Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Banjir di Pusat Kota HST Meluas, Ratusan Jiwa Mengungsi

Mulai Hari Ini, Tes PCR Wajib untuk Penumpang Pesawat ke Jawa dan Bali

- Apahabar.com     Minggu, 24 Oktober 2021 - 09:17 WITA

Mulai Hari Ini, Tes PCR Wajib untuk Penumpang Pesawat ke Jawa dan Bali

Petugas melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan penumpang pesawat yang tiba di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Mulai hari ini, Minggu (24/10), tes reverse transcription RT-PCR menjadi syarat wajib bagi penumpang pesawat yang akan bepergian ke Jawa dan Bali.

Kebijakan pemerintah tersebut juga berlaku bagi daerah yang berada dalam kategori PPKM level tiga dan level empat.

“Sampelnya diambil dalam kurun maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan,” bunyi aturan tersebut, dilansir CNN Indonesia.

Sementara itu, daerah yang masuk dalam kategori PPKM level satu dan level dua masih boleh menggunakan hasil tes antigen yang diambil 1×24 jam sebelum keberangkatan. Namun, para penumpang juga dapat menunjukkan hasil tes RT-PCR yang berlaku 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Peraturan ini tertuang dalam Surat Edaran 88 Tahun 2021 Kementerian Perhubungan PPDN (Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri) dengan Transportasi Udara.

Surat Edaran ini juga menyebutkan bahwa pelaku penerbangan harus menunjukkan kartu vaksin, setidaknya untuk dosis pertama. Walaupun begitu, pelaku perjalanan di bawah 12 tahun dan pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus yang tak dapat menerima vaksin tidak harus menunjukkan kartu vaksin.

Profil Sukmawati Soekarnoputri yang Pindah Agama ke Hindu
Seluruh pelaku perjalanan juga harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan domestik.

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, aturan ini dibuat untuk memaksimalkan kapasitas pesawat sehingga tidak perlu ada penjarakan untuk tempat duduk.

“Pengetatan metode testing menjadi PCR saja di wilayah Jawa-Bali dan non Jawa-Bali di level 3 dan 4 ini dilakukan mengingat sudah tidak diterapkannya penjarakan antar tempat duduk atau seat distancing dengan kapasitas penuh,” kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (21/10).

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mentan: Food Estate di Kalteng Dapat Ciptakan Lapangan Kerja Baru
apahabar.com

Nasional

Klik Live Streaming Debat Keempat Capres 2019
apahabar.com

Nasional

Dosen di Surabaya Janjikan Nilai A Bagi Mahasiswa yang Ikut Unjuk Rasa Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, Ini Pesannya

Nasional

Siasat BNPB Setelah 15 Banjir Menerjang dalam Sepekan
apahabar.com

Nasional

Cegah Penyebaran Virus Corona, Bank Mantap Ubah Jam Layanan
apahabar.com

Nasional

Irjen Napoleon dan Prasetijo Didakwa Terima Suap dari Kasus Red Notice Djoko Tjandra
apahabar.com

Nasional

Penularan Corona Masih Berlangsung, Kemenkes Telusuri Kasus ‘Positif’ di Masyarakat
apahabar.com

Nasional

17 Kerajaan Nusantara Pamerkan Kain Tenun Berusia Ratusan Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com