukan serangkaian tes terhadap jasad Asvianur.

Saat ini, jasad telah berada di RSHD Barabai untuk dilakukan Visum et Repertum.

“Keluarga sudah menyetujui agar dilakukan visum,” tutup Kasat Antoni.

Selain melakukan visum, Polisi juga mengumpulkan dan mengamankan benda-benda yang ada di TKP untuk dilakukan pemeriksaan.

Dugaan penyebab meninggalnya Asvianur itu didapati polisi setelah meminta keterangan dari kakak kandung Asvianur,  Nurdin (46).

Kata Nurdin, memang selama ini Asvianur tidak pernah mengeluhkan suatu penyakit. Tetapi jauh sebelum hilang kontak, Asvianur mengeluhkan maag kepada salah satu kerabatnya.

“Itu dikeluhkannya setelah makan rambutan. Dia merasa pusing dan mengeluhkan maagnya kambuh,” kata Nurdin kepada apahabar.com usai proses evakuasi jasad Asvianor, Sabtu (9/10) sekitar pukul 02.00.

Sebelumnya, Asvianur ditemukan sudah tak bernyawa di rumahnya di Komplek Murakata Desa Mandingin Kecamatan Barabai, dini hari tadi.

Saat ditemukan, jasad guru penjaskes pada sekolah madrasah di Kabupaten Balangan dalam keadaan membengkak dan kaku. Tercium juga aroma busuk dari lokasi mayat tergeletak dalam sebuah ruangan di rumah itu.

Asvianur ditemukan dalam kondisi seperti itu setelah keluarganya mendatangi kediamannya.

Kakak Asvianur, Nordin menyebutkan awalnya curiga lantaran gawai milik adik kandungnya itu lama tak aktif dan sudah lama tak mengunjungi kediaman ibunya di Kecamatan Batang Alai Utara (BAU).

“Sudah 4 atau lima hari tak kelihatan. Biasanya kalau pulang kerja pasti mampir (membesuk ibu kandungnya di Desa Ilung),” kata Nordin usai menyaksikan proses evakuasi mayat.

Setelah mendatangi rumah Asvianur, keluarga tidak kunjung mendapat respon. Alias tidak dibukakan pintu.

Lantas keluarga meminta bantuan warga setempat untuk memeriksa kondisi kediaman Asvianor.

“Setelah dicek (diintip) lewat ventilasi, semuanya lengkap ada motor, helm, dan sepatunya,” kata Nordin.

Setelah dicek dengan seksama, terlihat sosok tubuh yang tergeletak pada sebuah ruangan rumah. Lantas keluarga dibantu warga dan Bhabinkamtibmas membongkar secara paksa pintu belakang rumha Asvianor.

“Setelah dibuka ini tercium aroma tak sedap. Bau busuk menyengat,” timpal Wakar Komplek Murakata, Ali.

Setelah berhasil menorobos masuk, didapati Asvianur dalam kondisi telentang dan sudah tak bernyawa.

Tak berselang lama, Tim Inavis yang dipimpin Kasat Reskrim Polrse HST, AKP Antoni Silalahi mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP.

Usai olah TKP, Tim Inavis dibantu warga sekitar dan para relawan mengevakuasi jasad ke RSHD Barabai.

“Keluarga sudah menyetujui untuk dilakukan visum. Kita tunggu saja hasilnya,” terang Kasat Antoni.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

HST

Resmikan TPS-3R di Samhurang HST, Wabup Berry: Lahirkan Pemberdayaan Masyarakat
PT AGM

HST

Dugaan Bukaan Lahan di Batu Harang HST, PT AGM Selesaikan Masalah dengan KUD Karyanata
Sungai Buluh

HST

Tertumpuk Sampah, Warga di Sungai Buluh HST Turun Tangan

HST

HST Keluarkan Surat Edaran Tutup Obyek Wisata Selama Idulfitri
Korupsi PDAM HST

HST

Korupsi PDAM HST, 1 Tersangka Bakal Ambil Upaya Hukum

HST

Terkena Vertigo Perifer, Dara 22 Tahun Ini Rasakan Manfaat JKN
Granat HST

HST

Penemuan Granat di Haruyan HST dan Masa Revolusi Fisik Melawan Kolonial
Tersangka dan barang bukti. Foto-Istimewa

HST

Warga Kampung Sasak HST Kedapatan Main Togel Online, 10 Tahun Penjara Menanti
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com