Paman Birin Doktor Kehormatan, Mahasiswa Bergerak ‘Kuningkan’ ULM Bali-Singapura Buka Penerbangan, Kadinkes Banjarmasin Waswas Kata Para Pelaku Usaha di Banjarbaru Soal Wajib PCR Penumpang Pesawat Diadili, Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin Polemik Gelar Doktor Kehormatan untuk Paman Birin, Alumnus Tantang Uji Publik!

Legislator Senayan Kecam Aksi Pembantingan Demonstran

- Apahabar.com     Kamis, 14 Oktober 2021 - 16:00 WITA

Legislator Senayan Kecam Aksi Pembantingan Demonstran

Seorang polisi membanting mahasiswa HIMATA Banten Raya saat terjadi kerusuhan demonstrasi. Foto: Ist

apahabar.com, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Hinca IP Pandjaitan mengecam aksi pembantingan seorang mahasiswa saat ricuh demo di depan Kantor Bupati Tangerang.

Mantan Plt ketum PSSI ini berharap polisi tidak lagi represif terhadap warga yang menyampaikan aspirasinya lewat unjuk rasa.

Menurutnya, praktik-praktik kekerasan atau represif bertentangan dengan misi kepolisian untuk selalu melakukan tindakan yang humanis dan terukur dalam memelihara kamtibmas.

“Yang terjadi kemarin, viral disaksikan banyak masyarakat, saya kira ini jadi introspeksi pada Polri agar tetap kembali ke semangat presisi yang menjadi tagline Kapolri,” sebut Hinca IP Pandjaitan.

“Tidak ada lagi banting-membanting, tidak ada lagi represif, yang ada humanis, karena itu yang memang dijanjikan oleh Pak Sigit,” tambah dia.

Istilah “presisi” yang disebut oleh Hinca merujuk pada visi kepolisian di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Presisi merupakan singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan.

Terkait itu, Hinca meminta Kapolri menginstruksikan jajarannya di tingkat pusat sampai daerah agar konsisten mewujudkan visi Presisi kepolisian.

“Kami minta semua jajaran polisi mulai dari pusat ke daerah (yang) menangani soal-soal demonstrasi, menyampaikan gagasan, pikiran, (agar) dihadapi dengan humanis. Jangan sampai ada yang tercederai, apalagi sampai (kontak) fisik,” tegas Hinca.

Anggota Komisi III DPR RI itu juga mengajak publik untuk mempercayakan kelanjutan kasus itu ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, terutama terkait pemeriksaan terhadap polisi yang melakukan penganiayaan ke mahasiswa.

“Biar kepolisian memastikan, menyidik, memeriksanya sampai batas mana. Yang jelas, publik melihat sesuatu yang tidak patut, tidak pantas dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam demonstrasi itu,” kata Hinca.

Sebelumnya, seorang anggota Polresta Tangerang membanting seorang mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10).

“Kondisinya masih sehat, semua yang diamankan masih di lakukan swab dan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro dikonfirmasi, Rabu (13/10).

Sekelompok mahasiswa berunjuk rasa bertepatan HUT ke-389 Kabupaten Tangerang. Mereka hendak menyampaikan aspirasinya mengenai masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Tangerang saat unjuk rasa.

Namun, unjuk rasa berakhir ricuh saat sejumlah polisi yang berjaga berusaha membubarkan demonstran.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Presiden Tegaskan Tidak Ada Pengembalian Mandat Dalam UU KPK
apahabar.com

Nasional

Libur Panjang, 254.673 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Lewat Tol Cikampek
apahabar.com

Nasional

Sekardus Uang di OTT Bupati Mesuji Sekitar Rp 1 M
apahabar.com

Nasional

Mendag Setujui Ekspor Masker dan APD Kembali Dibuka
apahabar.com

Nasional

Optimisme Pemerintah Redam Covid-19 di Indonesia Juni Mendatang
vaksinasi

Nasional

BPOM Sebut 71,4 Persen Relawan Vaksin Nusantara Alami Efek Samping
apahabar.com

Nasional

Kemen PPPA Terus Kawal Kasus Penyebaran Video Porno di Tasikmalaya

Nasional

Sebelum ke Kalsel, Jokowi Tanam Mangrove di Kaltara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com