Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Kesepakatan 136 Negara: Perusahaan Multinasional Dikenakan Tarif Pajak Minimum 15 Persen

- Apahabar.com     Sabtu, 9 Oktober 2021 - 07:54 WITA

Kesepakatan 136 Negara: Perusahaan Multinasional Dikenakan Tarif Pajak Minimum 15 Persen

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Perusahaan multinasional disepakati akan dikenakan tarif pajak minimum 15 persen. Perjanjia global tersebut disepakati oleh kelompok yang beranggotakan 136 negara. Mereka juga sepakat mengharuskan perusahaan itu membayarkan pajak di negara tempat mereka berbisnis.

Kalau dihitung, 136 negara yang menandatangani perjanjian internasional mewakili lebih dari 90 persen dari PDB global.

Di samping tarif pajak minimum perusahaan, ke-136 negara itu juga sepakat mengatur kewajiban pajak perusahaan multinasional bagi perusahaan digital yang menghasilkan penjualan dan keuntungan tanpa memiliki kantor fisik di suatu negara.

Kesepakatan itu memiliki konsekuensi besar bagi perusahaan teknologi seperti Google dan Amazon (AMZN), yang telah mengumpulkan keuntungan besar di negara-negara di mana mereka membayar pajak yang relatif kecil.

Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann mengatakan kesepakatan ini adalah kemenangan besar.

“Perjanjian hari ini akan membuat pengaturan pajak internasional kami lebih adil dan bekerja lebih baik. Ini adalah kemenangan besar bagi multilateralisme yang efektif dan seimbang,” katanya seperti dilansir CNN Indonesia dari CNN.com, Sabtu (9/10).

Menteri Keuangan Irlandia Paschal Donohoe yang negaranya ikut serta dalam perjanjian itu mengatakan kesepakatan 136 negara ini memberikan kepastian penting bagi pemerintah dan industri.

Ia menjamin kesepakatan akan memberikan stabilitas dan kepastian jangka panjang bagi bisnis dalam konteks investasi. Pihaknya juga meyakini kesepakatan tak akan berdampak pada investasi.

“Saya yakin Irlandia akan tetap kompetitif di masa depan, dan kami akan tetap menjadi lokasi yang menarik dan ‘terbaik di kelasnya’ ketika perusahaan multinasional mencari lokasi investasi,” kata Donohoe.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Gairahkan Wisata, AirAsia Tebar 6 Juta Kursi Promo
PT SMART Tbk.

Ekbis

PT SMART Tbk. Downstream Tarjun Gelar Vaksinasi Gotong Royong untuk Pekerja, Keluarga dan Masyarakat
apahabar.com

Ekbis

Dorong Daya Beli, Bank Mandiri Gratiskan Biaya Isi Saldo GoPay
apahabar.com

Ekbis

Rokok Jadi Sumber Kemiskinan di Indonesia, Berikut Uraian BPS
apahabar.com

Ekbis

Tiga Anak Milenial Ini Akan Jelajahi Indonesia Sebagai “Travel Influencer”

Ekbis

Akhir Pekan, Rupiah Kembali Diprediksi Melemah
Harga Emas

Ekbis

Pecah Rekor! Cadangan Emas-Valas Rusia Melonjak Sepekan
apahabarcom

Bank Kalsel

Setoran Haji di Bank Kalsel Syariah Melonjak Drastis, Tembus Rp15,6 M
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com