Rangkaian Hari Menanam Indonesia, Wali Kota dan DLH Banjarbaru Tanam Ribuan Pohon Ternyata Rumah Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin tidak Kantongi IMB Kebanjiran Terus, Kalsel Siapkan Megaproyek Kolam Regulasi, Wabup HST Bantah Ilegal Logging Pertama di Kalsel, Kota Banjarbaru Capai Target Vaksinasi 70 Persen Korupsi Bupati HSU: KPK Periksa 2 Saksi Siang Ini

Krisis Batu Bara, China Desak Energi Hijau Dimaksimalkan

- Apahabar.com     Rabu, 20 Oktober 2021 - 19:44 WITA

Krisis Batu Bara, China Desak Energi Hijau Dimaksimalkan

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Otoritas Energi China mendesak perusahaan jaringan listrik untuk memaksimalkan pembelian listrik dari proyek energi terbarukan, untuk mengurangi dampak pemadaman listrik di negara itu.

Melansir Reuters, Rabu (20/10/2021), otoritas energi setempat telah meminta agar perusahaan jaringan listrik harus memprioritaskan energi terbarukan di antara sumber-sumber lain untuk menambah pasokan energinya.

Seperti diketahui, krisis energi telah menerjang negara Tirai Bambu sampai saat ini. Pemicunya tak lain karena kombinasi kurangnya pasokan batu bara di tengah lonjakan permintaan energi, melonjaknya harga batu bara, ditambah lagi dengan bencana banjir yang menghantam pusat produksi batu bara utama di China, Provinsi Shanxi, baru-baru ini.

Hujan lebat yang menghantam, memaksa 60 perusahaan tambang batu bara di provinsi tersebut tutup. Hal ini mengakibatkan seperempat dari produksi emas hitam yang dihasilkan harus terhenti. Sekitar 1.900 bangunan hancur dan 1,75 juta warga terkena dampaknya.

Padahal, batu bara adalah sumber energi utama di China, baik untuk pemanas, pembangkit listrik maupun pembuat baja. Tahun lalu, batubara mendominasi total penggunaan energi China, hingga 60%.

Ini diyakini membuat listrik warga makin sulit di tengah musim dingin yang mulai melanda. Setidaknya krisis energi di China sudah melebar ke 20 provinsi dalam beberapa pekan terakhir dan menyebabkan penjatahan listrik oleh pemerintah baik ke konsumen rumah tangga ataupun industri.

Harga batu bara berjangka, terutama yang menghasilkan listrik juga mengakibatkan lompat ke level tertinggi di sepanjang masa. Harganya naik dua kali lipat sepanjang tahun ini atau naik sekira 12% menjadi 1.408 yuan (US$ 219) per metrik ton.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Blokir TikTok, AS Berani Ikuti India?
apahabar.com

Internasional

Fang Xinghai Berharap Hubungan China-AS Lebih Baik di Bawah Pemerintah Joe Biden

Internasional

Lindungi Situs Sejarah Yerusalem Timur, UNESCO Adopsi 2 Resolusi Pro-Palestina
apahabar.com

Internasional

Film Dokumenter Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi Tayang di Zurich
Vaksin Covid-19

Internasional

Jubir Kremlin: Putin Akan Disuntik Vaksin Covid-19 Milik Rusia Sendiri
Investigasi

Internasional

Hasil Investigasi Malaysia, Penghina Lagu Indonesia Raya Merupakan WNI
apahabar.com

Internasional

Rusia-Saudi Belum Sepakati Durasi Pengurangan Produksi Minyak

Internasional

Waspada! WHO Ingatkan Potensi Infeksi Ulang Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com