Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini Truk Conch Disweeping di Amuntai, Kapolres HSU Buka-bukaan Akhirnya, Buronan Pelaku Penggelapan Motor Scoopy di HST Diringkus Tim Resmob

Mengejutkan, Terlalu Lama Daring Ratusan Pelajar Kalteng Menikah

Terlalu lama pembelajaran dalam jaringan (Daring) ternyata membuat pelajar di Kalimantan Tengah (Kalteng) menikah.
- Apahabar.com     Jumat, 22 Oktober 2021 - 13:56 WITA

Mengejutkan, Terlalu Lama Daring Ratusan Pelajar Kalteng Menikah

Ilustrasi siswa SMA yang telah menerapkan PTM di tengah pandemi. Foto-Antara.

apahabar.com, PALANGKA RAYA – ​Terlalu lama pembelajaran dalam jaringan (Daring) ternyata membuat pelajar di Kalimantan Tengah (Kalteng) menikah.

Tentu saja hal ini mengejutkan Gubernur Sugianto Sabran, ketika mengetahui hal itu saat memantau vaksinasi Covid-19.

Seperti dilansir Antara, Jumat (22/10), sekurang-kurang terdata 300 pelajar diam-diam menikah.

Gubernur Sugianto Sabran​​​​​,​ mengaku tidak pernah mengira dan terkejut. Pasalnya kebijakan pembelajaran daring pada semua tingkatan sekolah di Kalteng ternyata berdampak pernikahan dini kalangan pelajar.

Keterkejutan dia itu diungkapkan saat memantau vaksinasi bagi kalangan pelajar di SMKN 1 Pangkalan Bun dan SMAN 1 Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat baru-baru ini.

“Pak Gubernur kapan kami bisa masuk sekolah lagi, sudah terlalu lama ini belajar daring,” ucap salah seorang siswi.

Pertanyaan itu langsung dijawab sang gubernur; “Ya, kalian bisa segera bersekolah lagi. Pada bulan Nopember ya”.

Ia seolah tidak ingin lagi bertambah jumlah pelajar melakukan pernikahan dini.

Rencana PTM

Dalam dua bulan ini, sejak September 2021, terus dilakukan pembahasan bagaimana pembelajaran tatap muka (PTM) bisa segera dilangsungkan di tengah pandemi.

Tim Satgas Penanganan COVID-19 di 13 kabupaten dan kota se-Kalteng terus melakukan pendampingan sekolah-sekolah yang telah menyatakan siap untuk melaksanakan PTM.

Sebelum terungkap data pelajar diam-diam melakukan pernikahan selama pandemi, tidak ada bahasan waktu dan ketentuan sekolah di Kalteng bisa melaksanakan PTM.

Bahkan, pihak sekolah tidak pernah memberikan informasi apa pun kepada para siswa dan orang tua/wali murid tentang rencana waktu PTM atau kapan para siswa bisa masuk sekolah lagi.

Seperti disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Syaifudin bahwa PTM terbatas dilakukan secara ketat. Selain itu menyesuaikan dengan kondisi di masing-masing sekolah.

“Esensinya PTM di sekolah ini dilaksanakan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” ucapnya.

Dalam penerapan PTM, pihaknya masih bersandar pada surat keputusan bersama empat menteri.

Antara lain terkait dengan jumlah siswa yang dapat hadir secara langsung di sekolah sekitar 50 persen dari total kapasitas. Akan tetapi, hal itu tidaklah ketentuan baku.
Sebab, jika suatu sekolah memiliki jumlah siswa yang cukup banyak dan usai dipangkas, dirasa masih berpotensi menyebabkan kerumunan, maka jumlah siswa yang boleh datang ke sekolah akan kembali dikurangi.

Ia mencontohkan suatu sekolah memiliki sekitar 1.000 siswa, sehingga 50 persennya berarti 500 siswa yang boleh mengikuti PTM.

Namun, jika 500 siswa itu masih dianggap berpotensi besar menyebabkan kerumunan, maka jumlahnya akan kembali dikurangi.

Pengurangan jumlah siswa yang hadir ke sekolah ini akan terus dilakukan hingga mencapai jumlah yang dianggap ideal tidak terjadinya kerumunan, sehingga PTM terbatas bisa dilaksanakan dengan baik.

“Jadi, pelaksanaan PTM benar-benar terbatas, baik jumlah yang datang ke sekolah, penerapan protokol kesehatan, bahkan hingga kemungkinan ditiadakannya ekskul (ekstra kurikuler), maupun kantin,” ujarnya.

Hanya saja, ia kembali menegaskan bahwa semua itu tentu menyesuaikan dengan kondisi sekolah dan daerahnya.

Jika suatu daerah aman dan jumlah siswanya sedikit, misalnya hanya belasan orang, tentu tidak akan dilakukan sistem pengurangan jumlah siswa yang boleh hadir di sekolah.

Untuk itu, ia mengharapkan dukungan semua pihak dalam menyukseskan PTM terbatas agar proses belajar dan mengajar di Kalteng bisa optimal.

Jumlah SMA dan sederajat di Kalteng 464 sekolah dengan jumlah siswa 58.483 orang, tersebar di 13 kabupaten dan kota.

Vaksinasi Covid-19

Saat ini, vaksinasi guru dan pihak terkait lainnya dalam dunia pendidikan di Kalteng, juga terus dipacu pelaksanaannya.

Seiring dengan berjalan waktu, capaian vaksinasi di daerah itu terus meningkat. Sabtu (18/10) lalu, giliran pelajar kelas X dan XI SMAN 1 Tamiang Layang, Barito Timur sudah mengikuti vaksinasi.

Saat itu vaksinasi massal digelar di Lapangan Tenis Indoor Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur.

Kapolres Barito Timur AKBP Afandi Eka Putra menyatakan komitmen memberi jatah kepada pelajar setiap penyelenggaraan vaksinasi dalam program “Gerai Vaksin Presisi Polres Barito Timur”.

“Setiap vaksin yang tiba kita buat modulnya yakni berapa dan siapa saja sasaran vaksinasi dan kita komitmen menyiapkan vaksin untuk pelajar,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Barito Timur Riza Rahmadi mengatakan rapat koordinasi terkait dengan PTM terbatas telah dilaksanakan dalam waktu sebelum-sebelumnya.

Daerah tersebut pada saat ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 2.

Walaupun PTM terbatas dilaksanakan, kata dia, acuan protokol kesehatan tetap menjadi prioritas, yakni dua jam pembelajaran dan ada pengawasan penerapan prokes.

“Kita akan memastikan terlebih dahulu bahwa kegiatan PTM terbatas itu nyaman dan aman dari Covid-19, yakni diutamakan kepada wilayah yang berzona hijau dulu, dan jika ada kenaikan kasus COVID-19 maka pembelajaran dihentikan kembali,” kata dia.

Dinas Kesehatan setempat pada dasarnya menyetujui rencana penyelenggaraan PTM terbatas dengan catatan apabila dalam implementasi ditemukan peserta didik terpapar Covid-19 maka pelaksanaan PTM di sekolah bersangkutan dihentikan dan ditunda.

Pembelajaran tatap muka bisa digelar dengan catatan taat prokes, sedangkan jika ada peserta didik terpapar virus maka sekolah harus menunda pelaksanaan, misalnya dalam jangka waktu 14 hari kemudian, untuk selanjutnya PTM dilanjutkan kembali.

“Kami mendorong pelaksanaan PTM bisa segera digelar di Kalteng karena vaksinasi pelajar SMA sederajat sudah hamper 90 persen. Jangan bertambah lagi pelajar yang menikah dini karena terlalu lama tidak masuk sekolah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Dr. dr. Suyuti Syamsul, MPPM.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

transmigrasi kapuas

Kalteng

Program Transmigrasi Baru di Kapuas Terkendala Lahan
apahabar.com

Nasional

Berstatus Siaga, BPPTKG Sebut Suara Guguran dari Gunung Merapi Terdengar 7 Kali
apahabar.com

Kalteng

Palangkaraya Tidak Ada Caleg Mantan Koruptor

Nasional

Cair! BLT Rp 2,27 T Mengalir ke 49 Ribu Desa
apahabar.com

Kalteng

Tim Kampanye Paslon Sugianto-Edy di Kapuas Resmi Dikukuhkan
apahabar.com

Kalteng

Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Kalteng, Yonif 631/Antang Bersihkan Markas
apahabar.com

Kalteng

Simpan Sabu, Pemuda Kalteng Diancam 20 Tahun Penjara
BKSDA

Kalteng

Buaya Sering Muncul, BKSDA Imbau Warga Tak Buang Sampah di Sungai Mentaya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com