Ternyata Rumah Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin tidak Kantongi IMB Kebanjiran Terus, Kalsel Siapkan Megaproyek Kolam Regulasi, Wabup HST Bantah Ilegal Logging Pertama di Kalsel, Kota Banjarbaru Capai Target Vaksinasi 70 Persen Korupsi Bupati HSU: KPK Periksa 2 Saksi Siang Ini Sempat Mengkhawatirkan, Kalsel Kembali Nol Kasus Covid-19 Harian

La Nina 2020 Diperkirakan Berulang di 2021, Curah Hujan di Kalsel Diprediksi Meningkat

- Apahabar.com     Sabtu, 30 Oktober 2021 - 16:02 WITA

La Nina 2020 Diperkirakan Berulang di 2021, Curah Hujan di Kalsel Diprediksi Meningkat

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama badan meteorologi dunia lainnya terus memantau fenomena La Nina 2021. Mereka memprediks La Nina tahun ini akan berdampak, setidaknya sama dengan 2020 pada level lemah hingga moderat yang bertahan hingga Februari 2021.

Mengutip CNN Indonesia, Sabtu (30/10), BMKG berhasil monitoring terjadinya pendinginan suhu muka air laut di Samudra Pasifik ekuator sejak awal Oktober 2021.

Menurut BMKG, pendinginan suhu muka air laut mencapai minus 0,61 yang menunjukkan terjadi fenomena La Nina. Dalam catatan BMKG penurunan suhu dingin secara teori telah melewati ambang batas 0,5 sebagai syarat terjadinya La Nina dengan intensitas lemah.

Saat ini, pada dasarian tiga Oktober, penurunan suhu muka laut di Samudra Pasifik ekuator terus bertahan, bahkan terdeteksi mencapai minus 0,92 dan jika mencapai satu, maka La Nina sudah mencapai level moderat atau menengah.

La Nina adalah fenomena yang dikontrol oleh perbedaan suhu muka air laut antara Samudra Pasifik bagian tengah (ekuator) dengan wilayah perairan Indonesia, sehingga suhu muka laut di wilayah Indonesia menjadi lebih hangat.

Kondisi tersebut menyebabkan tekanan udara yang mendorong pembentukan awan dan berdampak terjadi peningkatan curah hujan.

Seperti pengalaman La Nina pada 2020, terjadi peningkatan curah hujan 20-70 persen lebih tinggi dari normalnya dalam sebulan.

Kondisi tersebut tentu semakin mengkhawatirkan terlebih lagi Indonesia saat ini memasuki musim hujan. Maka perlu diwaspadai potensi terjadinya peningkatan bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan pantauan BMKG, hingga pertengahan Oktober sebanyak 20 persen wilayah Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim hujan, namun sebagian juga masuk pada September.

Pada kejadian La Nina 2020, terjadi peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

Kondisi tersebut, menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, diprediksi peningkatan curah hujan secara konsisten sejak November hingga Januari 2022. Pada November, beberapa wilayah diprediksi akan meningkat curah hujan bulanan 70, bahkan dapat mencapai 100 persen.

Sementara pada November 2021, diprediksi peningkatan curah hujan merata di Jawa, Bali, NTB dan cukup merata di NTT serta secara sporadis di Sumatera, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara.

Pada Desember 2021, diprediksi semakin meningkat di Jawa, Bali, NTB, NTT. Di Sumatera Utara, Kalimantan Selatan dan sporadis di Kalimantan Timur serta Sulawesi Selatan.

Meski sebagian daerah diprediksi mengalami dampak La Nina, sehingga mengalami peningkatan curah hujan, ada beberapa daerah yang justru kekurangan air karena intensitas hujan menurun, seperti Sumatera yang curah hujan sporadis dan Kalimantan Barat.

Jadi dalam satu pulau ada yang mengalami penurunan curah hujan dan ada pula yang meningkat, kata Dwikorita, sehingga perlu diwaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pada Januari 2022 dampak La Nina semakin meluas di Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, sporadis di Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan sporadis di Kalimantan Timur serta hampir merata di Sulawesi.

Kemudian pada Februari 2022 diprediksi curah hujan meningkat di beberapa wilayah, masih merata dan meluas di Jawa, Bali, NTB dan NTT lebih tinggi.

Selain dampak La Nina, perlu diwaspadai badai tropis yang sering terjadi pada Januari-Februari yang muncul di wilayah NTT.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Erick Thohir

Nasional

Erick Gandeng China Garap Proyek Strategis BUMN
Vanessa Angel

Nasional

Keluar Rutan, Apa Kesibukan Vanessa Angel Jalani Asimilasi di Rumah?
apahabar.com

Nasional

Cuaca Ekstrem Siap Terjang Indonesia, Begini Strategi BNPB
apahabar.com

Nasional

Viral, Video Pimpinan Muhammadiyah Pekalongan Wafat saat Salat di Masjid
Warga Sukajaya Bogor: Seperti Mimpi Dikujungi Presiden Jokowi

Nasional

Warga Sukajaya Bogor: Seperti Mimpi Dikujungi Presiden Jokowi
Ilustrasi Covid-19 Varian Kappa. Foto-Net

Nasional

Covid-19 Varian Kappa Ditemukan di Sumsel dan DKI Jakarta

Nasional

Terungkap, Anji Sudah 9 Bulan Gunakan Ganja
apahabar.com

Nasional

MUI: Idul Fitri Saatnya Kembali Jalin Silaturahmi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com