Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini Truk Conch Disweeping di Amuntai, Kapolres HSU Buka-bukaan Akhirnya, Buronan Pelaku Penggelapan Motor Scoopy di HST Diringkus Tim Resmob

Kasus Asusila kepada Anak Tersangka, Kapolsek Parigi Moutong Dipecat!

- Apahabar.com     Sabtu, 23 Oktober 2021 - 15:21 WITA

Kasus Asusila kepada Anak Tersangka, Kapolsek Parigi Moutong Dipecat!

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, saat melakukan konfrensi pers terkait hasil sidang etik terhadap kepala Polsek di Parigi Moutong berinisial Iptu IDGN yang diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap anak gadis seorang tersangka, Sabtu (23/10). Foto-Antara/Kristina Natalia

apahabar.com, PALU – Kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) berinisial IDGN dijatuhi sanksi administratif berupa Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) alias dipecat pada sidang kode etik di Polda Sulteng, Sabtu (23/10).

Dalam sidang kode etik itu IDGN telah terbukti dalam kasus asusila dengan anak seorang tersangka.

Sidang kode etik terhadap Kapolsek berpangkat Iptu itu berlangsung tertutup dengan waktu kurang lebih selama lima jam, di ruang sidang Kode Etik Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulteng.

“Polda Sulteng telah melakukan sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri dipimpin Kepala Bidang Propam Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Ian Rizkian Milyardin, dengan putusan berupa rekomendasi Pemberhentian Tidak dengan Hormat [PTDH],” kata Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi seperti dilansir Antara.

Kapolsek berinisial Iptu IDGN telah terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dan Pasal 14 ayat (1) huruf b Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1/2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri. Dan Pasal 7 ayat (1) huruf b dan Pasal 11 huruf c Peraturan Kapolri Nomor 14/2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Namun, dari putusan yang merekomendasikan untuk dilakukan pemecatan, Iptu IGDN akan melakukan banding.

“Terhadap putusan rekomendasi PTDH tersebut Iptu IDGN menyatakan banding,” kata Sufahriadi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan terkait kasus pidana umum oleh oknum tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng.

“Saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan bila penyelidikan dianggap cukup selanjutnya dilakukan gelar perkara untuk menentukan dapat tidaknya ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tegasnya.

Dari penyidikan inilah, kata Supranoto, kembali akan dilakukan gelar perkara untuk menetapkan siapa tersangkanya.

Sebelumnya, seorang oknum Kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap seorang perempuan di sana.

Kapolsek Iptu IDGN itu diduga berbuat asusila kepada seorang remaja perempuan berinisial S dengan janji akan membebaskan ayahnya yang merupakan seorang tersangka dan menjalani hukuman. Hingga perbuatan itu dilakukan, IDGN tidak kunjung membebaskan ayah perempuan itu.

Sufahriadi pun telah mengunjungi rumah korban dan berjanji kepada pihak keluarga akan menuntaskan kasus ini dan menindak polisi yang terbukti bersalah.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

BPP HIPMI

Nasional

Ketua Umum BPP HIPMI: UMKM Terdampak Bencana Perlu Perhatian Pemerintah
apahabar.com

Nasional

WNI Pemerkosa di Inggris, Disdukcapil: Reynhard Sinaga Warga Depok
Bansos

Nasional

3 Bansos Cair Esok, Menteri Risma: Tak Untuk Beli Rokok!

Nasional

Ada Subsidi Bunga KPR dan Kredit Kendaraan, Catat Syaratnya
apahabar.com

Nasional

Bangladesh Tolak Masuk, Ratusan Rohingya Terdampar di Laut
WSBK

Nasional

Bulan Depan! Indonesia Helat Kejuaraan Balap WSBK di Sirkuit Mandalika
Kucing Medan

Nasional

Viral! Penemuan Karung Isi Kepala-Tubuh Kucing yang Dikuliti di Medan
apahabar.com

Nasional

Jemaah Gagal Berangkat, Saudi Akan Kembalikan Biaya Visa Umrah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com