Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Minyak Goreng di Martapura Naik! Paling Murah Rp16 Ribu

- Apahabar.com     Kamis, 28 Oktober 2021 - 18:47 WITA

Minyak Goreng di Martapura Naik! Paling Murah Rp16 Ribu

Agen di Pasar Martapura mengonfirmasi harga minyak goreng terus-terusan naik secara bertahap. Foto-apahabar.com/hendralianor

apahabar.com, MARTAPURA – Harga minyak goreng naik di berbagai daerah. Bahkan di beberapa daerah Indonesia mencapai Rp22 ribu/liter.

Lantas, bagaimana harga minyak goreng di wilayah Martapura, Kabupaten Banjar?

Pantauan di pasar tradisional Martapura, harga minyak goreng curah sedikit naik menjadi Rp 16.000 ribu per liter.

Sedang minyak goreng kemasan harganya bervariasi, mulai Rp 16.500 hingga Rp 18.000 ribu.

H Fauzi, salah satu agen minyak goreng di Pasar Martapura bilang harga minyak goreng naik secara bertahap sejak awal 2021.

“Mulai harga 11 ribu hingga 15 ribu,” ujar Fauzi.

Kemudian lanjutnya lagi, beberapa hari belakangan ini kembali naik 1.500 rupiah untuk minyak goreng curah.

Sedang minyak goreng kemasan bermerek, kenaikan harganya bervariatif sesuai mereknya.

“Untuk penyebab kenaikannya saya kurang tahu. Bingung juga ketika membeli tahu-tahu harganya naik,” ungkapnya.

Untuk harga ke depannya, Fauzi mengakui masih belum mendapat informasi, apakah tetap sama atau malah makin naik.

Mengutip dari Merdeka.com, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga menjelaskan kenaikan harga minyak goreng di pasaran saat ini imbas dari tingginya harga minyak sawit mentah (CPO) dan kurangnya pasokan bahan baku di pasar minyak nabati dan lemak secara global.

Sahat mengatakan saat ini harga CPO global yang menjadi acuan yaitu CiF Rotterdam sedang tinggi sehingga menyebabkan harga CPO lokal ikut melonjak dan berpengaruh pada biaya produksi industri minyak goreng kelapa sawit.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekbis

Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi Covid-19, KPw BI Kalsel Ambil Langkah Strategis

Ekbis

Royal Akasia Residen Tawarkan Hunian Berkelas, Hanya 300 Meter dari Trikora!
apahabar.com

Ekbis

Digiku Kredit untuk UMKM
Bjb

Ekbis

Mau Penghasilan Tambahan? Yuk Gabung Jadi Agen Bjb BiSA Laku Pandai

Ekbis

Nilai Impor Melesat 96,23 %, Kadisdag Kalsel: Jangan Khawatir
apahabar.com

Ekbis

Layanan Remitansi BNI, Simak Keunggulannya
apahabar.com

Ekbis

Baru Dibor, Sumur Mandu PHM Sudah Hasilkan Gas
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Awal Pekan Kembali Melemah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com