Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Mandek, Pengacara Korban Pencabulan Ultimatum Aparat Hukum di Kaltim

- Apahabar.com     Rabu, 20 Oktober 2021 - 17:53 WITA

Mandek, Pengacara Korban Pencabulan Ultimatum Aparat Hukum di Kaltim

Ilustrasi kasus pencabulan anak di bawah umur. Foto-net

apahabar.com, BALIKPAPAN – Kasus pencabulan anak di bawah umur dengan terduga pelaku sang kakek korban sendiri di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai mandek.

Telebih, saat ini si kakek korban masih bebas berkeliaran. Pihak kepolisian setempat belum melakukan penahanan, padahal kasus pencabulan ini telah berjalan satu tahun tiga bulan.

Mandeknya kasus ini, membuat Kuasa Hukum Korban, Siti Sapurah angkat bicara. Ia menilai, kepolisian dan Kejaksaan Tinggi Kaltim lamban dalam menangani kasus ini.

Bahkan, jika hingga Jumat (22/10) mendatang, kedua institusi hukum itu tidak memberikan kepastian atas kasus pencabulan itu, maka ia akan mengirim surat ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Polri agar mendapat perhatian.

“Kami akan bersurat ke Kejagung kalau sampai minggu ini tidak ada jawaban. Kami juga akan bersurat ke Polri agar kasus ini bisa ditarik ke pusat,” tegas pengacara yang juga kerap di sapa Mbak Ipung tersebut kepada apahabar.com, Rabu (20/10).

Lebih jauh ia menjelaskan, mandeknya kasus pencabulan kliennya itu lantaran pihak Kejati Kaltim meminta bukti tambahan agar kasus tersebut diproses.

Namun, yang membuatnya heran, seharusnya permintaan bukti tambahan itu setelah adanya penetapan tersangka, sementara justru saat ini belum ditetapkan dan berkasnya juga belum masuk ke Kejaksaan.

“Paling tidak setelah SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) diterima ada status pasti yang ditetapkan. Misalnya kasus ini sudah masuk tahap P16 atau P19,” paparnya Ipung.

Ipung menilai penanganan kasus ini sejak awal sudah mengalami kesalahan prosedur. Sementara itu pihak kepolisian justru mengikut arahan dari Kejaksaan tersebut.

“Seaharusnya dua bukti seperti keterangan saksi korban dan visum itu, sudah jadi bukti kuat untuk menahan pelaku,” tuturnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim AKBP I Made Subudi mengatakan berkas kasus pencabulan tersebut belum dilimpahkan ke kejaksaan lantaran diminta agar melengkapi bukti pendukung lainnya.

“Dua kali kami ajuin ke Jaksa, tetapi jaksa bilang jangan dulu dikirim, kan berkasnya belum lengkap dan minim bukti,” terangnya.

Meski begitu pihaknya akan melengkapi berkas yang diminta guna kasus ini bisa segera di proses.

Sementar itu salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Johansen Silitonga enggan memberikan komentar banyak, lantaran pihaknya memang belum menerima limpahan berkas dari kepolisian.

“Coba pastikan lagi ke narasumber yang sebelumnya yang membuat statement itu, karena kami memang belum ada terima berkasnya,” timpalnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kaltim

Polisi Kantongi Identitas Penculik Anak di Balikpapan, Pelaku Jadi DPO
apahabar.com

Kaltim

Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres
Vaksin

Kaltim

13.380 Vial Vaksin Untuk Kaltim Tiba, Balikpapan Kebagian 1.040 Vial
Nelayan Manggar

Kaltim

Melaut di Perairan Telake Kaltim, Nelayan Manggar Menghilang
Pemkot Balikpapan

Kaltim

Formalin Ditemukan di Bahan Makanan, Pemkot Balikpapan Sidak Pasar Ramadan
apahabar.com

Kaltim

Jokowi Ajak Menteri ke Bukit Soeharto, Ibukota Makin Dekat ke Kaltim

Kaltim

Walhi: Kehancuran Karst Sangkulirang di Depan Mata
Sepinggan

Kaltim

Warga Sepinggan Balikpapan Panik! Ngebor Sumur Keluar Semburan Gas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com