Kaltim Raup Rp 19,8 M dari Pisang Kepok Gerecek di Expo Pangan Nusantara Jelang Nataru, Palangka Raya Awasi Potensi Penimbunan Bahan Pokok Kejagung Tetapkan Seorang Pengacara Sebagai Tersangka Kasus LPEI Respons Bupati Barito Timur Soal Warning Mensos Risma Terkait Banjir ‘Banyu’ Naik, Remaja Tewas Tersetrum di Siring Amuntai

Kasus Korupsi KTP-el, KPK Periksa Andi Narogong di Lapas Tangeran

- Apahabar.com     Senin, 18 Oktober 2021 - 15:37 WITA

Kasus Korupsi KTP-el, KPK Periksa Andi Narogong di Lapas Tangeran

Andi Narogong. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memeriksa Andi Narogong dari pihak swasta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (KTP-el), Senin (18/10).

Andi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos (PLS). Pemeriksaan dilakukan di Lapas Kelas I Tangerang, Banten.

“Hari ini pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional (KTP elektronik) untuk tersangka PLS atas nama Andi Agustinus alias Andi Narogong,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta seperti dilansir Antara, Senin.

Untuk diketahui, Andi merupakan terpidana perkara korupsi KTP-el. Saat ini, ia sedang menjalani pidana penjara selama 13 tahun di Lapas Kelas I Tangerang berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) pada September 2018.

Diketahui, Paulus Tannos bersama tiga orang lainnya pada 13 Agustus 2019 telah diumumkan sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus korupsi KTP-el.

Tiga tersangka lainnya, yakni mantan Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) Isnu Edhi Wijaya (ISE), Anggota DPR RI 2014-2019 Miriam S Hariyani (MSH), dan mantan Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP-el Husni Fahmi (HF).

Empat orang itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan bahwa ketika proyek KTP-el dimulai pada 2011, tersangka Paulus Tannos diduga telah melakukan beberapa pertemuan dengan pihak-pihak vendor dan tersangka Husni dan Isnu di sebuah ruko di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Padahal Husni dalam hal ini adalah Ketua Tim Teknis dan panitia lelang.

Pertemuan-pertemuan tersebut berlangsung kurang lebih selama 10 bulan dan menghasilkan beberapa output di antaranya adalah SOP pelaksanaan kerja, struktur organisasi pelaksana kerja, dan spesifikasi teknis yang kemudian dijadikan dasar untuk penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) di mana pada 11 Februari 2011 ditetapkan oleh Sugiharto selaku PPK Kemendagri.

Tersangka Paulus Tannos juga diduga melakukan pertemuan Andi Agustinus, Johannes Marliem, dan tersangka Isnu untuk membahas pemenangan konsorsium PNRI dan menyepakati “fee” sebesar 5 persen sekaligus skema pembagian beban “fee” yang akan diberikan kepada beberapa anggota DPR RI dan pejabat Kemendagri.

Sebagaimana telah muncul di fakta persidangan dan pertimbangan hakim dalam perkara dengan terdakwa Setya Novanto, PT Sandipala Arthaputra diduga diperkaya Rp145,85 miliar terkait proyek KTP-el tersebut.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Lawan Covid-19

Nasional

Update Minggu 3 Oktober: Vaksinasi RI Tembus 52,68 Juta Orang
Habib

Nasional

Kejagung Klaim Tim Rizieq Minta Maaf soal Sidang
apahabar.com

Nasional

Menkes: 2 WNI Positif Virus Corona Diisolasi di RS Sulianti Saroso
apahabar.com

Nasional

Densus 88 Tangkap 9 Terduga Teroris di Jateng dan Jatim

Nasional

Ada 69 Juta Penduduk Miskin di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Awas! Ada Situs Web Tawarkan Vaksin Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Hatam 2019, Jatam Tuntut Kewenangan Izin Tambang Gubernur Kaltim Dihapus
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Ekonomi Indonesia Masih Berpeluang Kembali ke Tren Positif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com