Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan Duduk Perkara Viral Wanita Kurau Dibegal hingga Pingsan Depan Basarnas Banjarbaru Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang

Kemenko PMK Soroti Pencegahan Stunting Kalsel, BKKBN Gercep Bentuk Tim

- Apahabar.com     Selasa, 5 Oktober 2021 - 15:57 WITA

Kemenko PMK Soroti Pencegahan Stunting Kalsel, BKKBN Gercep Bentuk Tim

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyoroti pentingnya pencegahan stunting di Kalimantan Selatan. Foto ilustrasi: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyoroti pentingnya pencegahan stunting di Kalimantan Selatan.

Hari ini, Selasa (5/10), Kemenko PMK menggelar rapat koordinasi pentingnya pembangunan keluarga dan pembentukan SDM unggul menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalsel.

Tenaga Ahli Kemenko PMK, Dr Tin Herawati mengatakan kedatangannya di Kalsel untuk melakukan penelitian dan mencari masukan bagaimana pembangunan keluarga ke depan.

“Bagaimana supaya mendapatkan masukan pencegahan stunting untuk SDM unggul di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa melihat program yang dilakukan daerah, seperti perencanaan berkeluarga dan penanganan stunting.

Dari sana bakal mengetahui kendala yang diperoleh pemerintah daerah.

Kemudian, Ia mengatakan akan mencatat dan memberikan masukan ke pemerintah untuk perbaikan generasi masa depan.

“Di daerah itu sudah ada inovasi untuk perkembangan pertumbuhan keluarga,” pungkasnya.

Kalsel, menurutnya telah melibatkan generasi milenial untuk program perkembangan keluarga dan pencegahan stunting.

Hal ini tidak hanya menjadi tugas orang dewasa, tetapi generasi muda.

“Karena generasi milenial terlibat akan pernikahan remaja yang hangat dibicarakan,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menilai indeks kualitas keluarga hingga ke tingkat desa. Atas itulah, Kemenko PMK memberikan apresiasi kepada BKKBN Kalsel lantaran membentuk keluarga berbasis data.

“Itu menjadi hal yang luar biasa, jadi desa itu harus paham kalau ada kebijakan dari pusat atau atas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Kalsel Ramlan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagaimana bentuk menciptakan SDM yang unggul pada tahun 2035.

Namun di 2025, pihaknya mengusung target angka stunting di sekitar 14 persen.

“Di mana angka stunting di Kalsel merupakan 10 besar tertinggi di Indonesia,” katanya.

Atas atensi Kemenko PMK, Ramlan berkata pihaknya akan membentuk tim pendamping keluarga tingkat desa se Provinsi Kalsel.

BKKBN Kalsel telah menyurati 13 pemerintah daerah, sehingga akan membentuk 3072 tim pendamping keluarga.

Satu tim pendamping, terdiri bidan, kader PKK dan petugas desa/kelurahan untuk mencegah stunting di Kalsel.

“Penting sekali menurunkan stunting di Kalsel,” imbuhnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Identitas Mayat Tertutup Payung Merah di Gunung Sari Banjarmasin Terungkap
apahabar.com

Kalsel

Cara Badut Cari Duit Saat Pandemi Covid-19 di Pusat Kotabaru

Kalsel

Waspada! Banjir Masih Hantui Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Melenggang ke Senayan, Caleg Ini Diuntungkan Suara Partai

Kalsel

Hari Ini Pendaftaran PPDB Jalur Zonasi di Banjarmasin, Berikut Informasinya
apahabar.com

Kalsel

Satu Keluarga Positif Covid-19 di Banjarmasin Diabaikan, Wakil Rakyat Bereaksi
apahabar.com

Kalsel

Isu Rekonstruksi Kebakaran di MAN 1 HST Merebak, Warga Padati Gerbang Sekolah
apahabar.com

Kalsel

Kabar Hari Ini : 39 Warga Kalsel Tertular Covid-19, 30 Orang Selesai Jalani Karantina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com