Dikira Orang Mabuk, Ternyata Api Mengamuk di Komet Banjarbaru Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya

Kreatif! Belajar dari Youtube, Warga Tabalong Berhasil Budidayakan Bonsai Kelapa

- Apahabar.com     Minggu, 31 Oktober 2021 - 19:28 WITA

Kreatif! Belajar dari Youtube, Warga Tabalong Berhasil Budidayakan Bonsai Kelapa

Belajar dari YouTube, Rahman, pemuda asal Kelua Tabalong berhasil membudidayakan tanaman bonsai kelapa gading. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNG – Rahman (23), warga Desa Bahungin RT 04 Kecamatan Kelua, Tabalong, Kalimantan Selatan, berhasil membudidayakan tanaman bonsai kelapa gading.

Tanaman itu sudah dijual di sekitar Kecamatan Kelua dan wilayah Tabalong lainnya.

Dalam sebulan, Rahman telah mendapatkan omzet lebih dari satu juta rupiah.

Kepada media ini, Rahman bercerita dia memulai budidaya bonsai kelapa gading sejak satu tahun lalu, tepatnya saat pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia.

Untuk menambah penghasilan di tengah keterpurukan ekonomi, Rahman belajar budidaya tanaman bonsai.

Kemampuannya mengembangkan tanaman bonsai tersebut dia dapatkan secara otodidak dengan melihat tutorial di YouTube.

“Saat itu saya membuka tutorial budidaya tanaman bonsai di YouTube. Awalnya terasa susah, tapi setelah dicoba terus ternyata bisa juga,” kata Rahman, Minggu (31/10) sore.

Tanaman bonsai hasil budidaya Rahman ini telah dipasarkan melalui media sosial dan lewat perantara teman-temannya.

Menurutnya budidaya bonsai kelapa ini tidak memerlukan modal besar, karena bahan yang digunakan cukup mudah didapatkan.

“Modal pertanaman bonsai sekitar Rp 50 ribu untuk membeli pot-nya dan membeli tanah subur karungan,” beber Rahman.

Sementara untuk bahan kelapanya, Rahman tidak memerlukan modal, karena ia langsung mengambil bibit dari kebun sendiri.

“Untuk budidaya, saya biasanya memakai kelapa yang belum muncul tunas karena lebih memudahkan dalam memprogram akar dan juga daun,” ucapnya.

Rahman juga bisa membuat kelapa yang sudah bertunas atau bahkan sudah tumbuh di alam liar untuk dijadikan tanaman bonsai kelapa.

Untuk jumlah pembibitan tanaman bonsai kelapa gading belum terlalu banyak.

“Karena masih sebagai hobi, saat ini pembibitan tanaman bonsai kelapa gading saya batasi karena hanya mengisi waktu luang saja,” kata Rahman.

Penjualan bibit bonsai kelapa harganya tergantung umir bibit dan kualitasnya.

Biasanya Rahman menjual bibit yang baru muncul tunas kurang lebih di kisaran harga Rp50 ribu.

Sedangkan bonsai kelapa gading yang siap dipajang harganya tergantung usianya.

“Semakin lama usianya, harganya juga tinggi. Biasanya kita bisa hitung per daun. Satu helai daun bonsai kelapa bahan yang belum pecah daun bisa dihargai mulai dari Rp50 ribu. Dan untuk yang sudah full pecah daun bisa sampai Rp100 ke atas per daunnya,” beber Rahman.

Bagi masyarakat yang ingin membeli bonsai kelapa gading budidaya Rahman bisa melalui Facebook dengan akun @el_rahman dan WhatsApp di nomor 0831-1041-1491.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Apel Senin Berlanjut ‘Halal Bihalal’ di Kandangan
Pembuang Bayi

Kalsel

SAH! Sejoli Pembuang Bayi di Stagen-Kotabaru Masuk Kejaksaan
apahabar.com

Kalsel

Awali Tahun 2019, ASN Diharapkan Kerja Profesional

Kalsel

Sempat Turun, Penerimaan Pajak Samsat Martapura Berangsur Pulih
Banjir

Kalsel

Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Kalsel, NU: Bukan Kepentingan Politik
apahabar.com

Kalsel

Mencengangkan, Silpa Pemko Banjarmasin Rp 381 Miliar  
pernikahan

Kalsel

Penghulu Bisa Batalkan Pernikahan Masa PPKM, Begini Aturannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com