Baru Diresmikan, Jembatan Alalak Langsung Diserbu Warga Jokowi Blakblakan Alasannya Resmikan Langsung Pabrik Jhonlin di Tanah Bumbu Jokowi Resmikan Jembatan Alalak, Jalan Hasan Basri Kayutangi Macet Parah Jokowi Resmikan Pabrik Johnlin, Paman Birin Pinta Dua PSN Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin

Kemendikbudristek: 82,96 Persen Perguruan Tinggi Siap Melakukan PTM

- Apahabar.com     Kamis, 7 Oktober 2021 - 17:31 WITA

Kemendikbudristek: 82,96 Persen Perguruan Tinggi Siap Melakukan PTM

Mahasiswa mengikuti uji coba perkuliahan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbudristek menyatakan bahwa 82,69 persen perguruan tinggi sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Paristiyanti Nurwardani, Kamis (7/10), mengatakan bahwa perguruan tinggi umumnya telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan.

Menurut Paristiyanti, sebanyak 99,3 persen perguruan tinggi telah menyediakan sarana cuci tangan; 94,9 persen perguruan tinggi telah menyiapkan disinfektan; dan 97,5 persen perguruan tinggi sudah punya alat ukur suhu tubuh.

Selain itu, ia melanjutkan, sebanyak 90,7 persen perguruan tinggi memiliki akses ke fasilitas kesehatan dan 23,7 persen perguruan tinggi telah menyediakan masker tembus pandang untuk mahasiswa dengan disabilitas rungu.

Paristiyanti menjelaskan, perguruan tinggi wajib memenuhi daftar periksa berkenaan dengan standar penerapan protokol kesehatan sebelum memulai layanan pembelajaran tatap muka (PTM).

Daftar periksa itu mencakup penyediaan sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan, pengaturan pelaksanaan perkuliahan guna meminimalkan risiko penularan Covid-19, pengawasan penerapan protokol kesehatan, dan prosedur penanganan kasus penularan virus corona.

“PTM terbatas dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh untuk memenuhi protokol kesehatan,” katanya.

“PT wajib melakukan penanganan kasus dan dapat memberhentikan sementara (kegiatan pembelajaran tatap muka) jika ada kasus positif Covid-19,” ia menambahkan.

Selain itu, ia menjelaskan, rektor harus berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka.

Menurut Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2019, jumlah perguruan tinggi di Indonesia seluruhnya 4.621, yang terdiri atas 633 universitas, 238 institut, 2.501 sekolah tinggi, 909 akademi, 36 akademi komunitas, dan 304 politeknik.

Sesuai ketentuan pemerintah, pembelajaran tatap muka secara terbatas boleh dilakukan di perguruan tinggi yang berada di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 1, 2, dan 3.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kalsel Siap Gelar Kejurnas Drum Band
Moeldoko

Nasional

Moeldoko Disuntik Vaksin Nusantara: Semoga Tak Diartikan Macam-macam
apahabar.com

Nasional

VIDEO: Geger Api di Gedung Kejagung RI
Nikita Mirzani

Nasional

Nikita Mirzani Sumbang Rp 100 Juta untuk Korban Banjir Kalsel
Mahkamah Konstitusi

Nasional

KPU Sebut Jabatan Ma’ruf Amin di Bank Syariah Tak Langgar Hukum
apahabar.com

Nasional

HPN 2020, Hipmi Ingin Media Bantu Promosikan Dunia Usaha
apahabar.com

Nasional

Kronologis Unjuk Rasa Bawaslu Berujung Ricuh Versi Polri
apahabar.com

Nasional

Terindikasi Radikalisme, Polda Jatim Amankan Seorang Polwan di Juanda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com