Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Kementerian BUMN Incar Dua Sektor Start Up Andalan Indonesia

- Apahabar.com     Selasa, 5 Oktober 2021 - 22:11 WITA

Kementerian BUMN Incar Dua Sektor Start Up Andalan Indonesia

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Arya Sinulingga (kanan) berbincang dengan salah satu pelaku UMKM saat pelatihan digital di Rumah BUMN, Jakarta Pusat. Foto: Kementerian BUMN via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan atau start up yang bergerak di sektor pertanian dan edutech atau sistem pembelajaran melalui teknologi akan menjadi incaran dari perusahaan BUMN untuk menanamkan modalnya.

“Bisa saja di pertanian. Kalau ada pertanian itu kan kebutuhan kita untuk pangan. Bisa juga di edutech, karena pendidikan punya ruang besar, edutech itu dibutuhkan banget,” kata Staf Menteri BUMN Arya Sinulingga, Selasa (5/10).

BUMN akan mencari start up yang memiliki ciri khas Indonesia dan akan banyak dipergunakan oleh masyarakat Indonesia.

Arya menerangkan sektor start up yang dicari untuk penanaman modal tak melulu di sektor fintech ataupun e-commerce sebagaimana yang sedang tren belakangan ini, namun juga bisa merambah di sektor lain asalkan mengedepankan unsur teknologi.

Visi dari Menteri BUMN Erick Tohir, kata Arya, ialah agar pemerintah melalui BUMN bisa memiliki usaha rintisan buatan anak bangsa yang nantinya bisa berkembang menjadi raksasa.

Arya menyinggung perusahaan rintisan seperti Gojek-Tokopedia atau GoTo, BukaLapak, dan lainnya yang sudah menjadi unicorn atau decacorn, tapi kepemilikannya dimiliki oleh pihak asing.

Arya mengungkapkan pemerintah akan memilih usaha rintisan yang berpotensi berkembang menjadi besar untuk menjadi target investasi oleh BUMN meskipun saat ini belum mencetak laba.

Menurutnya, justru investasi di start up harus dilakukan sejak dini sebelum perusahaan rintisan tersebut berubah menjadi unicorn atau decacorn yang nilainya bertambah tinggi.

PT Telkom Tbk (TLKM) sudah berinvestasi di GoTo untuk turut mengambil andil dalam kepemilikan decacorn besutan anak bangsa tersebut. Ke depannya, TLKM juga akan berinvestasi pada start up lain agar perusahaan rintisan tersebut bisa dimiliki oleh Indonesia.

“Kalau kita ketakutan (karena start up belum mencetak laba), jangan harap start up kita dimiliki oleh kita, ya dimiliki asing. Sementara konsumennya kita. Di sini pemilihan dari start up itu harus kita pilih betul-betul dengan baik,” katanya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah di Tengah Isu Penurunan Fed Fund Rate
KI Jorong

Ekbis

Sssttt… Calon Investor Kawasan Industri Jorong Bertemu Pemkab Tala
apahabar.com

Ekbis

Optimisme Pengembangan Vaksin Covid-19, Dorong IHSG Menguat
apahabar.com

Ekbis

231 Fintech Lending Ilegal Diblokir, OJK: Kalsel Aman dari Fintech Ilegal
apahabar.com

Ekbis

Kalsel Siap Jadi Tuan Rumah Fesyar 2019 di KTI, Ini Penjelasan BI
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat Didorong Sentimen Positif di Pasar Keuangan
apahabar.com

Ekbis

Banjir Berkelanjutan Berpotensi Hambat Perekonomian
apahabar.com

Ekbis

Penyebab Harga Sayur di Banjarbaru Melambung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com