IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung? Mimpi Ibnu Sina, Masyarakat Banjarmasin Lepas Masker Awal Tahun 2022 Bocah 8 Tahun Hilang di Samarinda, Pencarian Selami Selokan Genangan Banjir Target Vaksinasi di Tanah Laut Terkendala Stok Vaksin

Krisis Energi Picu Kenaikan Harga Minyak, Tertinggi Sejak 2014

- Apahabar.com     Rabu, 13 Oktober 2021 - 08:35 WITA

Krisis Energi Picu Kenaikan Harga Minyak, Tertinggi Sejak 2014

Harga minyak mencapai level tertinggi di tengah kekuatiran krisis energi menjelang musim dingin. Foto: Ist

apahabar.com, JAKARTA – Harga minyak menyentuh level tertinggi di tengah kekuatiran krisis energi menjelang musim dingin.

Sesuai laporan akhir perdagangan Rabu pagi (13/10), harga minyak menjadi sedikit beragam setelah sesi bergejolak pada kemarin.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember, seperti dilansir dari Antara, menyusut 23 sen menjadi 83,42 dolar AS per barel.

Sebelumnya, minyak jenis ini diperdagangkan dari level tertinggi 84,23 dolar AS hingga terendah 82,72 dolar AS.

Pada hari Senin (12/10), seperti dilansir Antara, acuan global itu mencapai 84,60 dolar AS, tertinggi sejak Oktober 2018.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November berakhir 12 sen lebih tinggi menjadi 80,64 dolar AS per barel setelah bergerak berkisar antara 81,62 dolar AS dan 79,47 dolar AS.

Sehari sebelumnya, WTI menyentuh level tertinggi sejak akhir 2014 di 82,18 dolar AS.

Brent telah naik selama 5 minggu berturut-turut. Sementara WTI mencatat kenaikan 7 pekan berturut-turut.

Dalam World Economic Outlook, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan global 2021 menjadi 5,9 persen dari perkiraan 6,0 persen yang dibuat pada bulan Juli.
IMF mempertahankan perkiraan pertumbuhan global 2022 tidak berubah di 4,9 persen.

Bahkan, ketika permintaan meningkat, Organisasi Negara – Negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutu, yang dikenal sebagai OPEC+, tetap berpegang pada rencana untuk memulihkan produksi secara bertahap daripada secara cepat.

Harga Brent telah melonjak lebih dari 60 persen tahun ini. Selain pembatasan pasokan OPEC+, reli telah didorong oleh rekor harga gas Eropa yang telah memicu peralihan ke minyak untuk pembangkit listrik di beberapa tempat.

Sebelumnya, krisis energi telah mendorong harga minyak mencapai rekor tertinggi dalam tujuh tahun di Amerika Serikat pada minggu ini.

Bank of America baru-baru ini bahkan memperkirakan bahwa musim dingin dapat mendorong harga minyak mentah patokan global, Brent menembus level US$ 100 per barel. Harga minyak belum pernah setinggi itu sejak 2014.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Sempat Menguat, Rupiah Kembali Berpotensi Tertekan
apahabar.com

Ekbis

Kementerian ESDM Ubah Lagi Formula Harga BBM Solar
apahabar.com

Ekbis

Apple Kehilangan Rp814 Triliun dalam Sehari
Dolar AS Melemah

Ekbis

Terimbas Data Ekonomi, Dolar AS Ikut Melemah
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Turun Tajam Pasca-Risalah the Fed

Ekbis

Permintaan Turun, Harga Minyak Stagnan
apahabar.com

Ekbis

DKI Jakarta Di-PSBB, Rupiah Bisa Terkoreksi Lagi
Pasar Senen

Ekbis

Pasar Jaya Ancam Tutup Permanen Penjual Daging Anjing di Pasar Senen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com