Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung Advokat Jurkani Dibacok OTK di Angsana Menguji Klaim Jembatan Sei Alalak Antigempa hingga Tahan Seabad Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

Meski Dibayangi Sentiman Tenaga Kerja AS, IHSG Awal Pekan Berpeluang Menguat

- Apahabar.com     Senin, 11 Oktober 2021 - 12:34 WITA

Meski Dibayangi Sentiman Tenaga Kerja AS, IHSG Awal Pekan Berpeluang Menguat

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/1/2021). Foto-Antara/Sigid Kurniawan/hp

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan, Senin (11/10) berpeluang menguat.

Meski demikian IHSG akan dibayangi sentimen data tenaga kerja Amerika Serikat yang di bawah ekspektasi.

IHSG dibuka menguat 1,19 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.482,96. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,66 poin atau 0,07 persen ke posisi 940,54.

“Fokus tertuju pada data penjualan ritel Indonesia per Agustus yang dirilis pada hari ini. IHSG berpeluang menguat didorong oleh penguatan harga komoditas di kisaran 6.421-6.578,” tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin.

Bursa saham Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan akhir pekan lalu, setelah data pertumbuhan lapangan kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Kementerian Tenaga Kerja AS melaporkan data tenaga kerja non pertanian atau nonfarm payrolls naik sebanyak 194.000 pekerjaan pada periode September, jauh di bawah estimasi sebanyak 500.000 pekerjaan.

Sementara, tingkat pengangguran turun menjadi 4,8 persen dari 5,2 persen pada periode Agustus. Dari data, defisit neraca perdagangan AS melebar ke rekor tertinggi 73,3 miliar dolar AS pada Agustus 2021, lebih tinggi dari perkiraan di 70,5 miliar dolar AS.

Ekspor naik tipis 0,5 persen menjadi 213,7 miliar dolar AS, tertinggi sejak Mei 2019. Sementara, impor naik 1,4 persen ke level tertinggi sepanjang masa di 287 miliar dolar AS.

Periode rilis kinerja laba emiten kuartal III 2021 akan dimulai pada pekan ini. JPMorgan Chase dan bank-bank besar lainnya akan pertama merilis hasil kinerja kuartal III 2021, dengan rata-rata pertumbuhan laba emiten diperkirakan sebesar 30 persen (yoy).

Fokus pekan ini juga akan tertuju pada data inflasi September yang diperkirakan sebesar 5,3 persen (yoy).

Di sisi lain, bursa Eropa berakhir di zona merah setelah melalui sesi yang fluktuatif, namun masih berada di teritori penguatan mingguan terbaik dalam dua bulan terakhir.

Bank of England (BoE) bersiap menghadapi kenaikan suku bunga seiring besarnya tekanan inflasi terhadap ekonomi Inggris.

Dari Asia, Chinese Estates selaku pemegang saham utama China Evergrande, mendapat penawaran pengambilalihan dari Solar Bright Ltd dengan harga 1,91 miliar dolar Hong Kong.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 470,79 poin atau 1,68 persen ke 28.519,73, indeks Hang Seng naik 488,56 atau 1,97 persen ke 25.326,41, dan indeks Straits Times meningkat 10,14 poin atau 0,33 persen ke 3.122,95.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hipmi: Permintaan Industri Hulu Baja Nasional Turun 50-60 Persen
apahabar.com

Ekbis

Imbas Covid-19, Jumlah Kunjungan ke Pasar di Banjarmasin Menurun Drastis
apahabar.com

Ekbis

Cek Tagihan Listrik PLN Bisa via Online, Berikut Caranya
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi RI Cuma Tumbuh 2,9 Persen, BI: Masih Positif 
apahabar.com

Ekbis

Beras Lokal Dilirik Negara Tetangga
apahabar.com

Ekbis

Sempat Rp 60 Ribu, Harga Bawang di Banjarmasin Turun Drastis
apahabar.com

Ekbis

Setoran Macet, Dewan Soroti Kinerja BPR di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Rupiah menguat, Pasar Masih Berharap Ekonomi Membaik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com