Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

KO! Harga Batu Bara Ngedrop 20% Lebih Seminggu

- Apahabar.com     Sabtu, 23 Oktober 2021 - 10:39 WITA

KO! Harga Batu Bara Ngedrop 20% Lebih Seminggu

Ilustrasi batu bara. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Harga batu bara secara mingguan ngedrop sampai 20 persen.

Mengutip CNBC Indonesia, kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 191/ton. Melesat 4.97% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Namun secara mingguan, harga batu bara ambrol 20,86%. Ini adalah koreksi mingguan terparah setidaknya dalam 10 tahun terakhir.

Aksi ambil untung (profit taking) memang akan selalu membayangi harga batu bara. Walau minggu ini ‘terluka dalam’, tetapi harga batu bara masih membukukan kenaikan 4,51% dalam sebulan terakhir.

Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga batu bara meroket 133,64%. Rasanya tidak ada komoditas yang harga naik setinggi batu bara.

Oleh karena itu, pasti akan datang saatnya investor bernafsu untuk mencairkan keuntungan yang memang sudah begitu tinggi. Aksi jual massal (sell-off) ini yang membuat harga batu bara terkoreksi.

Selain itu, kabar dari China juga menjadi sentimen negatif bagi batu bara. Pemerintah China tengah mempertimbangkan untuk melakukan intervensi terhadap harga komoditas yang naik tajam, termasuk batu bara.

Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China pada Selasa lalu mengungkapkan tengah mempelajari langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengintervensi harga batu bara. Mereka akan melakukan segala upaya agar harga kembali ke kisaran yang masuk akal.

Batu bara adalah komoditas strategis bagi China, karena sekitar 60% pembangkit listrik di sana menggunakan tenaga batu bara. Tingginya harga batu bara membuat perusahaan listrik kelimpungan karena di sisi lain permintaan juga sangat tinggi. So, wajar pemerintah China punya kepentingan untuk menekan harga batu bara.

Akan tetapi, sejumlah pihak tidak yakin upaya pemerintah China untuk mengontrol harga batu bara akan membuahkan hasil. Pasalnya, kenaikan harga batu bara adalah masalah dunia, bukan di China saja.

“Intervensi pemerintah bagai sedikit guyuran air ke api besar yang membara. Inti dari masalah ini adalah keterbatasan pasokan energy karena bumi belahan utara (northern hemisphere) akan segera memasuki musim dingin. Butuh waktu berbulan-bulan agar keseimbangan antara pasokan dan permintaan kembali seimbang,” terang Frederic Neumann, Co-Head Asian Economic Research di HSBC, sebagaimana diwartakan Reuters.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Sri Mulyani: Lembaga Internasional Sambut Positif UU Cipta Kerja
Harga Minyak

Ekbis

Persediaan AS Turun, Harga Minyak Naik
Pasar Muamalah

Ekbis

Tanggapi Pasar Muamalah, Kiai Ma’ruf: Tak Sesuai Aturan
PT Adaro

Ekbis

Bayar Utang, PT Adaro Cari Dana Pinjaman Rp5,6 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Game Mencekam Khas Indonesia Rilis di Steam
apahabar.com

Ekbis

Rekor Lagi, Emas Antam Jadi Rp 1.028.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Cadangan Devisa Indonesia September 124,3 Miliar Dolar
apahabar.com

Ekbis

Pertamina akan Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com