Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300

Menteri Yasin Limpo Beber Strategi RI Perkuat Ketahanan Pangan Global

- Apahabar.com     Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:00 WITA

Menteri Yasin Limpo Beber Strategi RI Perkuat Ketahanan Pangan Global

Syahrul Yasin Limpo memiliki lima "cara bertindak" untuk mencapai ketahanan pangan global. Foto: Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo membeberkan sederet strategi RI memperkuat ketahanan pangan global.

Kementerian Pertanian tengah mendorong sistem pertanian dan pangan global secara inklusif dan tangguh untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada 2030.

Pada konferensi internasional bertema memperkuat ketahanan pangan global di Bogor baru tadi, Yasin menjelaskan pemerintah telah menetapkan lima Cara Bertindak (CB), dalam mewujudkan transformasi struktural sektor pertanian.

“Pertama, meningkatkan kapasitas produksi untuk memastikan pasokan pangan untuk sekitar 272 juta penduduk Indonesia,” ujar Rabu (13/10) dilansir Antara.

Kedua, diversifikasi pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi.

Ketiga, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Keempat, pengembangan pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing.

Kelima, ekspor tiga kali lipat untuk mendukung perekonomian nasional berkembang, terutama di masa pandemi Covid-19.

Konferensi yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan kemarin dihadiri juga oleh perwakilan dari Organisasi Pangan Dunia (FAO) yang menjadi salah satu pembicara, serta pembicara lain dari Prancis, Jepang, dan Australia.

Konferensi membahas ketahanan pangan global yang mendapat perhatian dunia yakni untuk merumuskan berbagai penyelesaian terkait ketahanan pangan, khususnya dalam bidang pascapanen.

Sektor pertanian Indonesia mendapat apresiasi internasional, di mana Indonesia terpilih sebagai ketua kelompok kerja pertanian G20 tahun 2022.

Menurut Mentan, penguatan sistem pertanian dan pangan berkelanjutan merupakan keniscayaan yang harus dilakukan, termasuk di Indonesia.

“Upaya peningkatan sistem pertanian dan pangan yang inklusif dan berkelanjutan itu, dapat memperkuat ketahanan pangan global,” kata Mentan.

Mentan Yasin menjelaskan ketahanan pangan saat ini adalah persoalan penting, mengingat berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi.

Mulai dari peningkatan jumlah penduduk, konversi dan degradasi kualitas lahan, perubahan iklim, mutu dan keamanan pangan, serta perubahan pola konsumsi.

Di tengah kebutuhan pangan yang meningkat, kata dia, FAO menyebutkan14 persen pangan dunia hilang akibat teknik panen dan pascapanen yang tidak tepat.

Karena itu, lanjut dia, perlu dirumuskan dan dicari solusi teknik panen dan pascapanen untuk peningkatan kapasitas produksi, mengurangi kehilangan dan pemborosan makanan, serta meningkatkan nilai tambah secara merata untuk mencapai ketahanan pangan dan gizi.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Arus Balik Libur Natal, Konsumsi Pertamax dan Pertamina Dex Meningkat
apahabar.com

Ekbis

Jelang Rilis Data Neraca Perdagangan Juli, IHSG Dibuka Menguat
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Rupiah Rabu Pagi Menguat
Minyak

Ekbis

Harga Minyak Naik, Didukung Kemajuan Stimulus Fiskal AS
apahabar.com

Ekbis

BNI Raih Bank Internasional Terbaik 2020
Bjb

Ekbis

Tingkatkan Transaksi Digitalmu, Siap-Siap Dapat Hadiah dari Bank Bjb
apahabar.com

Ekbis

Harga Galaxy S10 1TB Tembus Rp25 Juta
apahabar.com

Ekbis

Pertama di Indonesia, Halal Center Ada di…
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com