Banjarmasin ‘Calap’ Lagi, Perhatikan Barang Elektronik! Demo Besar-besaran, Ribuan Buruh Tabalong Matangkan Persiapan RESMI! Sopir Truk Maut A Yani Banjarmasin Tersangka Tolerannya Muslim di Banjarmasin Bikin Pohon Natal Setinggi 8 Meter Sudah 2 Ibu di Tanah Bumbu Coba Akhiri Hidup, IPK Sentil Peran Pemerintah

Krisis Energi Eropa-China, Bahlil: Peluang Undang Investasi ke Indonesia

- Apahabar.com     Rabu, 27 Oktober 2021 - 15:44 WITA

Krisis Energi Eropa-China, Bahlil: Peluang Undang Investasi ke Indonesia

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto-Youtube BKPM TV via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menilai krisis energi yang melanda sejumlah negara di Eropa serta China menjadi peluang untuk bisa mengundang investasi masuk ke Indonesia.

Dalam konferensi pers paparan realisasi investasi secara daring di Jakarta, Rabu (27/10), Bahlil menilai krisis energi menyebabkan harga listrik di negara-tersebut menjadi mahal sehingga dipastikan akan berdampak pada harga produksi.

“HPP [Harga Pokok Penjualan] sebuah produk di negara itu akan naik, dampaknya, produk itu pasti biayanya lebih tinggi dipasarkan ke rakyat. Nah strategi yang kita bangun adalah, kan energi kita oversupply sekarang. Data PLN untuk Jawa-Bali kita oversuppply 2.300 MW. Maka ini kesempatan kita meminta perusahaan-perusahaan yang ada di negara itu segera relokasi ke Indonesia,” jelasnya seperti dilansir Antara.

Dengan melakukan relokasi ke Indonesia, HPP produk yang negara-negara itu produksi bisa ditekan karena harga listriknya tidak setinggi negara yang kena krisis energi. Dengan demikian, biaya produksi menjadi lebih rendah dan produknya lebih kompetitif.

Lebih lanjut, Bahlil menilai banyak negara yang merasa angkuh soal energi ramah lingkungan. Meski konsepnya bagus, negara-negara yang tadinya melarang penggunaan batubara dan energi fosil kini kembali menggunakannya karena dilanda krisis energi.

“Negara-negara sahabat kita yang lain, yang jauh-jauh di sana itu kadang-kadang merasa sok tentang green energy. Padahal mereka juga sekarang, negara-negara yang katanya nggak boleh pakai batubara, nggak boleh pakai fosil, sekarang mereka krisis energi bikin lagi batubara,” katanya.

Bahlil mengatakan Indonesia mendukung penuh konsep energi yang ramah lingkungan. Terlebih Indonesia berkomitmen untuk bisa mengurangi emisi gas rumah kaca, termasuk dengan pengembangan kendaraan listrik.

“Jadi kita ini sebenarnya boleh mengikuti perkembangan dunia tapi jangan terlalu banyak menari di gendang orang. Kenapa? Kita negara berdaulat tapi juga kita dorong konsep global tentang green energy. Itu setuju,” katanya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Harga Minyak

Ekbis

Investor Hindari Risiko dan Dolar Naik, Harga Minyak Jatuh
apahabar.com

Ekbis

Penjelasan Luhut Terkait Utang Indonesia Bertambah
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Pastikan Kenyamanan Momen Ramadan dan Idul Fitri 2020
Dolar AS

Ekbis

Dolar AS Melemah Terseret Inflasi Rendah, Pertemuan Fed Jadi Fokus
apahabar.com

Ekbis

Permintaan Besar di Pasar Global, Pemerintah Bidik Peluang Ekspor Pisang Cavendish Jembrana
Cicilan dan Sederet Kredit Ditangguhkan Jokowi, Berikut Aturannya

Ekbis

Cicilan dan Sederet Kredit Ditangguhkan Jokowi, Berikut Aturannya
apahabar.com

Ekbis

Dear Warga Banjarmasin, LinkAja Syariah Hadirkan Ragam Solusi Bertransaksi
Rois

Ekbis

KEJUTAN! Rois Maming Maju Caketum Hipmi Jatim, Usung Visi-Misi ‘AKSI’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com