Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Lewat Aplikasi GIS Baiman, PDAM Bandarmasih Boyong Penghargaan Bhumandala

- Apahabar.com     Sabtu, 30 Oktober 2021 - 20:08 WITA

Lewat Aplikasi GIS Baiman, PDAM Bandarmasih Boyong Penghargaan Bhumandala

Lewat aplikasi GIS Baiman, PDAM Bandarmasih boyong penghargaan Bhumandala. Foto-apahabar.com/Istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – PDAM Bandarmasih berhasil memboyong penghargaan Bhumandala Pemanfaatan Informasi Geospasial 2021 atas inovasi pengembangan aplikasi GIS BAIMAN.

GIS BAIMAN merupakan aplikasi milik PDAM Bandarmasih yang terintegrasi dengan android, SIMPDAM (Sistem Informasi PDAM), aplikasi dan kegiatan-kegiatan milik PDAM Bandarmasih lainnya.

Penghargaan itu diterima langsung Dirut PDAM Bandarmasih Ir Yudha Ahcmady dan Sekda Kota Banjarmasin Sugito di City Grand Ballroom, Hotel Grand Mercure Jakarta Harmoni, Jumat (29/10) tadi.

Dirut PDAM Bandarmasih Yudha Ahmadi menyatakan, pihaknya menggunakan aplikasi sejak tahun 2018. “Ini inovasi yang dimanfaatkan aplikasi goespasial,” ujar Yudha dalam keterangan resminya dikutip apahabar.com, Sabtu (30/10).

Dalam prosesnya, Manager Transmisi dan Distribusi 2 Zulbadi menjelaskan alur yang harus dilewati.

Pertama, PDAM Bandarmasih mengirimkan proposal untuk dinilai kelayakannya. Kedua, mereka harus menyiapkan video durasi selama lima menit yang mana menjelaskan mengenai inisiatif, tujuan, manfaat, dan bukti nyata dari hasil inovasi tersebut.

“Tentu ada saingan dari kota lain, di sini ada tingkat kota dan provinsi yang mengirim, bahkan Kementerian juga ada,” ujar Ketua tim pengembangan GIS BAIMAN.

Dari seluruh provinsi atau kota yang mengirim, hanya ada sekitar 10 nomine yang berhasil lolos ke tahap penilaian kedua.

Ia menyebutkan bahwa aplikasi GIS BAIMAN bukan merupakan GIS pertama yang mereka miliki.

“Kita sudah punya sebelumnya, tetapi ada beberapa kelemahan. Berbayar dan jumlah usernya sangat terbatas, berbeda dengan GIS BAIMAN yang usernya tidak terbatas dan tidak berbayar,” imbuhnya.

Dalam GIS yang terdahulu, hanya memiliki dua user dan lima viewer serta bayar per tahun.

“Sekarang, di GIS BAIMAN user tanpa batas, bisa digunakan kapan saja, di mana saja, oleh siapa saja secara online dan real time,” jelas Zubaldi.

Menurutnya aplikasi ini merupakan suatu kebanggaan bagi PDAM Bandarmasih karena dikembangkan sendiri oleh sumber daya yang ada, tidak berbayar dan dapat memaksimalkan potensi karyawan.

Penggunaan GIS BAIMAN pun ia nilai sangat efektif dan efisien bagi pekerjaan para karyawan. Salah satunya untuk penanganan kebocoran, karena GIS BAIMAN sudah diintegrasikan dengan android.

“Arah ke mana, bocor di mana, petugasnya di mana, itu semua bisa terlihat dengan mudah melalui GIS BAIMAN, sangat memudahkan pekerja di lapangan. Selain itu dapat di evaluasi setiap hari,” jelasnya.

Zulbadi juga menyebutkan GIS BAIMAN tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan PDAM itu sendiri.

Menurutnya, di tempat lain GIS hanya sekedar GIS dan berdiri sendiri saja, sementara untuk PDAM Bandarmasi sendiri GIS terintegrasi dan tumbuh berkembang sendirinya.

Ada kewajiban bagi setiap pekerjaan untuk harus update data di GIS. Misalnya ada pekerjaan baru pembangunan pipa sekunder dari titik A ke titik B sekitar satu kilometer. Maka, setelah pekerjaan selesai, pekerja harus membuat as built drawing.

“Mulai dari rencana, aktivitas kerja dan as built drawing harus ada di GIS, sehingga datanya itu tumbuh sendiri, bahwa ada penambahan pipa satu kilometer tersebut,” jelasnya.

Aplikasi ini merupakan aplikasi pemetaan yang menyimpan daripada aset-aset PDAM Bandarmasih. Seperti perpipaan di bawah permukaan tanah dan aksesoris-aksesorisnya yang mana memang harus terdata.

Ia menjelaskan perusahaan air minum itu juga memiliki road map pengembangan GIS BAIMAN.

Tahun ini, mereka sedang mengembangkan sistem monitoring tekanan air di perpipaan, persebaran tekanan, untuk peningkatan pendapatan dan reklasifikasi.

“Kita sebagai Departemen Transmisi dan Distribusi dalam mendistribusikan air ke pelanggan harus memonitor untuk memastikan bahwa air di wilayah tersebut mengalir dengan tekanan cukup,” ujarnya.

Menurutnya dalam hal pengembangan, bisa jadi suatu saat PDAM Bandarmasih memiliki visi untuk menjadi Smart Green Water.

Smart pengelolaannya yang efektif dan efisien menggunakan teknologi, mulai hulu hingga ke hilir, dan Greendalam artian memperhatikan aspek lingkungan.

Terdapat gabungan dari apa yang diharapkan, misi dalam menjadikan PDAM Bandarmasih yang besar tentu harus diimbangi dengan teknologi.

“Yaitu, GIS BAIMAN hadir untuk memonitor dan mengontrol kegiatan operasional, efisiensi dan efektifitas dapat diperoleh, biaya produksi ditekan dan mungkin suatu saat harga jual juga bisa diturunkan,” jelasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Kuin Selatan Geger! Pria Dibacok Orang Tak Dikenal
Normalisasi Sungai Banjarmasin

Banjarmasin

Normalisasi Sungai Banjarmasin Berlanjut, Ada Jembatan Terpaksa Dibongkar

Banjarmasin

Detik- Detik Portal Baja Jembatan Alalak Dua Dilepas Tiga Petugas
Sarang Walet

Banjarmasin

Hanya Sumbang Pajak Rp200 Juta Setahun, Usaha Sarang Walet di Banjarmasin Menjamur
Kebakaran

Banjarmasin

Kebakaran Pelambuan, Puluhan Rumah Dekat Gudang Karet Ludes

Banjarmasin

Berkah Ramadan, Yayasan Haji Maming Ringankan Beban Tukang Becak di Banjarmasin
Banjarmasin

Banjarmasin

Diamankan! Dua Supeltas Liar Banjarmasin Merayap hingga Push Up di Balai Kota
Banjarmasin

Banjarmasin

Nekat! Setubuhi-Aniaya Pacar, Remaja Banjarmasin Ditangkap Saat Berlebaran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com