KPK Telisik Keperluan Pribadi Bupati HSU, Jamela Beri Klarifikasi Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini Truk Conch Disweeping di Amuntai, Kapolres HSU Buka-bukaan

Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini 

Rencana pembangunan empat unit smelter nikel di Tanah Bumbu mulai diwanti-wanti.Pemerintah maupun pemilik perusahaan diminta agar serius..
- Apahabar.com     Senin, 25 Oktober 2021 - 19:22 WITA

Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini 

Haji Isam (kedua dari kanan) menyopiri Presiden Jokowi di Pabrik Biodiesel PT Jhonlin Agro Raya di Kalsel. Selesai pabrik minyak sawit, ia berencana membangun smelter sesuai visi pemerintahan menekan impor melalui hilirisasi barang mentah menjadi produk setengah jadi. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, BANJARMASIN – Rencana pembangunan empat unit smelter nikel di Tanah Bumbu mulai diwanti-wanti. Pemerintah maupun pemilik perusahaan diminta serius melakukan pengawasan, demi keberlangsungan lingkungan hidup bumi Kalimantan Selatan.

Hal itu disinggung Ahli Kimia dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Muthia Elma saat berbicara melalui telepon dengan apahabar.com, Senin (25/10).

Prof Muthia menilai pembangunan smelter nikel ini punya dampak positif dan negatif.

Dari sisi baik, ini tentu bakal menambah nilai investasi maupun pemasukan terhadap negara, terlebih di masa pandemi seperti sekarang.

Tapi, dia juga mengingatkan akan adanya potensi kerusakan lingkungan akibat tambang nikel.

“Nikel itu logam berat berat. Yang jadi masalah, kalau mulai ditambang otomatis nanti memunculkan lubang-lubang. Kalau tidak diantisipasi nanti larinya bisa ke lingkungan, khususnya air sungai,” ucapnya.

Kata dia, peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini. Perlu ada kebijakan dan aturan yang jelas demi meminimalkan limbah dari nikel ini.

Nah, limbah itu yang harus diantisipasi seminimal mungkin dari sekarang, sesuai standar bahan baku dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Sebab, lanjut Prof Muthia, air sungai sangat dibutuhkan dalam kehidupan makhluk hidup, baik ikan maupun manusia.

“Jangan sampai pemerintah hanya mengambil keuntungan atau kebutuhan personal sesaat, tetapi lupa dengan dampak yang dialami masyarakat setempat,” ujarnya, mengingatkan.

Selesai Pabrik Biodiesel, Haji Isam Target Empat Smelter

Diwartakan sebelumnya, Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad bakal meluncurkan megaproyek instalasi pemurnian hasil tambang atau smelter. Tak tanggung-tanggung, empat smelter nikel ditarget rampung sebelum 2024.

Rencana pemilik konglomerasi bisnis batu bara dan sawit di Kalimantan, Jhonlin Group yang akrab disapa Haji Isam itu terlontar dari Komisaris PT Jhonlin Agro Raya, Andi Amran Sulaiman

“Pak Andi [Haji Isam] tadi bisikin saya 2023 smelter akan selesai dibangun empat unit,” ujar mantan menteri pertanian RI ini di sela peresmian pabrik biodiesel Jhonlin oleh Jokowi, Kamis (21/10).

Lantas, sudah sejauh mana persiapannya?

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Usaha Kerajinan Rotan

Ekbis

Covid-19 Melandai, Usaha Kerajinan Rotan di Kapuas Kembali Menggeliat
apahabar.com

Ekbis

LKPJ 2018, Produksi Karet Kalsel Lampaui Target
apahabar.com

Ekbis

Gila! Logo Sponsor Terkecil di Motor Rossi Senilai Rp2,5 Miliar
apahabar.com

Ekbis

UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Perkuat Produksi Pangan Domestik

Ekbis

Emas Melorot, Ini Alasannya
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Kalsel Tumbuh 4,08 Persen, Pengamat: Masih Dikuasai Asing

Ekbis

Royal Akasia Residen Tawarkan Hunian Berkelas, Hanya 300 Meter dari Trikora!
IHSG

Ekbis

Stimulus Fiskal AS Picu Penguatan IHSG 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com