Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya Korupsi Eks Bupati HST: KPK Periksa Pejabat Bank Kalsel

Klarifikasi Menag Soal “Kemenag Hadiah Negara untuk NU”

- Apahabar.com     Senin, 25 Oktober 2021 - 14:04 WITA

Klarifikasi Menag Soal “Kemenag Hadiah Negara untuk NU”

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat membuka pelaksanaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2021 di Hotel The Sunan, Surakarta, Senin (25/10). Foto: Kemenag via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengklarifikasi pernyataan “Kementerian Agama merupakan hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU).”

Menurut Yaqut, ucapan itu semata guna memantik semangat para santri dan pondok pesantren pada acara internal.

“Pertama, saya sampaikan di forum internal, intinya adalah memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren,” ujar Yaqut di Solo, Senin (25/10) dilansir Antara.

Sebelumnya, pernyataan Yaqut tersebut mengundang berbagai reaksi di media sosial.

Bahkan, PBNU tak sepakat dengan apa yang disampaikan pria yang juga menjabat sebagai ketua Banser itu.

Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia merupakan milik semua orang dan Kementerian Agama adalah milik semua agama di Indonesia.

Yaqut mengatakan pernyataan itu hanya di forum internal yang seharusnya tidak menjadi masalah. Sebab, tujuannya hanya memberikan motivasi kepada para santri saja.

Bahkan, ia mengibaratkan pernyataannya seperti pasangan suami-istri yang mengatakan bahwa dunia milik berdua.

“Itu sama, kira-kira ketika kalian semua ini dengan pasangannya masing-masing melihat rembulan di malam hari, (mengatakan) dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ‘ngekos’, salah enggak itu? Saya tanya salah enggak itu? Itu karena internal,” kata dia.

Menag memastikan bahwa Kemenag tidak hanya untuk NU. Buktinya, kata Menag, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama.

“Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja. Bahkan, di Kemenag ada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag yang bukan dari NU,” kata Menag.

Menurutnya, karakter dasar dan jatidiri NU adalah terbuka dan inklusif. NU hadir untuk memberikan dirinya bagi kepentingan dan maslahat yang lebih besar.

“Karena keterbukaan dan mengedepankan kemaslahatan itu sifat dasar NU,” kata dia.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Investasi Tabungan

Nasional

Kemenkeu Atur Investasi Tabungan Hari Tua PNS
apahabar.com

Nasional

Tragedi Limpasu HST, Korban Pencabulan di Ponpes Bertambah!
Kemenkes

Nasional

Meski Terlambat, Kemenkes Tegaskan Vaksinasi Dosis Kedua Tetap Disuntikkan
apahabar.com

Nasional

1.524.104 Siswa SMK Ikuti Ujian Nasional Hari Pertama
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Siapkan Rp5,71 T untuk BLT Guru Honorer
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi: Penanganan Covid-19 Indonesia Jangan Dibandingkan dengan Negara Lain
apahabar.com

Nasional

Gerebek Kasino di Apartemen Robinson, Polisi Amankan 133 Orang
Anggota TNI Dibunuh

Nasional

Detik-Detik Mencekam Anggota TNI Dibunuh Saat Lerai Konflik di Depok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com