Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022 Kasus Covid-19 di 21 Daerah Naik, Pemerintah Meminta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Petir Berpotensi Melanda Hampir Seluruh Wilayah! Truk Terguling di A Yani Banjarmasin, Satu Orang Tewas

Mengapa Guru Harus Menulis?

- Apahabar.com     Sabtu, 23 Oktober 2021 - 09:06 WITA

Mengapa Guru Harus Menulis?

Ilustrasi. Foto-Freepik.com

Oleh Adriati Kurniasih, S.Pd

Guru harus menulis sebagai salah satu prasyarat dalam kenaikan pangkat. Menulis merupakan rangkaian kegiatan menuangkan ide, gagasan dan perasaan seseorang yang dungkapkan dalam bahasa tulis. Beberapa hasil tulisan dalam prasyarat kenaikan pangkat dikelompokkan dalam kategori publikasi ilmiah. Beberapa hasil karya tulis pada publikasi ilmiah antara lain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), best practice, artikel ilmiah dan lain – lain.

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa guru memang memiliki kewajiban untuk menulis. Guru harus menelurkan karya tulis sebagai wujud pengembangan profesi. Lalu mengapa guru harus menulis? Apa saja manfaat yang di dapat dari menulis?

Menurut Alpiyanto (2018), guru harus produktif. Produktif dengan ide – ide, gagasan, kinerja dan karya yang diwujudkan dalam bentuk lisan dan tulisan. Didukung oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memudahkan guru dalam mengikat ilmunya dengan menulis.

Menulis merupakan media bagi guru untuk menuangkan ide, gagasan dan pemikiran mengenai berbagai hal, khususnya berkaitan dengan tugas dan fungsinya sebagai tenaga pedidik.

Di era teknologi informasi yang makin canggih, mendidik tidak hanya terbatas dengan peserta didik. Mendidik tidak hanya dilakukan di ruang kelas atau lingkungan sekolah. Melainkan juga mendidik masyarakat dengan karya tulis dan dipublikasikan. Melalui tulisan kita dapat menularkan pengetahuan, memberi nutrisi hati dengan memotivasi dan memberikan contoh – contoh pemecahan solusi permasalahan.
Guru sering mendapat berbagai macam pengetahuan dan pemahaman, baik melaui kegiatan membaca atau mengikuti seminar dan pelatihan. Bahkan dari pengalaman ketika mengajar dan melakukan tugas – tugas lainnya. Melalui menulis guru dapat mengikat pengetahuan dan pemahaman tersebut.

Menulis dapat meningkatkan pengembangan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran berhubungan dengan strategi, media dan model pembelajaran. Guru menerapkan strategi, model atau media pembelajaran kemudian memaparkan dalam bentuk laporan. Dari laporan tersebut guru mengetahui indikator – indikator yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.

Menulis juga dapat menumbuhkan motivasi dan pembiasaan bagi orang lain. Menulis, apalagi kemudian dapat dipublikasikan melaui media akan menumbuhkan kebanggaan sebagai aktualiasasi diri. Kepuasan telah berkontribusi dengan karya dan prestasinya. Tentunya hal ini menjadikan mental yang dapat menyentuh kesadaran peserta didik. Tidak menutup kemungkinan menggugah dorongan menulis bagi rekan kerja dan masyarakat.

Seperti yang diuraikan di atas, guru perlu membuat publikasi ilmiah untuk mendapatkan poin. Jumlah poin yang didapat akan berpengaruh bagi kenaikan pangkatnya. Beberapa guru memiliki kelemahan dalam keterampilan menulis. Bila seorang merasa tidak mampu menulis, maka biasanya akan cenderung menyerah dan tertunda kenaikan pangkatnya. Berbeda dengan guru yang terampil dan suka menulis, bahkan mereka justru menikmati aktivitas ini. Maka menulis akan menunjang kenaikan pangkatnya.

Untuk menghasilkan karya tulis yang berkualitas, tentunya penulis harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. wawasan yang luas didapat dari membaca. Ini artinya untuk menjadi seorang penulis harus berawal dari menjadi seorang pembaca. Bukan hal yang mustahil, sehinggan menulis mengarahkan dorongan untuk kegiatan membaca.

Banyak guru merasa tidak memiliki kemampuan dalam menulis. Padahal menulis di zaman sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan seseorang. Apalagi media teknologi komunikasi sekarang lebih banyak dilakukan dengan menulis. Jika guru sudah memahami manfaat dari kegiatan menulis, semoga termotivasi untuk memulai menulis. Hambatan maupun kendala dalam memulai menulis segera diatasi. Berangkat dari niat yang ikhlas, kerja keras dan keuletan dapat menumbuhkan semangat menulis. Mari menulis!

*

Penulis adalah Kepala SMPN 3 Satap Angsana Bunati, Kabupaten Tanah Bumbu

Kolom Opini

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Opini

Menyambut Ramadan di Kala Pandemi
Guru Malas Menulis

Opini

Guru Malas Menulis? Ah, Sudah Biasa
apahabar.com

Opini

Pentingnya Personal Branding Bagi Guru

Opini

Tugas Selama Pandemi Penyebab Pelajar Bunuh Diri?

Opini

Filsafat Menyikapi PSU
apahabar.com

Opini

Kabar dari Tuhan
apahabar.com

Opini

Menciptakan Pembelajaran Daring yang Menyenangkan di Masa Pandemi

Opini

Memaknai Hari Kartini di Masa Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com