Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Kamisan di Kegubernuran Kalsel: Mimbar Bebas hingga Teatrikal Sindir Pemerintah

- Apahabar.com     Kamis, 14 Oktober 2021 - 20:14 WITA

Kamisan di Kegubernuran Kalsel: Mimbar Bebas hingga Teatrikal Sindir Pemerintah

Puluhan massa berkostum hitam-hitam menggelar Aksi Kamisan di depan Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru, (14/10). Foto-apahabar.com/Riki

apahabar.com, BANJARBARU – Puluhan massa berkostum hitam-hitam menggelar Aksi Kamisan di depan Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru, (14/10).

Mengusung tema “Throwback Terhadap Omnibus Law Penyebab Rakyat Menggalau,” aksi ini sebagai bentuk refleksi satu tahunnya UU Cipta Kerja disahkan.

Sempat diguyur hujan, puluhan massa tetap antusias. Kamisan ini dimulai dengan orang dan pembacaan puisi. Selain itu, tugu depan perkantoran gubernur juga dipasangi kain merah bertuliskan “Save Meratus”.

Massa menyoroti kerusakan lingkungan di Banua yang akibat maraknya pertambangan. Ditambah lagi, menurut mereka kebijakan UU Cipta Kerja tidak pro rakyat sehingga mengancam keberlangsungan lingkungan hidup.

Koordinator Aksi Zikri Nur Abadi bilang Kamisan kali ini juga menjadi bagian dari aksi mencari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

“Kami kecewa atas sikap beliau yang tidak menemui kawan-kawan kami pada Haul Omnibus Law kemarin. Seharusnya sebagai pemimpin yang lahir dari rakyat, wajib menemui ketika rakyatnya berkunjung,” tegasnya.

Aksi kemudian dilanjutkan dengan mimbar bebas, dan pertunjukkan teatrikal.

Teatrikal mengusung konsep sidang pengadilan ‘semu’ vonis bersalah atas tindakan pemerintah yang mengesahkan UU Cipta Kerja. Sebagai sindiran, yang jadi terdakwa, yaitu Presiden RI Joko Widodo, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri LHK, Menteri ESDM, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dan Ketua DPRD Provinsi H Supian HK.

Setelah ditunggu berjam-jam, Paman Birin tak kunjung tampak. Massa pun meminta perwakilan Pemprov Kalsel agar menerima secara simbolik Cutton Bud Raksasa yang diperuntukkan untuk Paman Birin.

“Melalui hadiah cutton bud raksasa ini kami mengingatkan agar pemimpin kita tidak tuli terhadap aspirasi rakyatnya. Agar Lebih banyak belajar mendengarkan. Bukan malah mangkir setiap didatangi,” kata Rizki Nugroho Fitrianto, perwakilan massa aksi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hujan Kalsel

Kalsel

Siap-Siap Angkat Jemuran! BMKG Prediksi Hujan Sedang-Lebat
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: Terkonfirmasi Positif Tembus 670 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Menarik Pariwisata, Kades Harus Berinovasi
apahabar.com

Kalsel

Dapat 7 Akreditas, Kemenkes RI Puji Puskesmas di Kabupaten Banjar
Kotabaru

Kalsel

Rekor Lagi! 60 Warga Kotabaru Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Dalam Dua Hari, Polres Tapin Tangkap Tiga Pengedar Narkotika
Banjir

Kalsel

BPK An-Nur Tanbu dan Relawan Kirim Logistik ke Banjir HST
apahabar.com

Kalsel

Awal Ramadan, Umumnya Cuaca Cerah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com