Tepat di Hari Anti Korupsi Sedunia, Kades Dadahup Kapuas Ditahan KPK Telisik Keperluan Pribadi Bupati HSU, Jamela Beri Klarifikasi Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini

Lakukan Penyimpangan Solar Subsidi, Pertamina Tindak Puluhan SPBU Termasuk 12 di Regional Kalimantan

Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) melakukan penindakan kepada puluhan stasiun pengisian bahan
- Apahabar.com     Senin, 18 Oktober 2021 - 19:25 WITA

Lakukan Penyimpangan Solar Subsidi, Pertamina Tindak Puluhan SPBU Termasuk 12 di Regional Kalimantan

Ilustrasi SPBU. Foto-Antara/Humas Pertamina

apahabar.com, BANJARMASIN – Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) melakukan penindakan kepada puluhan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia.

Hal itu karena pihak SPBU melakukan penyaluran solar subsidi tidak sesuai regulasi yang ditetapkan.

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Irto Ginting, menjelaskan penindakan 91 SPBU ini adalah bukti komitmen Pertamina untuk menjaga amanah pemerintah dalam menyalurkan solar subsidi secara tepat sasaran.

“Alasan penindakannya beragam, yang tidak sesuai dengan regulasi Perpres 191/2014, di antaranya pengisian solar subsidi dengan jeriken tanpa surat rekomendasi, pengisian ke kendaraan modifikasi, penyelewengan pencatatan/administrasi, dan melayani pengisian di atas 200 liter,” kata Irto melalui siaran pers seperti dilansir Antara, Senin (18/10).

Irto menjelaskan, sanksi diberikan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan dengan baik.

Adapun 91 SPBU yang ditindak, di antaranya 8 SPBU di Regional Sumatera Bagian Utara, 12 SPBU di Regional Sumatera Bagian Selatan, 14 SBPU di Regional Jawa Bagian Barat, 26 SPBU di Regional Jawa Bagian Tengah, 6 SPBU di Regional Jawa Timur, Bali & Nusa Tenggara, 12 SPBU di Regional Kalimantan, 6 SPBU di Regional Sulawesi, dan 7 SPBU di Regional Papua Maluku.

“Sebanyak 91 SPBU yang ditindak ini merupakan SPBU yang sudah terbukti melakukan pelanggaran sampai dengan Oktober 2021,” terangnya.

Saat ini tindakan yang diambil adalah penghentian pasokan atau penutupan sementara SPBU serta penagihan selisih harga jual solar subsidi sesuai harga keekonomiannya.

Pertamina akan terus memonitor dan berkoordinasi dengan aparat serta seluruh stakeholder dalam melakukan pemantauan di lapangan.

“Kami tidak ragu-ragu memberikan sanksi tegas kepada SPBU yang nakal,” tambah Irto.

Untuk memastikan penyaluran, Pertamina juga melakukan pemantauan secara real time Informasi terkait stok dan proses melalui sistem digitalisasi di Pertamina Integrated Command Centre (PICC).

Masyarakat yang memiliki informasi dan melihat adanya indikasi penyelewengan penyaluran solar subsidi juga dapat langsung melaporkannya ke aparat yang berwenang serta ke Pertamina Call Center (PCC) 135.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari masyarakat, media, dan seluruh stakeholder. Ini adalah bentuk sinergi yang baik, dan bersama-sama kita dapat mewujudkan penyaluran Solar Subsidi yang tepat sasaran,” terang Irto.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

BJBR

Ekbis

Digitalisasi Bantu BJBR Tumbuh di Tengah Pandemi
apahabar.com

Ekbis

Satu Lagi, Hotel Berbintang Hadir di Banjarmasin
Harga Emas

Ekbis

Harga Emas Naik Dipicu Kekhawatiran Inflasi dan Melemahnya Dolar

Ekbis

Dialog Apindo Kalsel, Empat Maskapai Absen
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pengumuman Hasil Rapat BI, IHSG Bergerak Naik
Ilustrasi. Foto-Okezone

Ekbis

Begini Penjelasan Ditjen Pajak Terkait PPN Sembako
apahabar.com

Ekbis

Terimbas Covid-19, BI Ungkap Kondisi Perekonomian Kalsel
Hasnur

Ekbis

Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com