Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Banjarmasin Bebas PPKM Level IV, Tracing Covid-19 Kok Turun? Perampokan Bos Emas Banjar-Batulicin: Korban Disekap, Dibacok, Diseret Bak Binatang Obok-Obok Rutan Barabai: Petugas Dites Urine, Temukan Silet hingga Batu Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan

Jelajah Kota Kuno di Mardin Turki, Pemandangan Nan Eksotis

- Apahabar.com     Minggu, 3 Oktober 2021 - 14:11 WITA

Jelajah Kota Kuno di Mardin Turki, Pemandangan Nan Eksotis

Jelajah Kota Kuno di Mardin Turki, pemandangan nan eksotis. Foto-antara.

apahabar.com, MARDIN – Sejumlah Kota Turki, seperti Istanbul dan Ankara memang memesona. Namun, kota kuno Mardin tak kalah eksotis.

Kota Mardin sendiri terletak 35 km dari perbatasan Suriah dan Irak.

Karena letaknya tersebut, seperti dilansir Antar, Minggu (3/10) matahari di kota ini terasa lebih terik dan cuacanya pun lebih hangat jika dibandingkan dengan wilayah lain di Turki.

Menurut bahasa Suriah, Mardin berarti Benteng. Tempat ini telah menjadi tempat tinggal bagi banyak etnis termasuk Turki, Kurdi, Armenia, dan Suriah.

Mereka hidup damai terlepas dari perbedaan agama mereka – sebuah masyarakat yang terpecah antara Kristen dan Islam.

Dari kejauhan, Mardin sekilas nampak seperti bukit berwarna madu dengan lapisan rumah, mansion, masjid, dan gereja berjenjang.

Bangunannya menjulang dari dataran tak berujung dan menempel pada batu besar di puncak benteng.

Mardin menampilkan banyak masjid dan gereja sebagai bukti sejarah berabad-abad dan multikulturalismenya.

Kota ini merupakan lokasi yang kaya akan kolase rumah batu, hiasan kerawang, jalan-jalan sempit, situs sejarah dan budaya, penginapan kuno, dan tentu saja, masakan lezat.

Penduduk di Mardin menyebut kota mereka sebagai kota berkilauan setelah matahari terbenam.

Pepatah “tempat untuk dilihat di siang hari, kilauan di malam hari” dengan indah menggambarkan Mardin — yang memiliki pemandangan Dataran Mesopotamia yang indah di siang hari, memberi jalan bagi seribu lampu yang berkilauan di malam hari.

Sebagai informasi, Mesopotamia sendiri merupakan daerah yang terletak di antara dua sungai besar, Efrat dan Tigris.
Dalam Bahasa Yunani, Mesopotamia berarti “(daerah) di antara sungai-sungai”.

Istilah Mesopotamia sendiri kini lebih umum diterapkan untuk semua tanah antara sungai Efrat dan Tigris.

Dengan begitu, sehingga menggabungkan tidak hanya bagian dari Suriah tetapi juga hampir semua Irak dan Turki tenggara.

Dara

Destinasi pertama di Mardin yang bisa dikunjungi adalah Kota Kuno Dara (The Archaic City of Dara).

Kota ini merupakan salah satu situs bersejarah terbesar di sekitar Mardin.

Didirikan di antara tiga bukit dan dikelilingi oleh tembok, kota kuno ini merupakan pos terdepan penting dari Kekaisaran Romawi Timur.

Di sini, pengunjung akan menemukan tambang, nekropolis (pemakaman) yang terdiri dari kamar kuburan berukir batu, tangki air, agora kuno, dan sisa-sisa gereja.

Penggalian dan penelitian telah dilakukan selama 34 tahun di desa Oguz Dara, yang berjarak sekitar 30 kilometer (19 mil) dari pusat provinsi.

Penggalian arkeologi dimulai di kota kuno pada tahun 1986, tetapi hanya sekitar 10 persen dari luas desa kuno yang telah digali sejauh ini.

Selama periode 25 tahun, penggalian arkeologi perlahan mengungkapkan kuburan massal atau nekropolis yang monumental.

Nekropolis, yang secara harfiah berarti kota kematian, adalah tempat upacara keagamaan diadakan selama Era Romawi dan ratusan orang dikuburkan bersama.

Sekarang, ini adalah salah satu tempat paling populer di Kota Kuno Dara.

Ulu Cami (Masjid Agung)

Dengan kubah dan menaranya yang tersegmentasi, Ulu Cami, simbol Mardin, adalah contoh arsitektur Artukid yang menjadi salah satu tempat paling simbolis di tengah kota.

Tanggal pendirian masjid disebut masih menjadi misteri. Menurut berbagai catatan, prasasti yang ditemukan di dindingnya berasal dari Seljuk hingga periode Ottoman.

Mempertimbangkan banyaknya prasasti Artukid dan arsitektur batu kapur kuning yang digunakan dalam konstruksi, dimungkinkan untuk menentukan penanggalan masjid setidaknya pada abad ke-11.

Jelajah Kota Kuno di Mardin Turki, pemandangan nan eksotis. Foto-antara.

Museum

Dibangun pada abad ke-19 sebagai barak kavaleri dan diubah menjadi museum pribadi, Museum Kota Sakip Sabanci Mardin menampilkan sejarah dan budaya Mardin yang memukau.

Galeri Seni Dilek Sabanc, yang bertempat di gedung yang sama, menyelenggarakan pameran modern dan kontemporer.

Arsitektur

Warisan budaya Mardin yang kaya juga terwakili dalam kerajinan tangan seperti batu-batuan yang merupakan faktor kunci dalam arsitektur lokal yang indah, peralatan tembaga, dan pewarnaan kain untuk mewarnai tirai di tempat-tempat suci di gereja-gereja Suriah.

Kota Mardin sendiri bukanlah kota yang bisa dibilang besar. Dengan jalanan kota yang sempit dan cenderung menanjak, Anda bisa berkeliling dengan santai sekaligus berbelanja sembari menikmati pemandangan sekitar yang menjadi lebih indah seiring berjalannya waktu.

Anda akan disuguhkan dengan rumah-rumah bergaya klasik dengan ukiran-ukiran nan memanjakan mata. Rasanya semua tempat bisa menjadi spot foto yang menarik untuk diabadikan.

Jelajah Kota Kuno di Mardin Turki, pemandangannya tak hanya eksotis, tapi kulinernya juga lezat. Foto-antara.

Kuliner Khas

Wilayah ini juga terkenal dengan anggur lokalnya, pun dengan aneka makanan nan lezat. Kaburga Dolmasi — yang secara harafiah berarti “iga domba dengan nasi”.

Penyajiannya pun sangat unik dan berkesan. Di restoran Cercis Murat Konagi, Mardin, Anda akan dikejutkan dengan alunan tambur dan musik khas Turki, dengan iringan para penyaji yang siap menghidangkan makanan langsung di depan mata.

Tak langsung disajikan, terdapat aksi teatrikal dimana para penyaji seakan “memperebutkan” iga domba yang sudah dimarinasi dan dimasak tersebut.

Mereka kemudian meletakkan iga domba itu ke tempat pemotongan dan penyajian bersama dengan nasi, dan membagikannya di satu piring.

Tidak diantarkan seperti di restoran pada umumnya, Kaburga Dolmasi di Cercis Murat Konagi dibagikan seperti tradisi “piring terbang” di Indonesia — dimana makanan disalurkan dari orang yang duduk paling depan hingga ke mereka yang duduk di paling belakang.

Kaburga Dolmasi memiliki rasa rempah yang kuat dan kaya, namun pas dengan porsi yang tidak terlalu besar untuk perorangan.

Ditemani dengan anggur merah lokal yang berasa unik, menambah kesegaran dan pengalaman kuliner ala Mardin.

Hidangan pun ditutup dengan Sütlaçlı Zerde atau zucchini dengan puding nasi dengan rasa yang tidak begitu manis, dan cocok dinikmati dengan secangkir teh khas Turki yang hangat.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hiburan

Imbas Pandemi Covid-19, Penari Suluh Banua Tabalong Sepi Job

Hiburan

Nobar di Banjarmasin-Kapuas Sukses, Mafia Banjar Lanjut Session III?

Hiburan

Kerap Kehabisan Waktu, Irene Kharisma Gagal Kalahkan GothamChess
apahabar.com

Hiburan

Fakta Menarik di Balik ‘Koboy Kampus’, Gandeng Musisi Beken sebagai Aktor

Hiburan

Jajal Bisnis Minuman, Agnez Mo Rilis Sparkling Wine Bertabur Emas
Anya Geraldine

Hiburan

Anya Geraldine Pamer SIM C, Nama Aslinya Jadi Sorotan
apahabar.com

Hiburan

Nonton Perdana ‘Koboy Kampus’, Repnas Kalsel: Perfilman Banua Butuh Dukungan Pemerintah
Rizky Billar

Hiburan

Jelang Lamaran, Rizky Billar dan Lesti Kejora Dapat Hadiah Alphard
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com